
“Pukul 14.46 kami mulai menuruni tangga yang menuju ke bawah tanah”
“Tangga ini aneh, dan tidak sesuai perkiraan saya, dari atas tadi tangga ini terlihat sangat curam sehingga saya pikir akan merasa sulit untuk turun ke sana”
“Tetapi ketika saya menapakan kaki ke anak tangga, tangga ini rasanya aman dan landai”
“Apalagi dengan adanya pegangan untuk tangan, saya rasa anak kecilpun akan mudah melalui tangga yang terbuat dari cor coran beton ini”
“Anak tangganya pun dibuat sedemikian rupa sehingga dalam melangkan ke bawah atau bahkan naik ke atas tidak memerlukan tenaga. Pokoknya saya turun tangga ini seperti saya melangkahkan kaki berjalan di tempat yang datar”
“Sangat tidak terasa curamnya, saya tidak paham kenapa bisa begitu”
“Kami menuruni tangga mungkin ada sekitar tiga puluh detik, karena kami berjalan pelan dan sangat berhati-hati”
“Sekarang kami sudah ada di dasar ruang bawah tanah, saya tengadahkan kepala untuk melihat plafon ruang bawah tanah, kalau dari atas sana hingga di dasar ruangan ini mungkin ada sekitar empat meter”
Cukup tinggi juga lho untuk ukuran ruangan bawah tanah yang pernah saya tau, saya sapukan cahaya senter ke segala arah”
“Masyaallah ruangan bawah tanah ini sungguh diluar perkiraan kami..”
“Tadinya saya pikir rumah ini hanya kecil saja, karena yang diatas itu hanya ada satu kamar utama, satu ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan, juga ada kamar mandi…yah semacam rumah sederhana yang normal”
“Tetapi di ruang bawah tanah yang saya terangi dengan menggunakan senter saya, yang terlihat diluar pikiran saya!”
“Dasar ruang bawah tanah ini adalah ruang tamu, atau ruang untuk bersantai, karena ada seperangkat sofa yang besar, tv layar datar menempel di tembok yang ukuranya mungkin 52 inch, karpet tebal yang menutupi seluruh lantai ruang tamu”
“Diatas plafon ada lampu gantung…. “
“Wah hahaha ada lampu gantung yang indah. Pada jaman sekarang sudah sangat jarang orang menggunakan hiasan lampu gantung”
“Lampu model begini biasanya disukai oleh tamu mancanegara yang menginap disini, dan kesannya mewah kearah model eropa”
“Dinding ruang bawah tanah ini hanya menggunakan wallpaper, tetapi wallpaper yang ada disini berbeda dengan yang ada diatas, yang ada di atas bermotif bunga-bunga yang terlihat murahan”
__ADS_1
“Wallpaper yang ada disini bercorak batu batuan berwarna putih yang timbul, sehingga ruangan ini terlihat natural. Wallpaper itu terbuat dari bahan karet sepertinya”
“Di Sumadi… coba lihat dinding ruangan ini, ini dari bahan karet, dan bercorak batu yang timbul ya… semacam relief ya Di” aku memegang wallpaper dinding ruang bawah tanah yang aku terangi dengan menggunakan senter
“Eh No… itu di dinding sebelah sana ada saklar.. Coba kamu nyalakan, syukur-syukur lampu disini bisa nyala”
“Kok kamu berpikiran bisa nyala Di?”
“Soalnya kan lampu teras rumah ini dalam keadaan nyala, siapa tau lampu disini juga bisa nyala”
Aku arahkan senter ke tempat yang ditunjuk Sumadi…
Ternyata di dinding itu ada semacam saklar model tuas… setelah aku dekati dan aku terangi, saklar model tuas itu posisinya ada di tengah.
Jadi ada tiga posisi, electricity-off-generator, sekarang tuas itu pada posisi tengah atau off. Sehingga kalau tuas itu diarahkan ke atas maka pastinya akan tersambung dengan aliran listrik.
“Gimana menurutmu Di?”
“Jangan lancang No, eh tapi penasaran juga… lebih baik ijin dulu sama penunggu ghaib yang ada disini No”
“Selamat sore untuk para penunggu ghaib ruangan bawah tanah ini, saya dan teman saya tidak bermaksud untuk menantang kalian, kami bukan juga kesini untuk mengusir kalian, kami juga bukan bermaksud uji kekuatan ilmu dengan kalian, kami disini hanya ingin berinteraksi dengan kalian saja”
“Jadi kami mohon ijin untuk menyalakan listrik rumah ini barang sebentar saja agar kami bisa menikmati keindahan ruangan tempat kalian kini berada”
Setelah aku bicara dengan entah siapa sebagai penunggu ghaib di sini, kemudian aku mendekati saklar tuas yang letaknya mungkin sekitar dua meter dari lantai karpet ruangan ini.
Bismillah, tuas ini aku angkat ke atas, agar tersambung dengan aliran listrik.
Klek..
Satu detik pertama tidak terjadi apa-apa. Tapi detik berikutnya lampu gantung yang ada disini mulai menyala!
Disusul dengan lampu-lampu model downled yang ada di plafon ruang bawah tanah ini menyala semua.
__ADS_1
Sekarang keadaan disini sudah terang, meskipun bukan terang benderang, karena lampu yang ada disini jenis warna kuning. Bukan lampu led putih yang sedang musim pada jaman sekarang.
Model bohlam lawas warna kuning memang memberikan kesan klasik dan mewah, sehingga menimbulkan suasana artistik yang luar biasa.
Ternyata di tembok yang dekat dengan meja makan itu ada sebuah pintu yang tertutup keadaanya, tapi ini nanti saja, sekarang aku dan Sumadi fokus pada ruangan ini dulu saja.
“Luar biasa Di, ternyata bagian atas dari ruangan ini dilapisi oleh kayu lapis yang di pernis mengkilap. Kayu yang melapisi bagian atas ini serat-seratnya sangat tajam sehingga kesannya sangat mahal”
“Bagian atas ini sepertinya dari kayu sonokeling No, kalau bahasa enggresnya kayu rosewood yang biasa dipakai untuk neck gitar heheheh” kata Sumadi yang masih memvideo bagian plafon ruang bawah tanah
“Ayo bicara di alat perekam No, jangan cuma tolah toleh menikmati keindahan ruang bawah tanah ini aja No”
“Iya Di aku lali rek heheheh”
“Selamat sora eh sore, saya lanjutkan dengan report tentang bagian ruang bawah tanah yang ternyata menakjubkan”
“Eh tadi saya merubah saklar tuas ke arah atas, dan sekarang aliran listrik sudah menyala di ruangan bawah tanah yang menurut saya sangat menakjubkan”
“Setelah tadi aliran listrik menyala, lampu gantung yang ada di atas kami juga ikut menyala, selain itu ada beberapa lampu downled yang menyala juga, sehingga keindahan ruang bawah tanah ini sudah terlihat”
“Yang sangat indah dan terkesan luar negeri adalah bagian plafon ruangan ini, karena terbuat dari kayu yang seratnya sangat indah, kemungkinan besar dari kayu sonokeling atau kata Sumadi bahasa enggresnya adalah kayu rosewood”
“Sekarang saya akan menggambarkan sebisa saya tentang ruangan tempat kami sedang berdiri ini”
“Sangat tidak dipercaya, ruangan persegi dengan wallpaper relief batu ini berukuran sekitar 4x6 meter, dengan karpet berwarna krem dengan corak bunga, dan sofa kulit yang indah. Ada meja kaca di tengah sofa dan tv berukuran besar yang menempel di tembok”
“Di sebelah sofa ada meja bar dengan aneka botol minuman yang bentuk botolnya khas, di sebelah aneka botol itu ada rak atau apalah…pokoknya gunanya untuk menaruh gelas”
“Kemudian di sekitar meja bar itu ada beberapa kursi bar, eh ada empat kursi bar yang tinggi. Beberapa lukisan indah terpasang di dinding ruangan”
“Di balik meja bar, adalah sebuah meja makan yang kosong, dan tentu saja ada empat buah kursi yang mengelilingi meja makan itu”
Sik sebentar, aku kok merasa ada hembusan angin dan bau khas tanaman ya disini, rasanya kayak aku ada di luar rumah ini, di antara pohon dan tanaman belukar.
__ADS_1
“Eh Di, apa kamu merasa kayak ada angin semilir dan bau tanaman basah ya?”
“Iya No, rasanya koyok kita ini ada di hutan atau di sebuah taman yang dingin dengan tanaman yang ada di sekitar kita, baunya ini lho No sangat khas”