
Semenjak Delisa tak bekerja sebagai perawat pribadi Oma Widia lagi, kini Oma Widia lebih banyak menghabiskan waktunya mengurung diri di dalam kamar tidurnya.
Bahkan makan pun Oma Widia tak sebanyak biasanya sekarang paling tiga suap empat suap, berapa bulan telah berlalu membuat tubuh Oma Widia juga semakin kurus dan Oma Widia juga sering melamun.
Nathan dan Kedua orang tuanya sudah berusaha membujuk Oma Widia agar mau makan makanannya lebih banyak, bahkan Nathan setiap pulang sekolah menyempatkan diri menemani Oma Widia namun hasilnya tetap nihil.
Nathalie jadi merasa bersalah dengan keadaan Mama mertuanya sekarang, Nathalie tak tau kalo dampaknya akan seperti ini setelah dirinya memecat Delisa.
Namun mau bagaimana lagi semua orang kepercayaan keluarga Wijaya sudah berusaha mencari keberadaan Delisa hingga detik ini namun masih tak di temukan, Delisa menghilang bak di telan bumi.
Weekend kali ini tak ada acara apapun untuk Nathan karena libur kali ini dirinya ingin menghabiskan waktu bersama Oma Widia, selesai sarapan Nathan ke lantai atas ingin ke kamar tidur Oma Widia sekalian membawakan sarapan untuk Oma Widia.
"Pagi Oma, sarapan dulu yuk Oma" kata Nathan saat sudah berada di dalam kamar tidur Oma Widia
Nathan meletakkan nampan berisi makanan itu di atas meja yang ada di samping tempat tidur Oma Widia, Nathan melangkahkan kaki ke arah jendela dan mengeser gordeng sekalian membuka jendela agar udara pagi yang sejenuk masuk ke dalam kamar.
Nathan kembali mendekati Oma Widia sembari membawa kursi kecil dan diletakkannya di samping tempat tidur, Nathan duduk sembari mengambil piring makanan dan mulai menyuapi Oma Widia.
"Ayo Oma buka mulutnya" ujar Nathan sembari memasang muka memelas agar Oma Widia mau membuka mulut
Oma Widia akhirnya mau menerima suapan dari Nathan, suapan pertama berhasil sampai suapan kelima Oma Widia mengelengkan kepala tidak ingin melanjutkan makannya lagi.
__ADS_1
Nathan menghela napas panjang tapi tak akan memaksa Oma Widia jadi Nathan langsung meletakkan piring sisa makan Oma Widia di atas meja, setelah Oma Widia menghabiskan segelas air putih Nathan memijit kedua kaki Oma Widia.
Namun tiba-tiba Oma Widia meneteskan air mata membuat Nathan bingung, Nathan tak ingin bertanya membiarkan Oma Widia meluapkan rasa sedihnya dahulu baru Nathan akan bertanya.
"Oma sedih Nath, semenjak Delisa gak ada disini rasanya sepi. Setiap hari Delisa mijitin kedua kaki Oma sembari bercerita tentang kehidupannya yang begitu banyak rintangan" kata Oma Widia sembari menyeka air matanya yang hendak jatuh lagi
Nathan masih diam mendengar cerita Oma Widia, membiarkan Oma Widia menceritakan semua yang ada di benak Oma Widia saat ini agar Oma Widia tak sedih lagi.
"Delisa itu gadis yang hebat, semenjak Ibunya meninggal dan Ayahnya tak bisa mencari nafkah lagi Delisa berjuang sendiri mencari uang untuk kehidupan sehari-harinya" kata Oma Widia melanjutkan ceritanya
"Iya Oma Nathan juga tau Delisa gadis yang hebat" jawab Nathan membenarkan tentang Delisa
"Jarang ada gadis seperti Delisa itu di dunia ini, kebanyakkan gadis yang kesusahan soal keuangan selalu mengambil jalan pintas dengan cara menjual diri namun Delisa tak seperti itu justru katanya sebelum bekerja disini dia menjadi buru cuci para tetangganya demi bisa mengumpulkan uang untuk kehidupan sehari-harinya" kata Oma Widia lagi yang masih mengingat semua cerita Delisa dulu.
Sedikit Nathan tau tentang Delisa dari Wulan yang memiliki Ayah yang cacat gara-gara kecelakaan berapa tahun yang lalu, namun banyak juga yang Nathan kurang tau soal pekerjaan Delisa sebelum bekerja di rumah mereka.
Nathalie dari tadi berdiri di ambang pintu kamar tidur Mama mertuanya, mendengar semua cerita Mama mertuanya tentang Delisa membuat Nathalie semakin bersalah dengan Delisa.
Mendengar cerita Mama mertuanya membuat Nathalie meneteskan air mata juga, Nathalie baru tau perjuangan hidup Delisa seperti itu andai kejadian itu dirinya tak langsung main pecat Delisa pasti Delisa masih bekerja disini untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan Ayahnya.
Rasa penyesalan memang datang di akhir, apalagi Mama mertuanya dan Anak bungsunya masih bersikeras bahwa Delisa tak mungkin mencuri namun bukti di depan mata itu membuat Nathalie tak banyak berpikir waktu itu.
__ADS_1
Nathalie pergi dari depan kamar tidur Mama mertuanya dan memilih keluar rumah mungkin saja di jalan bisa bertemu Delisa, Nathalie segera melajukan mobil jazznya keluar dari halaman rumahnya.
Cukup lama memijitkan kedua kaki Oma Widia dan mendengar cerita Oma Widia, Nathan mengajak Oma Widia untuk keluar dari kamar tidur dan bersantai di gazebo taman belakang rumah mereka.
Dengan bujukkan Nathan akhirnya Oma Widia mau keluar dari kamar tidurnya, Nathan terus mengandeng tangan Oma Widia dari mulai keluar kamar sampai ke lantai dasar.
"Bik Mirna, piring sisa makan Oma masih di kamar tidur Oma nanti di bereskan dan suruh yang lain bawakan cemilan untuk Saya dan potongan buah untuk Oma bawa ke gazebo taman belakang" kata Nathan sebelum melanjutkan langkah kakinya lagi
Nathan kembali mengandeng tangan Oma Widia sampai ke gazebo taman belakang, Nathan membantu Oma Widia untuk duduk di gazebo dengan hati-hati.
Tak butuh waktu lama cemilan dan potongan buah yang di minta Nathan akhirnya datang di bawakan oleh salah satu ART di rumah mereka selain Bik Mirna yang kepala ART, setelah nampan yang berisi cemilan dan potongan buah serta dua gelas jus buah terletak di samping Nathan dan Oma Widia.
ART itu langsung pamit kembaki ke dalam rumah, Nathan dan Oma Widia juga mulai menyantap makanan yang ada di dekat mereka serta sesekali meminum jus buah itu.
"Ayo Oma makan banyak-banyak buahnya" ujar Nathan yang melihat Oma Widia hanya makan berapa potong buah
"Kurang nafsu Nath" jawab Oma Widia yang kembali teringat Delisa yang selalu menyiapkan potongan buah serta jus buah
"Oma kangen banget ya dengan Delisa?" tanya Nathan pada Oma Widia yang sepertinya sedang teringat Delisa lagi
Oma Widia menganggukkan kepala yang artinya benar, Nathan mengelus lengan Oma Widia memberi kekuatan Oma Widia agar Oma Widia tetap sabar menanti Delisa yang suatu saat pasti di temukan oleh orang kepercayaan keluarga mereka yang saat ini masih berusaha mencari keberadaan Delisa.
__ADS_1
Nathan menyuapi Oma Widia agar Oma Widia mau makan lagi meski sedikit setidaknya masih mau, dan ternyata berhasil Oma Widia mau menerima suapan dari tangan Nathan membuat Nathan menyunggingkan senyum bahagia.