
“Jangan banyak bergerak No, dan tetap bicara kepada yang ada di sekelilingmu aja, karena kamu sekarang tidak sendirian” bisik Sumadi dengan suara sedikit bergetar
“Ayo jangan diam saja No, cepat bicara apa saja dengan siapa saja yang ada di sekelilingmu!” kata Sumadi dengan nada sedikit memaksa
Aku kaget ketika tau bahwa Sumadi berkata aku tidak sendirian, artinya yang saat ini dia lihat di layar handycam nya itu sesuatu yang tertangkap kamera.
Sumadi tenang sekali, dia kayaknya tidak takut ketika mengambil video ke arahku…tapi suara dia agak bergetar, dia pasti sedang ketakutan, tetapi entah ada alasan apa sehingga dia tetap mengambil gambarku.
“Aku harus bilang apa Di, aku harus bicara apa dengan mereka yang katamu ada di sekelilingku?!!!!!”
“Katakan permisi dan bilang saja kamu senang ada di kursi itu bersama dengan yang ada disitu juga No, dan jangan tanya apakah aku bisa melihat sesuatu itu, pokoknya kamu ajak mereka berkomunikasi saja dulu No…”
“No, pokoknya ajak mereka yang ada disana bicara, ini juga demi keselamatan kita berdua disini” lanjut Sumadi
Keselamatan kita berdua, memangnya apa yang sekarang sedang dilihat Sumadi…
Aku nggak tau kenapa Sumadi bisa berkata seperti itu, seolah ada yang memberitahu bahwa aku harus bicara dengan yang ada di sofa ini, dan kenapa juga ada kata-kata demi keselamatan kita berdua disini.
Baiklah, akan aku lakukan apa yang Sumadi katakan itu.
“Selamat malam yang ada di sofa, saya tidak akan melakukan apa-apa kepada kalian yang ada di sofa ini, saya hanya ingin merasakan duduk disini dan berinteraksi dengan kalian saja”
“Asal diketahui, saya tidak mempunyai keahlian apa-apa untuk bisa berinteraksi atau berkomunikasi dengan makhluk sejenis kalian”
“Kami juga tidak mempunyai kekuatan ghaib untuk menyerang atau mengusir kalian, jadi saya dan teman saya ini seharusnya bukan merupakan ancaman bagi kalian, tetapi justru kalianlah yang merupakan ancaman bagi kami”
“Saya hanya ingin berteman dengan kalian, saya tidak sedang mencari kesaktian disini, saya tidak mencari pesugihan disini, saya tidak mencoba ilmu disini, saya tidak uji nyali”
“Sekali lagi saya katakan, kami berdua hanya ingin merasakan kehadiran kalian tanpa ada serangan dari kalian yang ada disini”
Mendadak aku mulai merinding….
Selesai tadi aku bicara, di belakang telingaku yang sebelah kiri seperti ada udara dingin yang bertiup atau berhembus.
Eh sebenarnya bukan bertiup, dan bukan juga bukan berhembus, tetapi seperti kalau ada sebuah es batu yang didekatkan ke telingaku, rasanya dingin sekali.
Beberapa detik aku hanya diam saja….. Aku terus merasakan sesuatu yang sangat dingin di telingaku.
Tapi tapi beberapa detik kemudian rasa dingin itu tidak aku rasakan lagi ada di belakang telinga kiriku
Karena sekarang angin atau udara dingin itu sekarang mulai melingkupi tubuhku.
Tidak…bukan melingkupi tubuhku, tetapi hanya lewat dan menelusuri tubuhku saja.
Aku harus lanjutkan merekam apa yang aku rasakan.
__ADS_1
“Barusan saya merasakan ada udara yang sangat dingin berhembus di belakang telinga kiri saya, tetapi sebenarnya tidak mirip dengan hembusan…”
“Eh udara dingin ini lebih mirip dengan sesuatu yang dingin semacam es batu yang didekatkan ke telinga saya”
“Tapi hanya sejenak saya, dan sekarang saya sudah tidak merasakan udara dingin itu di telinga saya,....”
“Tetapi ada yang berubah dengan tiba-tiba…..”
“Udara dingin itu sekarang ada di bagian kaki saya….seperti sedang memegang atau mencengkram kedua bagian kaki saya”
“Tadi awalnya udara yang dingin itu ada di belakang telinga kiri, dan sempat membuat saya merinding ketakutan, tapi hanya sejenak saja… udara dingin yang dekat dengan telinga saya sudah hilang”
“Yang terjadi sekarang berbeda, saya merasakan sesuatu yang sangat dingin itu ada di bagian kaki…seperti sedang mencengkram kaki saya”
“Eh tepatnya di kedua mata kaki saya…..saya merasakan dingin seperti es yang sedang memegang mata kaki saya”
“Tetapi tidak lama. Karena sesuatu yang dingin ini sekarang bergerak di sekitar telapak kaki dan punggung telapak kaki. Telapak Kaki saya seperti sedang dipegang oleh sesuatu yang rasanya sangat dingin”
“Sekarang malah bergerak pelan berputar di telapak kaki dan perlahan naik….. Sampai disini saya tidak berani menggerakan kaki saya”
“S…saya tidak berani menggerakan kaki saya, karena sekarang rasa dingin yang melilit dan bergerak terus itu ada di betis saya”
“Eh koreksi…..bukan mencengkram atau memegang, tapi kok malah seperti ular rasanya….”
“Ya benar seperti ular…. Karena rasa dingin itu menjalar dan bergerak melilit kaki dan semakin naik”
“Rasa dingin yang terus perlahan naik itu sekarang ada di bagian tubuh saya!”
“Sesuatu itu tiba-tiba sekarang melilit dan melingkari tubuh saya….”
“Tapi bukan.....!
“Seperti nya ini berbeda,..... karena di bagian paha dan betis sepertinya masih ada yang melilit juga”
“Jadi sepertinya ada dua buah sesuatu yang sedang ada di tubuh saya”
“Yang bisa saya rasakan di bagian tubuh ini adalah sesuatu yang sangat dingin dan aneh, karena selain dingin, saya merasa ada tekanan, berbeda dengan yang saat ini ada di sekitar kaki saya”
“Tekanan yang saya rasakan ini seolah ada yang berusaha menusuk dan masuk ke dalam tubuh saya,..”
“Ya saya bisa merasakan tekanan yang terus menerus dan berpindah-pindah dari perut kemudian ke arah dada”
“Rasanya sangat dingin hingga menembus kulit dan membuat bagian dalam tubuh saya agak terasa linu”
“Sesuatu yang sangat dingin dan melilit tubuh ini bergerak pelan, sangat pelan…..rasanya geli dan sangat dingin, seperti kalau kita menaruh es batu ke kulit kita”
__ADS_1
“Saya hanya bisa diam membiarkan diri saya dililit sesuatu yang sangat dingin…..”
“Saya tidak berani bergerak sama sekali, saya takut apabila sesuatu yang sangat dingin itu membahayakan tubuh saya, saya biarkan sesuatu yang sangat dingin itu sekarang ada di perut dan semakin naik ke arah dada”
Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang masuk dan menembus dadaku!...... aku merasa sesak….. Aaaghhhhh, sesak sekali!
“Aaaghhh…. tiba-tiba saya merasa ada yang masuk ke dalam dada!!!”
“Aduuuhh rasanya sakit dingin dan geli, dan nafas saya sesak!….. ada yang menembus ke dalam dada saya…. Aaaghh Sakit Di Sumadi, sakit,..... dan sesak rasanya”
“Tenang No, tenang dan bernafas seperti biasa saja, sebentar lagi kamu akan terbebas dari sesak nafas dan rasa sakit itu” kata Sumadi dengan suara meyakinkan
“Kkhhhhamu tau dari mana Di!.... Dadaku, jantungku shakit sekali, aku sulit bernafas!”
“Sabar No… sabar dan satu dua tiga.. Yak, kamu sudah bisa bernafas dengan lega” kata Sumadi dengan santai
“Iyaaaa,.... Saya bisa rasakan Di. Bagian punggung saya, seperti ada yang keluar dari punggung saya, rasanya ngilu dan dingin sekali”
“T…tadi seperti ada yang masuk melalui dada saya, d..dan kemudian keluar melalui p..punggung saya!”
Benar apa yang dikatakan Sumadi…..
Bagaimana dia tau bahwa sesuatu itu akan keluar begitu saja?
“Setelah sekian puluh detik saya menahan rasa sakit, dingin, dan geli, sekarang sepertinya saya sudah terbebas dari rasa itu”
“Mungkin…! “
“Mungkin ini hanya pikiran saya saja, tapi tadi itu ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh saya melalui bagian dada dari tubuh saya, dan kemudian setelah itu keluar lagi”
“Saya merasa bagian tubuh saya seperti sudah tidak ada lagi yang melilit, saya sudah tidak merasa lagi ada sesuatu yang dingin dan melilit, hanya di sekitar kaki saya saja yang masih terasa dingin”
“Saya tetap tidak berani menggerakan kaki saya, padahal bagian paha saya sudah kesemutan dan hampir mati rasa karena terlalu lama duduk dan tidak bergerak sama sekali”
“Di…. kakiku sudah kesemutan ini”
“Jangan bergerak sama sekali No, nggak cuma kamu aja No,.... sekarang di bagian punggungku juga ada yang bergerak dan rasanya sangat dingin seperti es batu” kata Sumadi
“Kita kayaknya sedang dalam keadaan yang bahaya No, aku juga tidak berani bergerak sedikitpun” lanjut Sumadi
“Apa yang harus kita lakukan Di?”
“Nggak tau No, pokoknya sementara ini diam dulu saja”
“Tapi apa yang ada di tubuhku ini bisa kamu rekam kan Di?”
__ADS_1
“Kamu akan tercengang melihat hasil rekaman handycam terbaru ini, itupun kalau kita bisa lolos dari sini dengan selamat No. Karena yang sekarang ada di punggungku mulai merambat ke arah leherku aaaaghh” kata Sumadi dengan suara lirih