
Ternyata ketika kami sudah ada di ruangan tempat kami tertidur, bayangan itu tidak bisa mengikuti kami, bayangan itu hanya ada di pintu saja, seperti yang terlihat di layar handycam yang dipegang Sumadi.
“Dia tidak bisa masuk ke ruangan ini No, perhatikan sesuatu yang mirip dengan bayangan bercahaya itu No, sekarang dia semakin menjadi padat!”
Betul yang dikatakan Sumadi, bayangan yang tadi mengikuti kami itu sekarang semakin menjadi padat dan semakin tidak tembus pandang.
Aku harus memberikan kata-kata atas perubahan yang aneh ini.
“Selamat malam…. Apa yang saya lihat saat ini adalah hal yang menakjubkan, hal yang tidak pernah saya lihat selama saya menulis sebuah Novel, hal yang membuat saya merinding, takut, tapi semakin penasaran”
“Saya akan berusaha menggambarkan apa yang sedang kami lihat. Saya akan menggambarkan apa yang saya lihat melalui layar handycam yang dibawa Sumadi”
“Yang pertama akan saya katakan adalah, hampir seluruh mahluk ghaib atau wong samar yang ada disini mempunyai energi yang luar biasa…. Kenapa saya bilang mereka mempunyai energi yang luar biasa?”
“Karena mereka bisa menampakan wujud mereka, meskipun penampakan wujud itu saya lihat tidak dengan mata telanjang, tetapi melalui layar handycam yang dibawa Sumadi”
“Dan untuk malam ini… entah jam yang saya pakai ini benar atau tidak, karena kok tiba-tiba jam yang saya gunakan ini cepat sekali berubah, sekarang sudah jam 24.07….”
“Aneh kan…ya memang aneh, tapi saya anggap wajar, karena saat ini saya dan Sumadi tidak berada di tempat yang sebenarnya”
“Kami memasuki tempat yang seharusnya tidak boleh dimasuki oleh manusia….. Mungkin lho ya. Tapi nanti akan kita lanjutkan pembahasan tentang waktu yang tiba-tiba berubah itu”
“Sekarang yang mau saya bahas adalah penampakan yang ada di depan saya dan Sumadi, penampakan yang bisa kami lihat melalui layar handycam”
“Apa yang tadi itu merupakan sebuah bayangan, bayangan yang semakin lama semakin memadat, dan semakin padat!.. Sekarang bayangan itu semakin berbentuk…”
“Sangat fantastis dan mengerikan, saya sekarang bisa melihat bayangan itu membentuk menyerupai tubuh dengan sepasang kaki, sepasang tangan…. Tapi eh tidak ada bentuk yang menyerupai kepala”
“Bentuk yang menyerupai tangan tanpa ada telapak tangan, eh malah seperti dahan pohon itu melambai-lambai, seperti kalau kita sedang memanggil penjual bakso dari kejauhan…. Ya hampir mirip seperti itu”
“Cuman bedanya untuk yang ada disini cara melambainya pelan, eh slow motion gitu. Sosok yang sudah mirip dengan tubuh manusia itu terus melambaikan kedua tangannya ke arah kami yang sudah ada di ruangan sebelah”
“Dia tidak bisa atau tidak mau masuk ke ruangan tempat kami sekarang berada… dia yang sudah keluar dari tempat yang menyerupai kabut dan sekarang ada di ambang pintu itu hanya bisa melambai ke arah kami berdua”
Aku berhenti bicara ketika tiba-tiba ada wajah yang mengerikan muncul di layar handycam…
__ADS_1
Aku sangat kaget…!
“Astaga…!”
“Tadi itu apa Di,... apakah tadi itu berasal dari wong samar yang itu?”
“I..iya No… aku kaget sekali.. Hanya sepersekian detik.. Tapi wajah mengerikan itu nampak jelas sekali!”
“Iya Di wajah hitam legam… dengan bagian yang menyerupai mata itu warnanya merah, ada taring juga… dan sebagian wajah rusak karena terbakar!”
“S..sama No. itu tadi yang aku sempat lihat sepersekian detik itu”
“Nggak tau kenapa aku kok tiba-tiba merasa ketakutan No, bulu kudukku meremang, padahal tadi aku sama sekali tidak takut, malah aku sangat menikmati apa yang aku rekam di handycam ini No”
“Sudah Di, kita tetap lanjut saja, aku juga mau lanjut memberikan informasi tentang apa yang kita rasakan dan kita lihat disini”
“Akan saya lanjutkan apa yang kami lihat dan apa yang saat ini kami rasakan disini…… Sampai detik ini apa yang saya lihat melalui layar handycam adalah sosok bayangan itu berusaha masuk ke ruangan tempat kami berada”
“Tetapi tetap saja dia tidak bisa, kedua anggota badan mereka yang menyerupai tangan itu tetap menggapai-gapai, dan melambai seolah ingin masuk ke dalam ruangan ini”
“Oh iya…hampir lupa saya. Tadi ketika saya sedang menggambarkan apa yang saya lihat, tiba-tiba hanya sepersekian detik saya melihat penampakan yang mengerikan”
“Hanya sepersekian detik, tapi saya bisa menggambarkan bagaimana wajah itu tergambar, wajah hitam kemerahan sebagian wajah itu terbakar, mata merah mengerikan, dan ada sepasang taring yang menyembul dari mulutnya”
“Tidak ada rambut di atas kepalanya”
“Sebelumnya kami belum pernah melihat wajah itu , baik di ruang tamu, kamar atas, kamar mandi atas, ruang keluarga atas, dan di tempat lain di rumah ini”
“Wajah yang berbeda dengan wajah kakek-kakek yang memakai udeng di kepalanya”
“Yang aneh… meskipun hanya sepersekian detik, seperti petir, tetapi saya bisa melihat dengan jelas wajah mengerikan itu, bahkan saya bisa menggambarkan dengan detail wajah itu”
“Seolah wajah mengerikan itu sudah terekam di otak saya, dan sekarang saya sedang menggambarkan apa yang terekam di otak saya”
“Saya tidak yakin apa yang tadi muncul itu bisa terekam di handycam, tapi paling tidak saya tau bahwa ada penampakan wajah lain selain wajah bapak tua dengan udeng”
__ADS_1
“No… “
“No…. seperti nya kita harus pergi dari sini”
“Lihat itu No, tidak hanya satu, tetapi sekarang ada tiga bayangan semu yang keluar dari tempat yang berkabut dan menuju ke arah sini” bisik Sumadi
“Ah iya Di… aku mulai merasakan adanya ancaman”
“Sama No, aku juga mulai merasa ada sebuah ancaman, nggak tau tiba-tiba saja aku merasa bahwa kita ini sedang dalam keadaan bahaya No!”
“Kita sudahi saja Di, ayo kita keluar dari sini secepatnya….!”
“Perasaanku mengatakan bahwa kita akan mendapatkan bahaya tidak lama lagi No”
“Nyalakan Sentermu No…. kita keluar dari sini secepatnya!”
Aku nggak tau apa yang aku rasakan, rasanya seperti campur aduk, dan nggak karuan di dalam perasaan dan otakku, perasaanku rasanya seperti sedang bingung campur takut, campur penasaran… pokoknya nggak karuan.
Tapi yang menonjol adalah, adalah seolah ada yang mengatakan aku harus segera pergi dari sini….Kemudian ada lagi yang seolah mengatakan, ada yang sangat berbahaya disini.
Aku ambil senter yang ada di kantongku, kunyalakan…..
Aku berjalan tergesa gesa menuju anak tangga yang beberapa meter ada di depanku..
Aku sorotkan cahaya senter ke segala arah, aku takut apabila ada sesuatu yang tiba-tiba BHAAAAA..CILUK BAAAAA!
Nggak tau tiba-tiba aku merasa sangat ketakutan, ketakutan akan sesuatu yang tiba-tiba muncul di depanku.
Kusorotkan cahaya senter ke tangga yang ada di depanku.. Kemudian ke arah atas, ke lubang yang atas yang menuju ke ruangan diatasnya…..
“LHO.. KOK TERTUTUP Di!” suaraku tercekat
Pintu atau lubang yang mengarah ke rumah bagian atas itu tidak ada.. Yang ada hanya plafon kayu saja!
“Di…. di atas tangga itu nggak ada lubangnya!”
__ADS_1
Panik, aku arahkan cahaya senter ke berbagai arah, ke atas tangga ke seluruh sudut ruangan, aku panik hingga nggak bisa berpikir logis!
Kusorotkan lagi cahaya senter ke atas tangga, dan memang tidak ada lubang yang menuju ke ruang keluarga yang ada di atasnya.