
Amara dan adik-adiknya berpamitan pada pak Kiyai Mustofa dan istrinya sebelum kembali ke kota.
"Terima kasih pak, bu ,,," ucap Amara tersenyum manis sambil mencium punggung tangan mereka bergantian diikuti oleh ketiga adiknya.
"Minggu depan bapak tunggu, ya ,,," balas pak Kiyai Mustofa lembut
"Sepertinya minggu depan kami absen deh, pak. Soalnya Ara ujian semester dan mulai mengerjakan tugas akhir. " ucap Amara apa adanya.
"Ya sudah, bapak dan ibu doakan agar nak Ara diberikan kemudahan dan ilmunya bermanfaat." balas pak Kiyai masih dengan nada lembut namun berwibawa.
"Terima kasih pak. Assalamualaikum. " kompak Amara dan adik-adiknya kemudian masuk kedalam mobil.
Perlahan Amara menginjak gas mobilnya meninggalkan pesantren melewati jalanan yang sudah mulai ramai oleh penduduk setempat untuk beraktifitas.
Dua hari Amara dan adik-adiknya berada di pesantren,, walaupun ada rasa bosan menghinggapi namun mereka tetap melakukan apa yang orang tua mereka inginkan, kini mereka berempat kembali ke ibukota dan langsung masuk kedalam kediaman mereka yang terletak disisi kanan rumah utama. Karena kelelahan melakukan perjalanan yang lumayan jauh ditambah saat di Pesantren tidur mereka tak begitu nyenyak karena harus bangun tengah malam maka mereka tidak langsung menemui oma dan opanya.
Sementara di rumah utama para orang tua sedang berkumpul seperti biasa pada akhir pekan sambil menunggu putra putri mereka pulang.
"Tak lama lagi Amara akan segera lulus, dia akan melanjutkan pendidikan di luar atau langsung memimpin salah satu perusahaan abang ??" tanya Kiano
"Abang sih terserah Ara aja." balas Keanu pasrah mengingat putri tunggalnya itu sangat keras kepala dan terkadang susah di tebak keinginannya.
__ADS_1
"Kalau Dika sepertinya ingin kuliah di luar negeri setelah menamatkan Sekolah Menengah Atas. " timpal Kiandra.
"Yang lebih para malah twins A , dia ingin ikut sama Dika padahal tahun ini baru menamatkan Sekolah Menengah Pertama. " ucap Kiano lebih pada mengeluh.
Twins A sama sekali tak bisa berpisah dengan kembarannya kecuali saat tidur dan melakukan aktifitas pribadi lainnya. Sama seperti mereka yang tak bisa berpisah dalam waktu yang cukup lama. Itulah yang membuat Kiano pusing jika kedua anaknya harus berjauhan dengannya.
Dari luar terdengar suara ramai dari Amara dan Dika serta twins A menuju ke arah mereka.
"Akhirnya ingat juga untuk segera menemui kami. " ucap Arya pura-pura merajuk.
"Ck, opa gak cocok merajuk dengan wajah datar." cibir Anggita memeluk sang opa sambil mencium pipinya.
"Seperti biasa ma, hanya saja kali ini kami bertemu dengan cowok tampan tapi penampilannya sedikit Ustadz. " jawab Anggita bersemangat.
"Husss ,,, masih kecil sudah pandai menilai cowok. " Chelsea memperingatkan putrinya dengan lembut namun tatapannya tajam.
"Maaf ma, bukan bermaksud seperti itu. Hanya saja Anggi berharap cowok itu menjadi pasangan kak Ara. Mereka cocok walaupun sama-sama cuek. " Senyum Anggita.
"Iya Dia setuju. "
"Angga juga setuju. "
__ADS_1
"Hei kalian kenapa, sih ,,, kakak gak mau menikah muda. Masih banyak yang harus kakak lakukan. Sayang jika otakku yang cerdas ini harus mendekam di rumah mengurus suami dan anak." kesal Amara.
Amara tipe wanita mandiri dan keras kepala. Di rumah ia diperlakukan seperti seorang tuan putri dalam dongeng namun jika ia berada di luar rumah maka segala kesederhanaan yang ia tampilkan bahkan mobilnya pun hanya honda jazz saat akan ke kampus bahkan terkadang ia menggunakan angkutan umum demi merasakan kehidupan kalangan bawah. Amara berprinsip bahwa kesenangan tak perlu dipelajari akan tetapi hidup sederhana dengan segala keterbatasan bukanlah hal yang mudah.
"Adek Gavin mana, tante ,,," tanya Amara mengalihkan pembicaraan sekaligus penasaran dengan cucu bungsu seorang Arya.
"Biasa, sedang diruang kerja bersama om Seno. Adik kalian itu otaknya tak secerdas kalian yang hanya melihat sekilas langsung mengerti walaupun kadang-kadang otaknya encer juga seperti kalian. " balas Kalista apa adanya.
Seno sang ayah pun terkadang heran dengan putranya itu, sekali waktu otaknya tak bisa mencerna meski berulang kali di jelaskan tapi disaat yang berbeda terkadang otaknya langsung menerima dan merespon dengan baik segala penjelasan Seno mengenai perusahaan.
🎶🎶🎶🎶
Selamat pagi readers
Gimana puasanya di hari ketiga ??
Othor harap readers masih dalam kondisi sehat saat berpuasa.
Salam manis dari dunia halu
^^^^^^Makassar, 5 April 2022^^^^^^
__ADS_1