
Bunyi bel dua kali pertanda waktu istirahat, Wulan kembali mengajak Delisa untuk ke kantin sekolah meski lagi-lagi Delisa menolak namun Wulan tetap terus memaksa hingga mau tak mau Delisa menuruti kemauan Sahabatnya itu.
Delisa dan Wulan segera keluar dari ruang kelas mereka, mereka berdua berjalan di koridor sekolah yang sudah sangat ramai semua mata kembali memandangi Delisa dan ada yang berbisik-bisik.
"Kaki buntung"
"Kasihan ya, hanya bisa nyusahin aja"
"Kenapa gak di taroh di lampu merah aja, biar banyak yang kasihan dan tentunya banyak yang ngasih uang"
"Hahahaha"
Delisa yang mendengar perkataan itu ingin marah dan menegur mereka, namun Wulan menahan tangan Delisa sembari berbisik memberi masukkan agar Delisa tak terpancing emosi karena Wulan tak mau hanya masalah ini Delisa jadi punya masalah di sekolah mereka.
Sedangkan Bella yang mendengar perkataan dari para murid lain hanya bisa tersenyum miring karena ini yang dirinya mau yaitu mempermalukan Delisa di sekolah, Sintya dan Jesica juga ikut tertawa mendengar para murid mengejek Delisa.
Tiba di kantin sama seperti di koridor sekolah semua murid memandangi Delisa seperti itu dan kembali berbisik-bisik, Wulan menarik tangan Delisa ke arah kursi paling pojok dan segera duduk.
"Tunggu biar Gue yang mesenin Lho, Lho mau pesen apa?" ujar Wulan beranjak dari duduknya
"Bakso aja Lan" jawab Delisa agak lesu
"Oke" kata Wulan sembari mengacungkan jempol
Wulan segera melangkahkan kaki ke arah kedai bakso ingin memesan makanan untuk Delisa sekalian untuk dirinya agar dirinya tak perlu mengantri-ngantri tempat lain lagi, cukup lama antrian di kedai bakso membuat Wulan sedikit kesal karena kakinya mulai terasa pegal saking kelamaan berdiri.
"Wah sang ratu sedang duduk menunggu pesanan" kata Bella yang sudah berdiri di dekat tempat duduk Delisa
Delisa hanya mendongak memandangi Bella tak ada niat dirinya berbicara dengan Bella karena takut emosinya kembali naik, Delisa pun memilih cuek atas keberadaan Bella didekatnya dan kembali fokus dengan layar hpnya.
__ADS_1
"Ehh anak orang miskin, udah miskin punya Ayah kakinya buntung lagi" teriak Bella membuat semua murid yang ada di kantin sekolah memandanginya.
Delisa paling benci jika ada yang menghina Ayahnya, Delisa pun berdiri menatap Bella dengan tajam seperti ingin menelan musuhnya hidup-hidup.
"Lho boleh ngehina Gue anak orang miskin, tapi kalo Lho ngehina Ayah Gue. Gue tak kan pernah diem aja" kata Delisa sembari menunjuk wajah Bella dengan jari telunjuknya
"Kan memang kenyataan kalo Ayah Lho itu kakinya buntung" kata Bella sembari berkacak pinggang
"Sekali lagi Lho ngehina Ayah Gue, tak segan-segan Gue tampar mulut busuk Lho itu. Dan ingat Ayah Gue itu hampir sama dengan Kedua orang tua Lho, jika Lho ngehina Ayah Gue sama saja Lho ngehina Kedua orang tua Lho. Gue bersumpah suatu saat nanti Lho akan mendapatkan karma karena sudah ngehina Ayah Gue" kata Delisa dengan nada yang tinggi sembari napasnya naik turun saking emosi
DOOOAARRR.......
Tiba-tiba di langit yang terang terdengar bunyi petir seperti menerima sumpah yang keluar dari mulut Delisa, semua murid yang ada di kantin sekolah tentu terkejut mendengar bunyi petir yang begitu jelas.
Sampai para murid kini benar-benar takut sudah menghina Ayahnya Delisa tadi karena mereka takut karma itu terkena mereka juga, Wulan yang melihat Bella the gengs ada di dekat Delisa segera bergegas menghampiri mereka sembari membawa nampan yang berisi dua mangko bakso serta es jeruk.
"Awas ya" kata Bella menunjuk Delisa dan Wulan kemudian berlalu dari situ
Wulan segera duduk dikursinya yang berhadapan dengan Delisa, sedangkan Delisa berusaha mengatur napasnya agar kembali normal.
Semua murid yang ada di kantin sekolah sudah kembali fokus kepada makanan mereka masing-masing, banyak murid yang tak percaya jika sebenarnya Delisa itu pemberani selama ini mereka pikir Delisa pendiam karena penakut namun pemikiran mereka ternyata salah.
Nathan yang baru selesai mengantarkan buku ke perpustakaan baru datang ke kantin sekolah bersama kedua temannya yaitu Alex dan Bima, Nathan tidak tau apa yang sudah terjadi di kantin jadi dirinya langsung duduk di dekat Delisa dan Wulan yang sedang menikmati semangkuk bakso.
"Nathan" kata Wulan yang kaget melihat Nathan langsung duduk di dekat mereka
"Boleh kan kita duduk disini?" tanya Nathan padahal meski tidak di perboleh juga dirinya udah duduk
Alex membawa nampan yang berisi 3 mangkuk mie ayam, sedangkan Bima membawa nampan yang berisi 3 gelas jus buah naga.
__ADS_1
Delisa masih diam melihat Nathan the gengs duduk di dekat dirinya dan Wulan, dirinya masih malas untuk berbicara apa lagi dirinya merasa tenaganya sudah terkuras setelah marah dengan Bella tadi.
Nathan juga tidak tau tentang foto yang sudah di lihat semua murid SMA Tunas Bangsa karena dirinya datang tadi paling terakhir bahkan hampir terlambat, jadi tak ada bahas apapun saat ini Nathan the gengs mulai fokus dengan makanan mereka.
"Kita udah selesai, kita duluan ya Nath" kata Wulan segera beranjak dari duduknya
Begitu juga Delisa ikut beranjak dan masih sama diam, Nathan menahan tangan Delisa sejenak hingga langkah Delisa terhenti dan Delisa segera menoleh ke arah Nathan.
"Gue perhatiin dari tadi, Lho diem aja. Kenapa apa Gue ada salah?" kata Nathan yang merasa di cuekin Delisa
"Gak kok, Gue lagi males ngomong aja" jawab Delisa sembari berusaha melepas tangan Nathan yang ada dipergelangan tangannya
"Kalo Gue punya salah, Gue minta maaf" kata Nathan sekali lagi merasa bersalah
"Nath, Delisa lagi ada masalah keluarga. Jangan ganggu dia dulu ya" kata Wulan memberi pengertian dengan Nathan agar Nathan mau memberi Delisa waktu untuk sendirian
"Ohh baiklah" kata Nathan kemudian melepaskan tangannya yang dari tadi memengang pergelangan tangan Delisa
Alex dan Bima hanya saling pandang, mereka tak menyangka jika Nathan bukan sekedar perhatian dengan Delisa sepertinya Nathan juga memiliki perasaan ke Delisa.
Delisa dan Wulan segera berlalu dari hadapan Nathan the gengs, mereka berdua segera melangkahkan kaki menuju ke arah kelas mereka.
Kini di koridor sekolah tak ada lagi para murid menghina Ayahnya Delisa karena mereka mulai takut atas sumpah yang keluar dari mulut Delisa tadi, di tambah mereka semua tau bahwa Delisa sangat pemberani apalagi yang di lawan Delisa tadi adalah Bella the gengs yang tak ada satu pun orang berani.
Mereka takut dengan Bella the gengs karena sering kenah bullyng jika ada murid yang berusaha mendekati Nathan, dan mereka juga tau kalo Bella adalah anak orang kaya nomor dua setelah Nathan di sekolah ini yang tentunya membuat mereka semakin takut dikeluarkan di sekolah ini.
Bunyi bel sekali tanda istirahat telah selesai dan akan memulai mata pelajaran selanjutnya, semua murid yang ada di luar kelas segera bergegas masuk ke dalam kelas mereka masing-masing.
Delisa dan Wulan sudah duduk di bangku mereka dari sebelum bel berbunyi, kelas X.IPA.1 kembali hening saat ada Guru masuk untuk memulai mengajari mereka seperti biasa sebelum memulai pelajaran Guru mengabsen semua murid terlebih dahulu karena takut ada yang minggat pas jam istirahat tadi.
__ADS_1