Rumah Belakang Setra

Rumah Belakang Setra
BAB 44. JANGAN MASUK KE SANA!


__ADS_3

“Lihat apa yang kita dapat di layar handycam ini No”


“Astaga…. Di depan kita… “


“Tepat di depan saya, adalah batas yang terlihat samar, tapi jelas. Jelas ada batasan antara tempat Sumadi berdiri dan satu langkah kedepan di tempat saya tadi berdiri”


“Saya tidak tau apa yang ada di handycam ini, tetapi yang saya lihat adalah…… dua langkah di depan saya adalah seperti,  eh seperti sebuah tembok tak kasat mata… “


“Eh gini penjelasanya, tempat saya dan Sumadi berdiri ini di layar handycam terlihat biasa saja, tetapi dua langkah di depan kami penuh dengan distorsi atau bisa dikatakan seperti ada kabut, dan banyak bayangan objek yang tidak jelas sedang bergerak kesana kemari”


“Bayangan yang bergerak kesana kemari di dalam kabut yang penuh dengan semacam apa ya ini….kabut itu kayak kalau televisi kita tidak tersambung dengan antena…”


“Jadi ada tiba unsur yang ada di layar handycam ini, ada kabut, kemudian banyak objek yang nggak jelas bergerak gerak, kemudian seperti tv yang tidak tersambung antena


“Bagaimana menurutmu No, apa yang ada di depan itu?” bisik Sumadi dengan mata yang tidak pernah lepas melihat ke arah layar  Handycamnya


“Ruangan ini memang diperuntukan bagi tamu tau penghuni tak kasat mata yang asalnya dari sungai itu Di”


“Iya, perkiraanku juga begitu tadi No”


“Gimana Di, kita terobos atau gimana, karena di seberang sana, di belakang meja makan itu ada pintu lagi Di”


…..JANGAN MASUK KESANA!!!!......


Kaget….!


Cahaya senter aku arahkan  ke bawah, ke arah lantai di kakiku, aku nggak berani mengarahkan cahaya senter ke ruangan ini lagi….


Aku diam tidak bergerak dan tidak berusaha menyorotkan senterku ke arah manapun…..


“Di….”


“Iya No, aku juga dengar…” bisik Sumadi


“Eh tapi aku dengarnya nggak melalui telinga Di.. Aku dengarnya melalui batinku!” bisikku


“No, suara itu… suara itu seperti yang menyuruh kita pergi dari sini ketika kita ada di ruang tamu”

__ADS_1


“Eh lebih baik kita turuti saja yang dikatakan dia No…”


“Tapi sebentar No, dia tadi kan hanya bilang jangan masuk ke sana. Dia tidak bilang menyuruh kita pergi dari sini kan No”


“Menurutku juga seperti ini Di, jadi eh kita bikin video aja apa yang ada di dalam itu, dan aku akan komentari apa yang ada di layar handycam mu itu”


“Ok kita ada disini dulu No, tetapi apabila sesuatu yang ada disana itu mulai muncul gelagat mengerikan, kita harus segera pergi dari sini” kata Sumadi dengan suara berbisik


“Ya sudah Di, aku akan komentari dengan suara berbisik saja”


Aku nggak tau apa yang ada di depan kami awalnya, tetapi untung kami membawa handycam yang bisa digunakan pada keadaan gelap, dan aku nggak tau ternyata handycam ini cukup berguna juga.


Tapi ini kan handycam biasa yang dijual di toko toko elektronik, herannya beberapa kali handycam ini bisa menyimpan video aneh-aneh.


Atau menurutku bukan kecanggihan handycam ini yang bisa merekam video mengerikan, tetapi kekuatan energi dari makhluk tak kasat mata disini yang mengakibatkan kami bisa merekam gambar yang aneh-aneh itu.


Aku lihat jam tangan digitalku, ternyata sekarang sudah pukul sebelas tiga puluh malam.


Kok aneh ya, apa jam tanganku rusak, padahal ketika tadi kami mau masuk ke sini baru juga belum ada pukul sembilan malam.


“Eh Di, coba lihat jam kamu, sekarang sudah jam berapa?”


“Tenang Di, kita gak bisa memakai nalar kalau ada di tempat yang aneh seperti ini, nalar kita nggak akan bisa masuk, jalan pikiran manusia itu hanya terbentur pada dinding kejadian yang berlogika” kataku berbisik


“Sekarang yang kita hadapi lebih sangar dari pada yang ada di atas”


“Eh No…. mundur..mundur cepat” kata Sumadi kemudian mundur beberapa langkah hingga dia sekarang ada di pintu yang menghubungkan dengan ruangan sebelumnya”


Aku reflek juga ikut mundur mengikuti Sumadi….


Aku belum tau apa yang menyebabkan Sumadi mundur menuju ke pintu yang menghubungkan dengan ruangan sebelumnya.


“Ada apa Di?”


“LIhat di layar handycam ini saja No”


“Mashyaallah Di!”

__ADS_1


Salah satu dari bayangan objek yang bergerak gerak itu keluar dari lingkup ruangan yang kalau dilihat di layar handycam ini menyerupai kabut.


Bayangan yang nggak jelas dan bergerak gerak itu bergerak pelan menuju ke arah kami berdua…


Semakin dekat…


“Mundur lagi No… jangan ada di pintu ini… eh koreksi, jangan ada di ruangan ini!” bisik Sumadi


Kami mundur dan sekarang kami ada di antara pintu yang menghubungkan ruangan ini dengan ruangan yang mengerikan tadi… sekarang mataku tidak pernah lepas dari layar kecil handycam yang dibawa Sumadi.


Dan dari tadi Sumadi selalu mengarahkan handycam itu ke ruangan mengerikan.


Seperti terhipnotis aku nggak bisa ngomong dan memberikan komentar atas apa yang aku lihat di layar handycam


“Kita disini dulu saja No, eh kamu nggak kasih komentar atas apa yang kamu lihat di layar ini ta No?”


“Aku nggak bisa dan nggak tau harus ngomong apa Di, kepalaku dan otakku rasanya membeku sehingga tidak ada ide yang keluar dari otakku untuk memberikan komentar.


Aku masih terpaku pada layar handycam yang sedang mengetengahkan suatu video yang menurutku menakutkan.


“Selamat malam…. Sekarang pukul sebelas lewat tiga puluh menit.. Ya memang aneh, sekarang pukul sebelas lewat tiga puluh menit… tidak hanya jam tangan saya, jam tangan Sumadi juga menunjukan waktu yang sama dengan jam tangan saya”


“Ada yang aneh di ruangan itu, saya dan sumadi tidak ada lima menit lalu melihat jam tangan kami, dan pada saat itu waktu menunjukan pukul sembilan atau kuranglah. Tapi sekarang sudah pukul sebelas tiga puluhl” kataku sambil berbisik


“Harusnya tidak ada lima menit setelah kami melihat jam tangan, seharusnya sekarang pukul sembilan kurang, tetapi yang terjadi adalah sekarang pukul sebelas tiga puluh menit”


“Saya tidak tau atau belum tau apa yang ada disini, apakah diruangan itu. Eh kami saat ini sudah tidak ada di ruangan itu, kami sudah mundur hingga kami tepat di pintu yang menghubungkan ruangan sebelumnya dengan ruangan yang ada di depan kami”


“Dan apa yang ada di layar handycam ini yang membuat kami tercengang, setelah tadi kami dikagetkan dengan ruangan yang di dalamnya ada semacam batasan yang seperti berkabut apabila dilihat dengan menggunakan handycam tapi sekarang….”


“Sekarang yang mengakibatkan kami mundur hingga ke pintu ini adalah bayangan objek yang bentuknya tidak aturan itu ada yang keluar dari area yang berkabut, dan bayangan yang bentuknya tidak aturan itu perlahan lahan menuju ke arah kami”


“Astaga, bayangan  yang bergerak gerak itu sekarang ada di depan kami, saya belum bisa menerka bentuk bayangan itu nantinya seperti apa”


“Ya Tuhan…..”


“Di, bayangan aneh itu mulai terbentuk, dia mulai memadat dan menggumpal…. Tapi aneh”

__ADS_1


“Sebaiknya kita mundur lagi saja No, kita mundur dari pintu ini dan masuk ke area kamar yang ada di belakang kita”


Aku dan Sumadi mulai mundur dua langkah hingga kami sekarang ada di kamar tempat ketika kami tertidur. Tetapi moncong handycam tetap menyorot ke arah dalam kamar aneh itu.


__ADS_2