Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Belajar


__ADS_3

Hari terus berganti minggu dan berganti bulan, tak terasa besok Delisa akan Ujian Nasional yang artinya dirinya juga sudah tak lama lagi akan segera lulus dari sekolahnya.


Ada rasa sedih ada rasa bahagia yang di rasakan Delisa saat ini, sedih harus meninggalkan sekolah serta semua Guru yang begitu menyayanginya dan bahagia karena artinya dirinya akan duduk di bangku SMA dengan pakaian putih abu-abu.


Delisa dari pagi hingga sekarang masih belajar dan berkutik dengan buku catatannya serta buku paket, dirinya harus mempersiapkan diri agar besok ketika ujian dirinya bisa menjawab semua soal.


Delisa begitu semangat belajar sebab dirinya harus mendapatkan nilai tertinggi tentu memudahkannya untuk masuk ke SMA unggulan melalui beasiswa dari sekolahnya sekarang, seandainya dirinya masih memiliki segalanya pasti Delisa akan mengalah dengan temannya yang kurang mampu namun mau bagaimana justru sekarang dirinya yang kurang mampu.


"Sayang, makan siang dulu. Nanti baru lanjut lagi belajarnya" ujar Desi sembari mengetuk pintu kamar tidur Anaknya


"Iya bu, Delisa sebentar lagi selesai" jawab Delisa dari dalam kamar sedikit berteriak


Desi pun berlalu dari kamar tidur Anaknya dan memilih menyiapkan makan siang mereka yang ditatanya di atas karpet sembari menunggu Suaminya yang pasti sebentar lagi pulang dan menunggu Anaknya keluar dari kamar, tak lama kemudian terdengar bunyi ketukan pintu depan yang di pastikan Desi itu pasti Suaminya.


Desi segera berjalan mendekati pintu depan kemudian dibukanya dan benar saja Suaminya yang pulang, Kedua orang tua Delisa segera melangkahkan kaki masuk dan ke arah dapur.


Kini Delisa dan Kedua orang tuanya segera menikmati dan menyantap makanan yang ada di hadapan mereka, yang di masak oleh Desi dengan penuh cinta untuk Anaknya dan Suaminya itu.


Selesai makan Delisa kembali ke kamar tidurnya ingin melanjutkan belajarnya, besok hari pertama ujian pelajaran Bahasa Indonesia meski tidak terlalu sulit tetap saja Delisa harus belajar.


Sedangkan Kedua orang tua Delisa memilih untuk bersantai di teras depan, karena di teras depan begitu sejuk dan adem.


"Tak terasa ya yah, Anak kita sebentar lagi mau SMA" kata Desi sembari tersenyum


"Iya bu, Ayah saja rasanya masih gak percaya. Dulu Anak kita masih dalam gendongan kita sekarang udah makin remaja saja" kata Dika seperti mengingat kembali masa-masa Anaknya yang masih bayi

__ADS_1


"Benar yah, nanti jika suatu saat Ibu sudah gak ada lagi di dunia ini. Semoga Delisa bisa sukses dan apa pun cita-citanya bisa terwujud" kata Desi memandang ke depan dengan tatapan sendu


"Ibu ngomong apa sih? Jangan ngomong ngawur, ketika Delisa sukses kita masih bersamanya" kata Dika sembari mengengam tangan Istrinya


"Semoga saja yah" jawab Desi begitu pasrah


"Ayah lanjut kerja lagi ya bu" kata Dika beranjak dari duduknya


"Iya hati-hati di jalan yah" ujar Desi sembari mencium punggung tangan Suaminya yang semakin kurus dan hitam


Dika segera naik ke motornya kemudian melajukan motornya meninggalkan halaman rumahnya dan menuju pangkalan ojek tempat dirinya menunggu penumpang, setelah motor Suaminya tak kelihatan lagi dari belokkan jalan Desi segera masuk ke dalam rumah dan tak lupa menutup serta mengunci pintu.


Desi ingin istirahat siang apalagi dari pagi sibuk dengan mencuci baju para anak kuliahan yang menglaundry dengan dirinya, Desi segera berbaring di atas kasur tipis itu kemudian memejamkan kedua kelopak matanya.


.


.


Bella ternyata sibuk belajar juga, padahal ini bukan kebiasaan dirinya namun setelah Papanya memperintahnya mau tak mau Bella menuruti kemauan Papanya.


Apalagi Papanya berjanji jika dirinya mendapatkan nilai tertinggi, Papanya akan mengajak dirinya liburan ke Paris tentu membuat Bella semakin semangat meski sebenarnya ada keraguan dihatinya karena dirinya belum tentu bisa mengalahkan Delisa si jenius itu.


Bella istirahat sejenak dari belajarnya ingin makan siang terlebih dahulu sebelum melanjutkan belajarnya lagi, apalagi semua cacing dalam perutnya dari tadi demo minta diisi.


Untung Mbok Surtik ART dirumahnya tadi membawakan dirinya makan siang ke kamarnya jadi dirinya tak perlu repot turun ke bawah, Bella segera menyantap makanannya dengan begitu lahap, tenaganya terasa begitu terkuras akibat dirinya terlalu sibuk belajar.

__ADS_1


Karena makan terlalu kenyang membuat Bella merasakan kantuk, mau tau mau dirinya harus tidur siang sebentar dari pada memaksa belajar tapi tak konsentrasi jadi tak ada gunanya juga.


Bella segera beranjak dari kursi belajarnya dan berjalan menuju ranjang king size yang ada di dalam kamar tidurnya, Bella pun langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang king size itu hingga akhirnya tertidur dalam posisi tengkurep.


Kini waktu sudah menunjukan pukul 3 sore Rani baru pulang dari acara arisan bersama teman sosialitanya seharian ini, dirinya berjalan masuk ke dalam rumah namun tak mendapatkan Anaknya yang biasa ada di ruang keluarga sedang menonton TV.


Rani langsung menaiki anak tangga ingin mencari keberadaan Anaknya, saat membuka pintu kamar tidur Anaknya dirinya mendapatkan Anaknya yang tertidur begitu pulas tak tega untuk membangunkan jadi dibiarkannya saja apalagi tadi dirinya melihat buku sekolah Anaknya berceceran di meja belajar yang pasti dirinya tebak Anaknya habis belajar.


Rani segera keluar dari kamar tidur Anaknya dan menuju ke kamar utama yang ditempatinya dan besebrangan dengan kamar tidur Anaknya itu, Rani berbaring sejenak di atas ranjang king size sembari melihat hpnya yang dari tadi banyak notifikasi pesan yang masuk di aplikasi hijau.


"Ya ampun Bella ketiduran" kata Bella langsung duduk sembari melihat jam walkernya yang ada di atas meja samping tempat tidurnya


"Jam 3 sore, semoga Papa belum pulang. Bisa kenah marah Bella kalo tau Bella tidur bukannya belajar" kata Bella berbicara dengan diri sendiri kemudian bergegas mandi dahulu baru lanjut belajar


Malam hari


"Bella, makan yuk nak" ujar Rani sembari mengetuk daun pintu kamar tidur Anaknya


"Iya ma, sebentar" sahut Bella dari dalam kamar tidur merapikan buku-bukunya terlebih dahulu kemudian berjalan ke arah pintu


Bella dan Mamanya segera turun ke bawah ingin makan malam dahulu, merema berdua duduk berdampingan di kursi makan. Lagi-lagi mereka hanya makan berdua, Bella sudah tau pasti Papanya belum pulang dari pagi entah alasan apalagi jika di tanya dari mana.


Bella dan Mamanya segera fokus dengan makanan yang terhidang di atas meja makan, banyak aneka makanan yang di masak oleh Mbok Surtik ART di rumah mereka yang masakannya tak diragukan lagi sangat lezat.


Selesai makan Bella kembali ke kamar tidurnya untuk melanjutkan belajarnya sedangkan Rani memilih duduk di ruang keluarga sembari menunggu Suaminya pulang.

__ADS_1


__ADS_2