Rumah Belakang Setra

Rumah Belakang Setra
BAB 75. TENTANG SIAPA MEREKA BERDUA ITU


__ADS_3

“Pertama saya ingin minta maaf kepada pak Paino dan pak Sumadi” kata bu Tina melanjutkan omongan


“Saya sebetulnya tidak ada niatan kesini, tetapi tadi pagi eh ketika ada masalah dengan pak Sumadi, saya sepertinya harus bicara dengan bapak-bapak ini”


“Kebetulan sekali kemarin kami saya sempat bertukar nomor telepon dengan mbak Hera ketika sebelum kejadian menimpa bapak Sumadi dan bapak Paino di dekat rumah saya


“Oleh karena itu tadi subuh saya telpon kedua mbak ini untuk menanyakan alamat bapak-bapak, dan eh ternyata mbak Hera dan gek Ayu memang ada rencana untuk kesini”


“Jadi sekalian saya datang kesini untuk sedikit memberikan penjelasan dan permintaan maaf saya yang sebesar-besarnya atas sesuatu yang menimpa pak Sumadi dan pak Paino”


“Pak Sumadi dan pak Paino, dari pertama bapak belanja nasi di tempat saya, saya sudah merasa ada yang aneh. Tapi saya tidak mau ikut campur urusan kalian, karena masalah saya juga sedang menggila”


“Eh baiklah… saya ceritakan dulu siapa saya, anak kembar saya dan suami saya…”


“Singkatnya kami disini sudah sekitar empat belas tahun lebih… kami berasal dari jawa timur, dari desa dari sebuah kota kecil”


“Saya, suami dan anak saya pindah kesini karena suatu sebab yang mengharuskan kami pindah atau sebab itu akan mencelakai orang banyak”


“Saya tidak akan menceritakan tentang keadaan desa kami yang bagaimana dan yang terjadi, yang saya akan ceritakan adalah keadaan anak saya”


“Dari lahir anak kembar saya itu mewarisi energi yang luar biasa dari leluhurnya, khususnya anak perempuan saya yang bernama Gustin, eh sebentar agak rumit ceritanya”


“Gini aja… lima belas tahun lalu saya adalah keturunan terakhir yang berwujud manusia dari penghuni perkampungan ghaib di tengah hutan desa saya”


“Saya menikah dengan suami saya Agus, dan sesuai dengan hasil USG seharusnya saya memiliki satu anak perempuan saja”


“Tetapi karena bakal anak saya adalah pewaris selanjutnya dari penghuni perkampungan ghaib, dan anak saya mempunyai energi yang luar biasa, dan energi itu banyak yang ingin memiliki. Maka secara ghaib ketika saya melahirkan, yang keluar adalah dua bayi”


“Yang perempuan adalah anak saya Gustin, sedangkan yang laki-laki adalah pelindung atau penjaga anak saya yang saya beri nama Gusta”

__ADS_1


“Keduanya memiliki energi yang bertentangan, dan apabila disatukan di daerah sana bisa mengakibatkan timbulnya bencana, eh satu lagi Gusta memiliki penjaga yang tugasnya menjaga mereka berdua dari sesuatu yang berbahaya”


“Penjaga itu tidak mengenal dan tidak peduli siapa orang tua dari kedua anak kembar saya, bahkan ayah mereka pernah bermasalah dengan penjaga itu ketika kami masih ada di tempat asal kami”


“Leluhur saya pernah bilang, energi kedua anak saya akan menjadi energy yang positif ketika mereka dewasa nanti”


“Itu cerita saya dan keluarga saya sebelum kami pindah ke pulau ini. Kami pindah kesini karena ya tadi itu, agar energi kedua anak saya tidak menimbulkan bencana di hutan dan perkampungan ghaib”


“Umur kedua anak saya waktu itu baru tiga bulan ketika kami putuskan untuk menyeberang laut agar energi mereka tidak kembali ke hutan itu lagi”


“Tidak ada yang terjadi dengan anak saya hingga mereka berumur sepuluh tahun, kami hidup di daerah ubud sana, suami saya kerja di sebuah rumah makan milik seorang teman yang ada di kota asal kami”


“Tapi entah kenapa, tiba-tiba rumah makan tempat suami saya kerja itu ditutup oleh pemiliknya, tidak ada kabar sebelumnya, hanya tiba-tiba ditutup begitu saja”


“Ketika kami hubungi teman kami pemilik rumah makan itu, ternyata nomor ponselnya sudah ganti. Pengurus rumah makan itu juga tidak tau kenapa harus ada perintah tutup”


“Nama teman kami ini adalah Hendrik seorang keturunan china yang baik kepada kami”


“Kata pengurus resto, rumah dan resto ini sudah dijual dan pemilik baru tidak ingin ada karyawan lama yang ada disana”


“Setelah itu kami limbung, dengan sisa uang yang ada kami kontrak rumah di kota, mobil juga sudah kami jual untuk menyambung hidup, kami mulai merasakan hidup susah disini”


“Suami saya sulit mendapatkan pekerjaan, karena umur dan tidak memiliki ijazah yang sesuai.. Kami mencoba berjualan pakaian bekas, dan apapapun yang kami bisa”


“Tetapi semua gagal dan keuangan kami semakin merosot. Pokoknya kami benar-benar kesulitan”


“Disini mulai muncul sesuatu  yang aneh… anak saya Gusta yang biasanya diam dan tidak banyak ulah, tiba-tiba menjadi lebih agresif, selalu berkelahi di sekolah, dan tidak mau lepas dari adiknya”


“Adiknya harus ada di sebelah Gusta kemanapun dia pergi, bahkan kalau Gusta sedang mandi, adiknya harus ada di depan kamar mandi”

__ADS_1


“Saya sempat tanya kenapa dia jadi aneh, katanya akan ada yang akan menyerang adiknya. Dan dia harus melindungi adiknya dari apapun”


“Gusta menjadi paranoid, dan yang mengerikan adalah penjaga tak kasat mata dari Gusta yang sudah ada sejak dia lahir, penjaga itu tiba-tiba muncul lagi, saya sempat memergoki penjaga tinggi besar itu muncul di dalam rumah saya”


“Padahal penjaga itu sudah bertahun-tahun tidak pernah muncul lagi semenjak kami pindah ke pulau ini”


“Penjaga itu sudah tidak seperti dulu lagi, dia bisa berubah wujud menjadi manusia yang berbadan tegap dan tinggi”


“Semenjak itu anak kedua anak saya sering sakit, bukan sakit biasa, tetapi mereka eh… raga halus mereka pergi berkelana bersama penjaga Gusta”


“Maaf ada yang kelewatan pak, dulu waktu masih berumur tiga bulan, kedua anak saya kalau malam hari raga halusnya juga sering keluar dari raga kasarnya, hal ini karena mereka berdua kami pisah”


“Kami pisah karena energi mereka apabila digabungkan dampaknya akan sangat mengerikan. Tetapi dasarnya anak kembar, mereka tidak mau berpisah, dan atas bantuan dari penjaga Gusta, raga halus mereka tiap malam selalu bertemu untuk bermain pak”


“Kembali lagi ke cerita awal, kalau sudah gitu kedua anak saya seperti orang yang sedang tidur atau pingsan, tidak ada yang bisa mengobati anak saya. Sudah ratusan orang pintar yang datang dan mencoba mengobati anak saya, tetapi selalu gagal, bahkan ada yang gila”


“Kalau anak saya sakit, saya bergantian dengan suami saya nungguin anak saya hingga dia bangun atau sadar kembali”


“Tapi dua bulan ini sakitnya bertambah sering, sehari kadang bisa dua kali mereka pingsan, sekali pingsan bisa dua atau tiga jam, dengan keadaan seperti itu saya tidak bisa jualan nasi, sehingga suami saya yang jaga anak saya”


“Tetapi masalahnya penjaga Gusta itu sangat benci dengan suami saya semenjak anak saya berumur tiga bulan, sejak kami tinggal di tempat asal kami”


“Saya lupa kenapa suami saya dibenci oleh penjaga Gusta, pokoknya sejak peristiwa belasan tahun lalu penjaga ghaib Gusta sudah tidak suka dengan suami saya”


“Akibatnya apabila kedua anak kembar saya sedang sakit, dan suami saya yang jaga, penjaga ghaib Gusta selalu menyakiti suami saya”


“Yang dia lakukan kepada suami saya tentu saja hal yang berbau ghaib, seperti mempengaruhi pikiran suami saya untuk bunuh diri, atau menyakiti fisik suami saya”


“Dan itu terjadi berulang ulang apabila suami saya menjaga anak saya… eh maaf pernah suami saya jadi kurang waras, sempat saya bawa ke rumah sakit jiwa, karena dia sering tertawa dan teriak-teriak sendiri”

__ADS_1


“Sebelumnya saya tidak tau apa yang dilakukan raga tak kasat mata kedua anak saya bersama dengan pengawalnya”


“Tetapi setelah Basuki pemilik warung yang dekat dengan warung saya datang ke rumah dan mengatakan kalau dua anak saya pernah datang dan menyuruh orang yang makan disana agar pindah ke warung saya, baru saya tau apa yang mereka lakukan di luar tubuh kasarnya”


__ADS_2