
Krriiing
Bunyi jam alarm Delisa menunjukan pukul 5 pagi, Delisa segera beranjak dari tempat tidurnya ingin mempersiapkan segalanya karena kini tugasnya sangat banyak sebelum berangkat ke sekolah barunya.
Delisa memilih membersihkan rumah terlebih dahulu, selesai semua dirinya memasak nasi beserta lauk pauk seadanya dan sebisa dirinya lanjut mencuci piring bekas peralatan yang dipakainya untuk masak tadi.
Setengah jam telah berlalu Delisa mengetuk pintu kamar tidur Ayahnya, dirinya harus membantu Ayahnya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Ada apa Del?" tanya Dika saat pintu sudah di buka
"Ayah mandi sekarang ya, Delisa bantu. Soalnya Delisa harus berangkat sekolah, nanti Ayah kerepotan ke kamar mandi sendirian" kata Delisa menjelaskan perlahan agar Ayahnya mengerti
Dika hanya menjawab anggukkan kepala, Delisa segera mendorong kursi roda Ayahnya menuju ke arah kamar mandi dan kemudian Delisa membantu Ayahnya untuk berpindah ke kursi yang ada di kamar mandi yang sudah di siapkan oleh Delisa.
Agak susah membantu Ayahnya pindah dari kursi roda ke kursi yang ada di kamar mandi, meski badan Ayahnya hanya tinggal setengah tetap saja terasa berat bagi Delisa yang tak pernah membawa beban berat.
Dengan sekuat tenaganya Delisa membantu Ayahnya untuk berpindah ke kursi yang ada di kamar mandi itu hingga akhirnya berhasil, setelah Ayahnya duduk sempurna di kursi yang ada di kamar mandi itu Delisa keluar dari kamar mandi sembari mendorong kursi roda keluar.
"Kalo sudah selesai mandinya, Ayah teriak aja panggil Delisa. Delisa mau ke kamar tidur menyiapin baju Ayah" jelas Delisa kemudian menutup pintu kamar mandi dan berlalu dari depan kamar mandi
Delisa melangkahkan kaki menuju kamar tidur Ayahnya, tiba di dalam kamar tidur Delisa segera menyiapkan baju dan celana untuk Ayahnya saat ingin meletakkan di atas kasur Delisa melihat sebuah foto tergeletak di atas kasur.
Segera diambilnya ternyata di foto itu berisi gambar Ayahnya dan Ibunya waktu menikah dulu, terlihat senyum bahagia di bibir sepasang pengantin itu hingga Delisa juga ikut menarik sudut bibir membentuk senyuman.
"Del... Delisa" teriak Dika dari kamar mandi
Delisa yang mendengar panggilan dari Ayahnya segera kembali meletakkan foto itu di tempat semula, kemudian segera bergegas keluar kamar tidur Ayahnya dan berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
Delisa segera membuka pintu kamar mandi, dilihatnya Ayahnya sudah memakai handuk bahkan pakaian yang di pakai Ayahnya tadi sudah tergeletak di lantai kamar mandi.
Delisa kembali membantu Ayahnya berpindah ke kursi roda Ayahnya, cukup lama perjuangan Delisa hingga akhirnya bisa juga baru berapa hari ini mengurus Ayahnya Delisa sudah merasa seluruh tenaganya terkuras.
"Biar Ayah sendiri saja ke kamar, kamu mandi saja matahari sudah mulai naik entar terlambat berangkat ke sekolah baru" kata Dika kemudian mengayuhkan sendiri kursi roda itu meski pelan
Delisa pun mengikuti perintah Ayahnya untuk segera mandi, sebelum mandi Delisa membiasakan mencuci pakaian miliknya dan pakaian milik Ayahnya dahulu selesai semua baru dirinya lanjut untuk membersihkan diri.
Selesai mandi Delisa keluar dari kamar mandi dan kemudian berjalan ke arah pintu belakang sembari membawa baskom yang berisi pakaian yang sudah dicucinya tadi, Delisa segera menjemur pakaian yang sudah dicucinya tadi di tempat jemuran.
Berapa menit kemudian, Delisa sudah di dalam kamar tidurnya sedang memakai seragam sekolahnya yang kini sudah berganti warna yaitu putih abu-abu dan dengan sebuah rompi abu-abu yang di belakang ada logo lambang dan nama sekolah barunya.
Delisa keluar kamar tidurnya sembari mendukung tas ranselnya, dilihatnya ternyata sudah ada Ayahnya di depan meja yang bekas meja kasir yang ada di warung Ibunya dulu di pindahkan Delisa kemarin untuk di jadikan Delisa tempat meletakkan rice cooker beserta lauk pauk agar Ayahnya tak kesusahan.
Kini Delisa dan Ayahnya mulai menikmati sarapan pagi yang seharusnya sarapan biasanya sejenis roti tawar atau sandiwich ataupun nasi goreng dan sebuah gorengan, tapi Delisa dan Ayahnya pagi ini sarapan dengan nasi beserta lauk pauk yang di masak Delisa tadi.
"Iya kamu juga hati-hati di jalan, semangat ya belajarnya di sekolah baru" ujar Dika sembari mengelus pucuk kepala Anaknya
"Iya yah, Assalamualaikum" kata Delisa sembari melambaikan tangan sebelum keluar dari rumah
"Walaikumsalam" jawab Dika
Delisa menunggu sejenak ojek online yang sudah dipesannya tadi cukup lama menunggu hingga ojek online itu datang, Delisa segera menerima helm dari Bapak tukang ojek itu dan kemudian naik di jok belakang.
Bapak tukang ojek itu mulai melajukan motornya meninggalkan rumah Delisa menuju sekolah baru Delisa, sialnya di perjalanan sangat macet meski Bapak tukang ojek sudah menyelip-yelip diantara mobil-mobil yang terhenti itu tetap saja agak susah dan lama.
Hingga memakan waktu satu jam setengah Delisa baru tiba di sekolah barunya yaitu SMA Tunas Bangsa, lagi-lagi Delisa mendapat kesialan pagi ini pagar sekolah sudah tertutup sehingga Delisa tidak bisa masuk.
__ADS_1
Setelah membayar ongkos dan mengembalikan helm itu kepada Bapak tukang ojek Delisa berlari mendekati pos satpam penjaga pagar sekolah, Delisa tak melihat satpam penjaga hingga terpaksa dirinya memilih jalan tikus.
Delisa berjalan ke arah samping ternyata tembok pagar di sekolah barunya sangat tinggi bahkan melebihi tinggi badan orang dewasa, Delisa melihat ada sebuah tangga kayu tersandar di tembok pagar bergegas dirinya menaiki tangga itu.
Brrukk
"Aduh..."
Delisa tidak merasa sakit tapi dirinya mendengar ada suara seorang laki-laki, saat Delisa membuka mata ternyata dirinya menindih seorang laki-laki dan buru-buru Delisa beranjak.
"Maaf ya gak sengaja" kata Delisa sembari membersihkan seragam sekolahnya dan kemudian mengulurkan tangan ingin membantu laki-laki yang ditindihnya tadi
"Iya gak apa-apa" jawab Laki-laki yang name tag (Nathan Wijaya) sembari berdiri dan membersihkan seragam sekolahnya
Mata Nathan melihat name tag perempuan di depannya (Delisa Amalia), kemudian Nathan menyunggingkan senyuman dan memuji kecantikan Delisa dalam hati.
"Heii... Kalian berdua pasti telat kan" kata Ibu guru yang name tag (Wanda Putri Siregar)
"Maaf bu" kata Delisa sembari menundukkan kepala
Delisa memang merasa bersalah bahkan ini pertama dirinya masuk sekolah dan pertama kali dirinya terlambat selama sekolah, waktu duduk di bangku SMP tak pernah Delisa yang namanya terlambat.
"Ya sudah, langsung ke kelas kalian. Untung hari ini hanya perkenalan nama dan tidak belajar, pasti sudah Ibu hukum kalian berdua. Tapi jangan di ulangi lagi, sekali lagi Ibu melihat wajah kalian berdua terlambat tak segan-segan Ibu hukum kalian" kata Bu Wanda dengan tegas
"Makasih bu, Saya permisi" ucap Delisa kemudian bergegas pergi dari situ
Nathan dari tadi hanya diam cuek saja mendengar Bu Wanda menegurnya bahkan seperti angin berlalu masuk telinganya, Nathan juga pergi dari situ dan berlari mengejar Delisa yang sudah memasuki koridor sekolah.
__ADS_1