
SUMADI POV
Aku tidak percaya, dengan apa yang aku dengar, apakah memang Paino sudah tiada, tapi kenapa suara yang terdengar di telingaku itu seperti suara Paino yang sesungguhnya.
“Bagaimana pak Sumadi, apa yang akan bapak lakukan?”
“Sekarang saya akan bawa ibu pergi dan kedua anak ibu, saya sudah pasrah dengan kehidupan saya bu, yang saya pikir sekarang bagaimana menyelamatkan sisa yang masih selamat ini”
“Saya akan antar ibu hingga ke desa ibu, dan mungkin butuh waktu lebih dari 15 jam. Tunggu sebentar, saya akan siapkan semuanya dulu”
Pertama yang akan aku lakukan adalah menyiapkan dan membawa peralatan dan pakaianku, kemudian aku Wa mbak Hera dan gek Ayu untuk menjaga raga Paino, dia juga minta agar raganya ditaruh di lemari pendingin juga
Setelah selesai dengan Wa, aku menyiapkan mobil Paino, setelah semua siap, aku akan bilang kepada bagian administrasi hotel bahwa aku keluar kota barang beberapa hari, untuk urusan lolokcicing akan aku beritahu nanti ketika sedang istirahat di suatu tempat.
“Ayo bu Tina, Gusta, Gustin, naik ke mobil itu, kita segera pergi dari sini sekarang”
“Cepat Di, cepat pergi dari sana sebelum semuanya berantakan Di”
Suara itu datang lagi, suara si Paino, dia berkata tentang Agus yang akan melepaskan diri, sebenarnya Agus ada dimana, dan Paino ada dimana, apakah mereka ada di sebuah dimensi lain?
Mobil kujalankan menuju ke arah luar kota, trafik light dari sini ke arah luar kota agak membuat aku jengkel, karena banyaknya lampu bangjo, karena banyaknya perempatan di sekitar sini
Butuh waktu tiga puluh menit untuk bisa menuju ke arah luar kota dari dalam kota, mobil aku kemudian dengan tenang, dan butuh waktu sekitar tiga jam hingga sampai ke dermaga kapal.
__ADS_1
Di sebelahku adalah bu Tina, dia terlihat letih, beberapa kali dia menengok ke belakang, karena kedua anaknya duduk di belakang.
“Bu Tina, sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian?”
“Apa pak Sumadi tidak bermimpi seperti yang saya alami?”
“Eh saya tidak tau apa yang ibu maksud, tapi tolong jelaskan secara singkat saja bu agar saya bisa jelas mengartikannya”
“Saya bermimpi pergi ke sebuah desa bersama mbak Hera dan gek Ayu. disana ada anak saya Gustin, pak Sumadi dan pak Paino, juga ada pak Wayan dan pada saat ini suami saya juga ada disana sedang melakukan penyerangan kepada tempat tinggal pak Wayan”
“Kemudian kami berada di sebuah hutan… eh waktu itu Gusti kesurupan, dia kedatangan arwah leluhur dari desa saya. Kemudian kami ke sebuah tempat yang aman, disana kita hanya bertiga pak, saya pak Sumadi dan Gustin saja”
“Pak Paino waktu itu pergi entah kemana, nah pada saat itu tiba-tiba Gusta datang dengan beberapa luka di tubuhnya, dia bilang bahwa dia habis dipukuli oleh ayahnya”
“Setelah itu saya bangun pak, saya ada di rumah bersama dua anak saya, dan mimpi kedua anak saya sama dengan mimpi saya pak”
“Setelah itu apa yang terjadi bu, itu kan 3 hari lalu kalau tidak salah ya bu?”
“Benar itu tiga hari lalu pak, tapi semenjak itu saya selalu bermimpi atau berhalusinasi agar saya cepat pergi dari sini, karena saat ini suami saya sepertinya belum bangung”
“Maksudnya bagaimana bu?”
“Suami saya masih tidur, tiga hari ini suami saya sedang tidur, biasanya kalau seperti itu raga halusnya sedang pergi entah kemana pak”
__ADS_1
Aneh, mimpi yang sama dengan yang aku alami tiga hari lalu.
Waktu itu setelah Paino pergi meninggalkan kami, kemudian semua jadi berubah, Paino tidak kembali lagi, sedangkan aku masih ada disana.
Aku bersama Gusta, Gustin, dan bu Tina tinggal disana di bawah tanah, seperti sebuah bunker tua. Tapi aku berusaha memberi tahu Paino dengan menggoreskan pesan di batang pohon yang ada disana, hingga kemudian aku terbangun.
Nggak tau gimana, pokoknya aku merasa Paino ada di masa depan. Dan selama aku ada di dalam bungker pak Wayan sama sekali tidak nampak.
Dan anehnya benar kata bu Tina, Gusta datang dalam keadaan luka juga! Itu hanya mimpi yang sama dengan yang dialami bu Tina, tapi apakah itu yang sebenarnya?
Artinya sekarang raga halus Paino entah ada dimana, karena dia bilang bisa menahan Agus untuk sementara waktu. Dia bersama siapa, dan siapa yang membantunya.
Apakah dia bersama pak Wayan?
Tadi Paino sempat bilang jangan minta bantuan pak Wayan, dan pak Wayan juga pergi ketika bu TIna dan kedua anaknya datang ke sini. Sebenarnya apa yang terjadi dengan pak Wayan.
Ah malah bikin aku pusing kepala saja
“Nanti setelah kamu menyeberang, langsung saja ke rumah dia saja Di, jangan putar balik apapun yang terjadi dan jangan mau dibujuk oleh pak Wayan”
“Saya dan pak Darma sedang menahan Agus, dia saat ini terdampar di masa ini bersama aku, dan kami temukan Agus dalam keadaan tak sadarkan diri di tengah hutan”
“Cepat bawa pergi mereka di tempat asal mereka.Jangan bilang suaminya ada di masa lalu dan sedang dalam keadaan tidak sadar, kami masih belum tau kenapa sampai Agus tidak sadarkan diri, pokoknya tugasmu sekarang antar mereka sampai ke tempatnya Di”
__ADS_1
Aneh suara Paino ada di dalam kepalaku, seolah aku ini sedang menggunakan telepon seluler saja, tapi aku sengaja tidak ingin menjawab apa yang tadi Paino katakan.
Apa yang terjadi dengan Agus suami bu Tina, kenapa dia sampai tidak sadarkan diri.