Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Tak Mungkin


__ADS_3

Delisa masih diam mematung setelah mendengar perkataan dari Nathan barusan, dirinya tersadar ketika Wulan mengoyang lengannya ternyata Wulan meminta tolong kepada Delisa untuk ke ruangan dimana gaun pengantinnya berada.


Delisa menganggukkan kepala kemudian mengandeng tangan Wulan serta menuntun Wulan untuk sampai ke ruang tersebut, tiba disana Delisa juga membantu Wulan melepas kebaya yang di pakai Wulan saat ini dan membantu memakai gaun pengantin warna biru langit rancangan desain dirinya.


Ternyata Bima juga menyusul Wulan ke ruangan tersebut ingin mengganti jas juga, jas yang warnanya sama dengan gaun pengantin yang di pakai Wulan baru uaitu warna biru langit membuat kedua pengantin itu sangat serasi dengan baju senada tersebut.


Wulan dan Bima keluar dari ruangan tersebut berjalan beriringan, Bima berjalan dengan gagah sembari tersenyum menyapa semua tamu sedangkan Wulan berjalan sembari mengapit lengan Bima dan tangan yang satunya memegang bunga.


Sedangkan Delisa hanya bisa berjalan di belakang kedua pengantin itu sembari ikut menyapa semua tamu yang ada di dalam hotel, Delisa berhenti di salah satu kursi tamu yang bagian keluarga pengantin wanita kemudian duduk.


Kedua pengantin sudah duduk di kursi pengantin yang seperti singgahsana raja dan ratu, MC pembawa acara memulai kembali acara demi acara setelah kedua pengantin sudah duduk tenang dan dari depan para tamu undangan terus berdatangan.


Hingga tak terasa kini waktunya semua tamu undangan menyantap hidangan yang telah di sediakan oleh pihak hotel bintang 5 ini, dan sedangkan di arah kursi pengantin saat ini sibuk melakukan sesi foto bersama kedua pengantin.


Wulan melambaikan tangan kepada Delisa mengode Delisa untuk naik ke atas dan berfoto bersama, Delisa yang melihat lambaian tangan Wulan pun segera naik namun baru melangkahkan kaki berapa langkah ingin menaiki anak tangga Nathan langsung melingkarkan tangannya di pinggang Delisa.


Membuat Delisa kembali terdiam sembari melototi Nathan, Nathan justru hanya menyengir dan membantu Delisa melangkah hingga mereka tiba di dekat kedua pengantin.


Bella yang melihat pemandangam barusan langsung berlari mendekati Nathan dan Delisa, saat Delisa melihat Bella seperti kesal bersyukur jadi Delisa bisa pergi dari Nathan namun ternyata Nathan justru mempererat tangannya yang ada di pinggang Delisa.


"Ayo Pak foto kita berempat" kata Nathan kepada fotografer tersebut

__ADS_1


"Oke, siap-siap ya. 1..2..." ucap Fotografer itu namun terhenti saat Bella tiba-tiba masuk ke barisan


"Saya mau ikut" kata Bella berdiri di samping Nathan


"Gak boleh, ini cuma untuk kami berempat. Lihat kami berpasangan, kalo mau ikut cari pasangan dulu" kata Nathan membantah Bella sembari menatap tajam


Bella yang melihat tatapan tajam Nathan memilih turun dari sana sembari menghentakkan kakinya, dirinya tak ingin mempemalukan diri sendiri di depan semua tamu undangan hanya hal sepele.


Sesi foto pun di lanjutkan terus, Nathan masih di posisi yang sama melingkarkan tangannya di pinggang Delisa meski berapa kali Delisa berusaha melepaskan tapi masih juga susah karena begitu erat tangan Nathan memeluk pinggangnya.


"Kita tunggu undangan kalian" kata Wulan dan Bima mengoda Delisa yang begitu risih dengan perlakuan Nathan


"Wah tenang aja, pesta pernikahan kita nanti paling megah karena kita akan melakukan outdoor biar terasa suasana alamnya" jawab Nathan sembari tersenyum


Bella mendengar perkataan Nathan tak terima baginya tak mungkin Nathan bisa menikahi Delisa, apalagi Nathalie takkan mungkin mau merestui hubungan Nathan dengan Delisa dan bukankah Nathalie sedang mendesak Nathan agar mau bertunangan dengan dirinya.


Bella menoleh ke kiri ke kanan kedua temannya dari tadi entah kemana menghilang seperti di telan bumi, saat menoleh ke belakang ternyata kedua temannya itu sibuk menikmati hidangan yang ada disini sedangkan dirinya di tinggal dari tadi.


Bella yang masih kesal memilih untuk mengambil makanan agar rasa kesal hilang jika sudah makan banyak, Bella duduk di dekat kedua temannya yang saat ini sedang menyantap makanan namun sudah tinggal separuh.


"Wah, Saya benar-benar belum percaya loh Pak Dika sekarang sudah bisa berjalan lagi" kata Dody Ayahnya Wulan yang sedang mengobrol dengan Dika Ayahnya Delisa tak jauh dari Bella the gengs dan Bella mendengar obrolan itu

__ADS_1


"Iya, Pak Dody. Ini semua berkat Delisa juga yang mau membawa Saya ke Korea untuk berobat, meski ini hanya kaki palsu tapi ini bisa berguna juga" jawab Dika yang selalu membanggakan Anaknya


"Wah jadi kalian baru pulang donk dari Korea?" tanya Dody yang sudah tau kesuksesan Delisa sekarang


"Iya Pak dua minggu yang lalu, karena kata Delisa Wulan ngotot meminta Delisa pulang bahkan rancangan desain gaun pengantin Wulan harus Delisa yang bikin gak boleh karyawan Delisa" jelas Dika lagi


Uhhuuk...uhhuuk....


Bella tersedak dengan makanan saat mendengar obrolan Dody dan Dika, kedua teman Bella segera menyodorkan botol minum minerak dengan Bella sembari membantu mengosok punggung belakang Bella.


Setelah tenang Bella menarik napas panjang kemudian menghembuskan perlahan, lagi-lagi dirinya di buat kaget akan berita tentang kehidupan Delisa sekarang sepertinya tak mungkin Delisa bisa menjadi desainer bukankah Delisa putus sekolah dan yang bikin Bella kaget Delisa baru pukang dari Korea.


Ahh, negara impian Bella mengapa bisa Delisa pergi kesana dan menghabiskan uang berapa miliyar Delisa bisa mengobati Ayahnya sampai bisa membuat Ayahnya berjalan lagi seperti bukan orang cacat.


Bella mendengar semua ini rasanya ingin pingsan di tempat namun sebisa mungkin dia kuat, Bella benar-benar tak percaya kehidupan Delisa akan kembali berada di titik paling atas setelah begitu banyak rintangan yang di lalui Delisa.


Bella akan mengabari Mamanya tentang berita ini, sekarang Delisa tidak tinggal di rumah lama kemungkinan besar Delisa memiliki rumah lain dan tinggal di rumah baru karena tak mungkin Delisa kembali lagi ke Korea kalo Ayahnya sudah sembuh.


Bella harus mencari tau semua tentang Delisa sekarang, Bella memandangi ke arah kedua pengantin sembari memperhatikan gaun pengantin yang di pakai Wulan barusan yang tadi kata Ayahnya Delisa gaun pengantin itu rancangan desain Delisa.


Gaun pengantin yang indah bahkan hampir sama dengan gaun pengantin impian Bella, Bella mengajak kedua temannya untuk pulang dan sebelum pulang harus mengucapkan selamat kepada kedua pengantin sekalian memberikan kado yang telah mereka siapkan.

__ADS_1


"Wulan Bima, Selamat ya atas pernikahan kalian. Semoga selalu bahagia sampai kakek nenek hingga ajal yang memisahkan. Itu kado dari Saya" ucap Bella sembari menyalami kedua pengantin dan menunjuk kado yang paling besar


"Iya terima kasih sudah mau datang, semoga Kamu secepatnya menyusul kita" jawab Wulan sembari menyunggingkan senyuman


__ADS_2