Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Semangat


__ADS_3

Rani tersenyum melihat Anaknya begitu bahagia, dirinya berjanji dengan diri sendiri akan mewujudkan impian Anaknya itu.


Ranj pamit dengan Anaknya ingin membersihkan tubuhnya yang penuh dengan keringat, dirinya segera melangkahkan kaki menuju lantai atas di mana kamar utama tempat dirinya dan Suaminya tidur.


Sedangkan Bella memilih menonton tv setelah kepergian Mamanya, Bella bersantai sembari menikmati cemilan yang ada diatas meja yang ada dihadapannya.


Saat menonton tv acara anak SMA tiba-tiba Bella membayangkan masa depan dimana dirinya nanti sekolah SMA unggul dengan gaya yang begitu keren dengan mobil rolls royce nanti, dirinya tentu akan jadi julukan Queen sekolah apalagi wajahnya yang anggun ini.


Bella begitu percaya diri kalo dirinya yang pasti paling cantik di sekolah SMA nanti meski di sekolah SMP sekarang gak ada yang menjulukinya Queen sekolah, Bella mengembangkan senyumannya berharap di sekolah SMA nanti punya pacar yang tampan dan tentunya kaya.


"Anak Mama kok senyum-senyum sendiri" kata Rani yang menghampiri Anaknya yang kelihatan begitu bahagia


"Ahh Mama membuat lamunan Bella buyar saja" kata Bella sembari mengerucutkan bibirnya


"Ya ampun, jadi Mama ganggu donk" kata Rani kemudian duduk di samping Anaknya


"Gak kok ma, Bella tadi membayangkan sekolah SMA nanti Bella jadi Queen sekolah dan punya pacar yang tampan dan kaya" kata Bella kembali membayangkan pikirannya tadi


"Ohh begitu, tentu donk Anak Mama kan cantik. Pasti nanti banyak yang berebut ingin menjadi pacar Anak Mama" kata Rani memberi Anaknya semangat


Bella kembali mengembangkan senyuman, dirinya jadi tidak sabar segera sekolah SMA yang pasti di sekolah SMA unggulan nanti hanya anak yang cerdas dan anak orang kaya yang bisa masuk sekolah itu.


Bella semakin semangat menikmati sisa sekolahnya yang tinggal berapa bulan lagi, dirinya benar-benar sudah tak sabar ingin sekolah di SMA unggulan di kota A ini.


"Papa kok baru pulang?" tanya Rani saat melihat suami ingin ke lantai atas


"Iya habis makan di luar bersama teman-teman rekan bisnis kita" jawab Bagas kemudian berlalu dari hadapan Istrinya dan Anaknya


Rani hanya mengelus dada menghadapi sikap Suaminya yang semakin jarang makan bersama dirinya dan Anaknya di rumah, Rani kembali fokus dengan layar TV yang ada dihadapannya.

__ADS_1


Bella tau apa yang dirasakan oleh Mamanya sekarang, Bella juga merasa Papanya semakin hari semakin berubah semakim dingin


Entah apa yang sebenarnya membuat Papanya berubah, padahal Mamanya sudah berusaha menjadi Istri yang baik tapi tetap saja sikap Papanya masih juga dingin bahkan lebih parah.


Bella beranjak sejenak dari duduknya ingin mengambil minuman dingin di dalam kulkas, Bella melangkahkan kaki menuju dapur dan segera membuka kulkas.


Bella kembali ke tempat duduknya sembari membawa minuman kaleng yang ingin diberikannya untuk Mamanya, Rani menerima itu dengan senang hati kemudian segera membuka dan meneguk minuman kaleng tersebut.


.


.


Ditempat lain


Delisa menghampiri Ibunya yang sedang di dalam kamar, dilihatnya Ibunya duduk bersandaran di dinding dengan tatapan kosong dan kecewa.


"Delisa, warung impian Ibu hancur" kata Desi dengan nada suara agak serak karena habis nangis


"Iya bu, Delisa sudah tau. Ibu jangan sedih ya, mungkin ini bukan rezeki kita" kata Delisa terus mengelus lengan Ibunya


"Iya sayang, tapi Ibu gak habis pikir siapa yang tega memfitnah Ibu" kata Desi kembali terbayang dengan kotak styrofoam yang berisi ayam busuk dan ulatan


Delisa segera memeluk Ibunya, dirinya ikut sedih melihat keadaan Ibunya sekarang padahal dirinya tau Ibunya wanita paling kuat tapi entah mengapa hari ini begitu rapuh.


Desi berusaha tersenyum dirinya tak ingin Anaknya juga ikut memikirkan masalah yang dihadapinya saat ini, apalagi Anaknya sekarang harus lebih fokus sekolah karena beberapa bulan lagi Ujian Nasional.


Malam hari


Desi segera menyiapkan makan malam untuk mereka di ruang yang terhubungan antara dapur, dirinya harus bersemangat karena hidupnya tetap berjalan meski tanpa usaha warung makannya itu lagi.

__ADS_1


Desi juga akan memikirkan cara lain agar bisa membantu Suaminya mendapatkan pemasukan, Desii melakukan ini semua demi masa depan Anaknya apalagi Anaknya sebentar lagi SMA bakal membutuhkan biaya sekolah lebih banyak meski Anaknya lewat jalur beasiswa tetap saja seragam sekolah beserta buku-buku tulis harus beli sendiri.


Delisa dan Kedua orang tuanya segera menikmati dan menyantap makan malam mereka yang terhidang di atas karpet, Delisa bersyukur Ibunya sudah kembali semangat dan ceria tak seperti waktu sore tadi saat dirinya menghampiri.


"Sayang tadi kamu belajar tambahan?" tanya Dika disela-sela mereka makan


"Iya yah, Delisa akan belajar tambahan terus sampai mendekati Ujian Nasional" jawab Delisa menghentikan kunyahan dimulutnya


"Mulai besok Ayah lagi yang akan mengantar dan menjemput kamu sekolah" kata Dika


"Iya yah" jawab Delisa singkat


Desi hanya mendengar perbincangan Suaminya dan Anaknya itu, dirinya merasa kasihan dengan Suaminya yang pasti akan menjadi tukang ojek lagi.


Selesai makan Kedua orang tua Delisa masuk kamar tidur mereka, sedangkan Delisa melakukan rutinitas sebelum tidur terlebih dahulu yaitu menggosok gigi dan mencuci wajah.


Setelah itu Delisa masuk ke dalam kamar tidurnya memasukkan buku tulis untuk pelajaran besok beserta mengecek tugas rumah yang mungkin belum dikerjakannya, Delisa belajar sejenak agar besok tidak terlalu kesulitan jika di kasih pertanyaan oleh Guru.


Delisa begitu fokus dengan belajar sampai dirinya tak sadar jika waktu terus berjalan hingga Delisa pun tertidur di kursi belajarnya dengan kepala di atas meja, Dika yang kebetulan ingin mengambil minum di dapur melihat ke arah kamar Anaknya yang lampunya masih menyala biasa Delisa jika tidur mematikan lampu.


Di tambah sekarang waktu sudah menunjukan pukul 11 malam tentu seharusnya Delisa sudah tidur, Dika segera melangkahkan kaki ke kamar Anaknya terlebih dahulu kemudian membuka handle pintu kamar tidur Anaknya


Dika tersenyum melihat Anaknya ternyata sudah tidur hanya saja ketiduran di atas kursi belajar, Dika segera mengendong tubuh Anaknya dan membawanya ke atas kasur.


"Bayi Ayah sekarang udah gede, bahkan sekarang sudah semakin pinter melebihi Ayah. Selamat malam ya mimpi indah" kata Dika kemudian mencium pucuk kepala Anaknya


Dika menyelimuti tubuh Anaknya itu sembari mengelus pucuk kepala Anaknya, kemudian beranjak dari situ dan keluar dari kamar tidur Anaknya sembari mematikan saklar lampu yang ada di kamar tidur Anaknya.


Dirinya kembali melanjutkan tujuannya yang keluar kamar tadi yaitu mengambil minum, dirinya menuangkan air minum yang ada di dalam teko ke gelas dan segera meminumannya sampai habis.

__ADS_1


__ADS_2