Rumah Belakang Setra

Rumah Belakang Setra
BAB 118. PAK SUDIRAN


__ADS_3

SUMADI POV


Gila aku nggak tidur sama sekali… empat belas jam perjalanan tanpa ada gangguan sama sekali, akhirnya aku sampai di sebuah kota kecil di daerah jawa timur.


Aku nggak tau apa yang sedang terjadi di Rumah belakang setra, atau di rumah sakit tempat jasad Paino empat belas jam lalu ketika aku, bu TIna dan Gustin sudah meninggalkan pulau itu.


Bu Tina, Gusta, dan Gustin pun tetap terjaga selama perjalanan yang lama, dan mereka berdua menemani aku yang  herannya sama sekali tidak istirahat selama perjalanan ini.


“Itu lurus saja pak Sumadi, nanti akan ketemu sebuah desa tempat saya tinggal” kata bu Tina


Pagi hari sekitar pukul sepuluh aku melewati sebuah rumah sakit yang pagi ini lumayan rame, rumah sakit itu mungkin adalah rumah sakit umum satu-satunya yang ada di sini.


“Pak Sumadi bisa mampir ke rumah sakit itu dulu sebentar saja?”


“Ada apa bu, apa ada yang sakit kok harus mampir ke sana?”


“Kita harus ketemu dengan dokter Joko dulu pak Sumadi, dia yang sangat membantu kami ketika saya dan suami saya Agus ada di tempat ini”


*****


“Dimana kita akan temui dokter Joko itu bu?”


“Di belakang sana pak, di bagian UGD, dia selalu ada disana”


Kami sudah ada di belakang rumah sakit, tapi mendadak bu Tina terdiam setelah melihat bagian belakang rumah sakit yang berupa bagunan  bertingkat dan nampak baru dari pada bangunan yang ada di depan.


“Kenapa bu?”


“Rumah sakit ini sudah di renovasi pak, dan ruang UGD itu sudah berubah, tidak ada disini, bahkan kamar mayat pun tidak ada disini pak”


“Kita tanya ke pos penjagaan di depan saja bu?”


“Tidak usah pak, kita masuk ke dalam saja, dan cari dokter Joko”

__ADS_1


“Eh tapi lebih baik tanya ke penjaga saja bu, mereka pasti juga tau dimana dokter yang ibu cari itu”


“Ya sudah pak Sumadi, kita ke ruangan pusat sekuriti disini saja dulu”


Kami kembali ke bagian depan rumah sakit, kemudian bu Tina menuju ke sebuah ruangan yang mungkin ruangan itu adalah ruangan utama bagi penjaga keamanan disini.


Setelah bu Tina mengetuk beberapa kali di pintu ruangan sekuriti, akhirnya pintu itu terbuka. Seseorang yang terlihat tua atau bisa dibilang senior, tetapi tubuh orang itu masih tegap keluar dari pintu itu.


Di bet namanya tertulis satu nama saja SUDIRAN


“Ada yang bisa saya bantu bu?” tanya penjaga keamanan yang ada di depan kami


“Eh maaf selamat pagi, saya mau menanyakan ruang UGD dimana ya pak?” Tanya bu Tina


Tapi sebelum penjaga keamanan tua itu menjawab pertanyaan bu TIna….


“Eh bapak ini pak Diran?” kata bu Tina sambil melihat bet nama yang ada di bagian dada pakaian penjaga itu


“Maaf apa benar ini pak Diran yang dulu sekitar sepuluh tahun lebih pernah jaga di hotel berdarah yang ada di tengah hutan sana itu?”


“Maaf bu di tengah hutan sana tidak ada hotel. Sekarang adanya sebuah resort yang sudah tutup tiga tahun ini, ya dulu memang ada hotel di sana, nama penginapan itu adalah Singgasana Adem Ayem” kata pak Diran


“Ya itu bapak, hotel itu yang saya maksud” kata bu Tina


“Bapak pasti lupa dengan saya, saya ini Tina, dan ini kedua anak saya, Gusta dan Gustin. Dulu Gusta sekitar tiga bulan tinggal di rumah bapak kan” kata bu TIna berapi api.


“Kamu benar bu Tina suami pak Agus keturunan dari penjaga tanah hutan itu!?” tanya pak Sudiran masih heran


“Astagaaaa… sudah bertahun tahun, saya selalu menanti kabar dari kalian, dari pak Agus juga. Sekarang mana pak Agusnya?”


“Nanti saja ceritanya pak Diran, eh dokter Joko sekarang ada di mana pak?”


“Beliau sudah meninggal sekitar satu tahun lalu, saya ada disini juga atas bantuan dokter Joko juga”

__ADS_1


“Bu Tina, sebentar lagi saya shift malam saya berakhir, bagaimana kalau ke rumah saya saja dulu, ceritakan apa yang terjadi dengan kalian, saya lihat bu TIna sedang dalam keadaan yang tidak baik”


*****


Bu Tina sedang cerita kepada pak Sudiran tentang yang mereka alami ketika ada di perantauan, sebuah cerita yang sama dengan yang pernah aku dengar ketika disana.


Dia juga menambahkan tentang keadaan Gusta dan Gustin yang semakin hari semakin buruk, akibat dari Agus suaminya.


“Keadaan bu Agus eh Bu Tina tidak ada bedanya dengan yang ada di sini, tepatnya di resort yang bernama Kembang Mayang itu.” pak Sudiran memulai ceritanya


“Semenjak pak Agus dan bu Tina pergi dari sini, perlahan lahan semua menjadi kacau, dan itu dimulai ketika resort itu sudah berdiri, mulai dari kasus bunuh diri, kesurupan, tindak kekerasan, ancaman dari desa yang ada di belakang sungai hingga datangnya demit yang menakuti pengunjung kerap berlangsung”


“Ketika saya runtut satu persatu masalah yang ada disana, ternyata semua berhubungan dengan tidak adanya paku bumi disini, alias tidak ada bu Agus eh bu Tina disini yang menjadi penyeimbang tanah tengah hutan itu”


“Setelah keadaan semakin kacau dan makin sepi pengunjung, saya resign dari sana, dan alhamdulillah diberi pekerjaan oleh Dokter Joko yang ketika itu pimpinan satpam di rumah sakit itu meninggal”


“Setelah saya kerja di rumah sakit itu, saya tidak pernah tau dan tidak mau tau tentang resort milik pak Jay dan pak Hendrik itu”


“Hingga saya mendapat kabar bahwa pak Jay ditangkap polisi karena kasus perdagangan Narkoba, sedangkan pak Hendrik mengalami kebangkrutan finansial”


“Sekarang kabar disana bagaimana pak Diran?”


“Yah ditinggal begitu saya, karena tidak ada yang mengurusi, yang datang sekarang ya lelembut saja hehehe”


“Eh bu Tina rumah yang ibu dan pak Agus pernah kalian tinggali itu masih ada dan masih bersih. Karena saya tinggal disana ketika saya kerja di resort itu”


“Sekarangpun tiap seminggu sekali saya datangi dan saya bersihkan rumah itu, jadi bu Tina tidak usah khawatir mau tinggal dimana, karena rumah itu kondisinya masih bagus”


“Tenaga listriknya bisa menggunakan solar cell atau dari listrik Negara”


“Apa aman tinggal disana pak Diran?”


“Aman bu, saya sering ke sana malam-malam kalu sedang ingin melihat keadaan resort yang sekarang jadi markas hantu. Tapi rumah bu Tina tidak ada yang berani mengganggu, saya juga heran, tidak ada satu demit pun yang mendiami rumah itu”

__ADS_1


__ADS_2