RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 42


__ADS_3

"Kapan kita ke rumah daddy ??" pertanyaan Chelsea yang tiba-tiba membuat pak Utomo, Maria dan Kiano menatapnya heran.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu siap juga, nak." ucap Maria sangat bersyukur, soalnya Maria merasa tidak enak hati jika besannya selalu menanyakan kesiapan putrinya untuk bergabung dengan keluarga mereka.


"Kalau kamu sudah siap, besok pulang kantor langsung ke rumah daddy. " timpal Kiano tersenyum bahagia.


"Malam ini aku siapkan baju yang akan aku bawa. "


"Gak perlu honey, disana semua sudah disiapkan sama mommy. " ucap Kiano apa adanya


Sebelum pernikahan mereka, Queen telah sibuk menyiapkan semua perlengkapan Chelsea mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Queen tak tanggung-tanggung dalam menyambut menantu barunya itu. Sebagai perwujudan rasa syukurnya karena pada akhirnya Kiano berhasil menemukan wanita yang bisa mengatasi penyakitnya dan kemudian menikah.


"Haaaa ??!! sampai segitunya mommy menyiapkan segalanya ??!!" tanya Chelsea seolah tak percaya dan dibalas dengan anggukan kepala oleh Kiano.


"Kalian istirahatlah, mama sama papa juga sudah mengantuk. " ucap Maria menggandeng mesra tangan suaminya.


Chelsea hanya tersenyum kikuk melihat kemesraan kedua orang tuanya yang tak lekang oleh waktu, sejak dahulu kala mama sama papanya selalu tampil mesra. Chelsea dan Kiano pun masuk kedalam kamar.


"Kalendernya gak ditandai lagi, honey ??" tanya Kiano melihat Chelsea langsung berbaring.


"Sepertinya gak perlu deh, mas, toh kamu juga tak mau berpisah denganku. "


"Syukurlah jika kamu sadar."

__ADS_1


Kiano kemudian ikut berbaring disisi Chelsea dengan tangan memeluk pinggang ramping Chelsea.


"Aku belum siap mas. " ucap Chelsea terus terang, ia belum bisa menyerahkan dirinya bulat-bulat pada Kiano.


"Jangan khawatir honey, mas akan menunggu tapi jangan kelamaan karena kita sudah sama-sama dewasa dan mengerti kebutuhan masing-masing. " Kiano mempererat pelukannya sambil merasai wangi tubuh istrinya yang sangat menenangkan. Perlahan matanya semakin berat dan akhirnya terpejam, Chelsea melirik Kiano karena sudah terdengar dengkuran halusnya dan napasnya yang teratur.


Merasa keadaan sudah aman, Chelsea pun berusaha memejamkan matanya walaupun sedikit kesulitan karena pelukan Kiano. Hingga pagi kembali menyapa penghuni alam semesta, Kiano tak melepaskan pelukannya sehingga saat bangun tidur ia mengeluh badannya pegal-pegal.


"Mas, bangun ,,, sudah pagi. " Chelsea berusaha mengangkat tangan besar milik Kiano.


"Sebentar honey, badanku terasa pegal semua. "


"Makanya kalau tidur jangan hanya satu posisi saja, akupun tersiksa jika mas peluk sepanjang malam. " Chelsea mengomeli Kiano yang hanya menatapnya gemes.


"Terserah mas, sekarang tolong pindahkan tangannya aku mau mandi. "


Cup


"Jangan mengomel lagi, itu hanya sebuah ucapan selamat pagi, mommy dan daddy melakukannya hampir setiap saat tapi rutin jika mereka bangun tidur. "


"Kita kan bukan mereka, jadi jangan selalu meniru-niru kelakuan orang lain."


"Tapi apa salahnya kita meniru kedua orang tua kita jika membawa kebaikan dalam rumah tangga kita." sanggah Kiano tak ingin di bantah.

__ADS_1


"Aku mandi dulu, berdebat dengan mas tak akan pernah membuatku menang. "


"Mau mandi bersama ??" senyum Kiano menggoda.


"Jangan bermimpi. "


"Hanya mandi aja, honey. Otakmu jangan gesrek dan menghayal yang bukan-bukan. "


"Mas yang gesrek."


"Ayolah honey hanya mandi aja, mas pun gak mungkin melakukan untuk pertama kalinya dikamar mandi, kan ,,,"


Wajah Chelsea memerah mendengar ucapan Kiano yang ambhigu menurutnya. Ia langsung menyambar handuk dan pakaiannya masuk kedalam kamar mandi. Sejak mereka menikah Chelsea tak pernah melupakan membawa semua perlengkapannya masuk kedalam kamar mandi, tak pernah ada drama lupa membawa baju sehingga hanya memakai handuk keluar dari kamar mandi.


🎢🎢🎢🎢🎢


Hai ,,, hai ,,, selamat pagi readers


semoga kalian tetap dalam keadaan sehat wal'afiat ya.


terima kasih atas dukungannya selama ini


Love you all πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2