Rumah Belakang Setra

Rumah Belakang Setra
BAB 112. ADA SESUATU DISANA


__ADS_3

“Kita mau ke mana pak Paino?” tanya pak Ngurah


“Ke tempat terakhir saya meninggalkan kawan saya pak, karena setelah itu semua menjadi kacau. Harapan saya di sana nanti saya akan menemukan petunjuk tentang teman saya pak”


“Apa pak Paino yakin dengan posisi dimana mereka terakhir terlihat itu?”


“Saya yakin pak”


“Ajik Darma sangat kaget ketika dia tau pak Paino memakai cincin dan membawa keris peninggalan keluarga dia. Tapi tadi Ajik Darma akan mencoba komunikasi dengan leluhurnya dulu”


Setelah beberapa waktu jalan akhirnya aku sampai di posisi tempat dimana aku dan temanku terpisah.


“Disini tempat kami berpisah pak. Saya ke desa untuk melihat apa yang terjadi, tiba-tiba semua menjadi berubah. Tapi waktu itu saya tidak kembali ke sini lagi untuk melihat keberadaan teman saya, saya waktu itu ketakutan pak”


“Mungkin seandainya saya waktu itu kembali ke sini beda lagi ceritanya pak. Jadi sekarang saya sedang berusaha mencari sesuatu yang ada di sekitar sini, mungkin bisa apa saja yang tertinggal”


“Kalau kata yang merasuki anak dari bu Tina berkata bahwa disini adalah tempat yang aman dan netral, saya tidak tau apa maksudnya itu pak Ngurah”


“Sekarang bantu saya cari sesuatu yang mungkin tanda dari teman saya atau apa gitu pak, saya cari di lokasi ketiga teman saya berada dulu, sedangkan pak Ngurah bisa ke lokasi sekelilingnya”


Aku mencari di sekitar sini saja, sedangkan pak Ngurah di tempat yang lebih jauh, dia berkeliling di sekitar pohon-pohon.


“Pak Paino, itu disana itu apa pak?” tunjuk pak Ngurah di dekat batang pohon yang agak jauh dari posisi tempat yang netral dan aman itu


Ternyata itu adalah kamera handycam yang selalu dibawa Sumadi, yang selalu digunakan untuk merekam kejadian yang penting, ketika aku lihat ternyata masih dalam keadaan standby. Untung masih ada sisa dua kotak level baterai.


Aneh, kenapa handycam ini bisa ada di masa ini, kenapa tidak ikut dengan Sumadi atau ikut dengan masa dimana dia dan yang lainya berada.

__ADS_1


“Bagaimana bisa benda ini ada disini ya pak Ngurah, seharusnya dia hancur atau ikut bersama Sumadi, bukannya ada di sini pak”


“Wah saya kurang paham kalau tentang itu pak Paino”


“Ini bukti nyata pak Ngurah, ayo kita balik ke puri dulu”


“Itu apa, gunanya untuk apa pak Paino?”


“Ini adalah handycam, alat perekam, hehehe di jaman ini belum ada ya pak, nanti kita lihat apa yang berhasil direkam teman saya itu”


*****


“Benda apa yang mau kamu tunjukan ke saya pak Paino, kata Ngurah benda itu penting?” tanya jik Darma setelah dia keluar dari ruangannya


“Ini pak, ini handycam, ini adalah alat perekam, dan secara tidak sengaja kami bawa, dan ini adalah bukti nyata kalau saya berasal dari masa depan pak”


Handycam aku nyalakan, aku cari file terakhir yang direkam Sumadi, ternyata ada file kemarin yang kerekam disini.


“Itu pak Wayan yang mengaku sebagai Jik Darma pak, apa bapak kenal dengan dia?”


“Saya tidak kenal, dia hebat sekali bisa melakukan hal seperti itu, atau memang ada puri di sekitar sini tapi di dimensi yang berbeda ya?


“Tapi saya rasa ketika itu kami ada di tempat ini yang sangat berbeda pak, jalan setapak ini sepi, karena ada Rangda dan  celuluk yang selalu berkeliaran mencari mangsa”


“Dan ada lagi pemuda desa yang ternyata sekarang sudah mati karena ngeleak, waktu itu dia masih hidup, tapi kemarin saya tanya ke pemuda disini, dia bilang pemuda desa yang saya maksud itu sudah lama mati”


“Hmm begitu ya. Nanti bisa antar saya ke tempat dimana teraknir pak Paino bertemu dengan teman-temannya, saya ingin mengamati tempat itu dulu” kata Jik Darma

__ADS_1


“Baik pak nanti akan saya antar ke sana, sekarang kita lihat lagi saja video selanjutnya pak”


Gambar yang ada di video  berlanjut hingga ketika aku, Sumadi, bu Tina, dan Gustin ada di sebuah tanah yang katanya netral itu.


Ini saat yang aku tunggu ketika aku tiba-tiba pergi ke desa untuk melihat apa yang sedang terjadi disana. Saat ini Simadi masih merekam apa saja yang dia lihat.


Tapi tiba-tiba datang pak Ketut, abdi dari pak Wayan, dia menjelaskan apabila kalian sedang dalam keadaan darurat, dan harus segera ke tempat yang lebih aman.


Sumadi menolak, dan bersikeras menunggu aku dulu sebelum mereka dipindah ke tempat yang lebih aman, tapi tiba-tiba Sumadi jatuh dan hadycam itu terlempar berguling guling disertai teriakan bu TIna dan Gustin.


Berikutnya semua menjadi hening, dan yang mengerikan Handycam ini merekam distorsi udara yang sangat aneh, seperti siaran TV yang sudah habis. Setelah itu tubuh ketiga temanku hilang secara perlahan lahan.


“Bagaimana menurut pak Darma?”


“Iya, ini sangat aneh, eh coba ulangi ketika teman kamu jatuh, saya tadi rasanya melihat sesuatu disana  pak Paino”


Kuulangi ketika Sumadi dalam keadaan jatuh, sesuai dengan permintaan pak Darma.


“Stop disitu pak… itu lihat keris yang ada di pinggangnya, keris itu masih ada di pinggang temanmu ketika tubuh temanmu itu jatuh”


“Perhatikan ketika keris itu bergetar hebat, coba perhatikan dengan seksama pak”


“Dan ada sesuatu yang menarik, lihat cincin yang dia pakai, cincin yang sama dengan yang kamu pakai, cincin itu bersinar”


“Eh pak Paino, ketika pak Paino ada di desa, apakah pak Paino sempat melihat cincin pak Paino?”


“Tidak pak, memangnya kenapa pak?”

__ADS_1


“Setahu saya, Keris dan cincin itu akan saling berhubungan apabila terjadi sesuatu yang menyebabkan kedua benda itu terpisah” kata pak Dharma


__ADS_2