RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 112


__ADS_3

Rumah utama kembali ramai setelah beberapa waktu terasa sunyi dam sepi. Seolah tak ada habisnya cerita mereka kini berpindah ke ruang keluarga walaupun twins A dan Dika tidak ada namun tak mengurangi kehangatan dalam keluarga besar mereka.


"Kakak rencana ke mana hari ini ?" Kiran mulai angkat bicara


"Istirahat dek, dan pastinya dipijat sambil di lulur supaya besok bisa fresh bekerja, mumpung libur tubuhku juga butuh istirahat dan dimanja." ucap Amara apa adanya.


"Kasihan sekali hidup kakak, gak menikmati hidup. " cibir Kiran dan memdapat pelototan oleh Amara.


"Siapa bilang aku gak menikmati hidup ? justru dengan bekerja kemampuanku akan semakin terasah, mempelajari sesuatuu yang baru dan memecahkan masalah perusahaan maka disitulah terasa nikmatnya hidup." balas Amara tak mau kalah.


"Iya deh ,,, iya ,,, ngomong sama orang cerdas mah beda cara menikmati hidup. " ucap Kiran tak mau memperpanjang perdebatannya mereka memang berbeda.


"Kak, temani aku ketemu sama ownernya butik yang mengontrak aku dong, mereka mengajak makan siang di rumahnya. " lanjut Kiran merengek.


"Kakak gak busa dek, kamu pergi sama Metha aja. Bentar lagi orangnya SPA datang. Lagian kok ownernya butik itu bisa ngontrak model kelas dunia tapi ngundangnya luncurkan di rumah. " tolak Amara tak ingin menyia-nyiakan waktu liburnya


"Biar lebih terasa kekeluargaannya, kak." Kiran masih berusaha membujuk Kakak sepupunya.


"Ayolah kak, jalan sama kak Ara terasa lebih aman daripada hanya berdua mbak Metha. Bagaimana jika diperjalanan ada yang ingin menculikku. " lanjut Kiran tak menyerah.


"Katanya punya kekasih kaya, minta dong body guard." ledek Amara


"Lebih aman sama kakak. Please kak, mau ya ,,," Kiran mengeluarkan jurus andalannya agar Amara tak menolaknya.


"Boleh tapi berbayar lho, ya. Soalnya demi menemani kamu akhirnya waktu liburku jadi tersita. " sebuah senyuman manis membingkai wajah cantik Amara.

__ADS_1


"Ck, gimana sih kak, masa direktur utama perusahaan Jewellery Design masih minta bayaran, apa perusahaan kakak sudah bangkrut ?" godaan Kiran langsung mendapat timpukqn bantal sofa dari Amara.


Bukkkk


"Gak ada hubungannya dengan Jewellery Design itu punya opa, kakak hanya membantu aja." ucap Amara kesal.


"Ya sudah, nanti aku bayar tapi janji temani aku hingga acara peresmian butik selesai." balas Kiran.


"Gak bisa gitu dong, kakak gak mungkin jadi pengawal saat hari kerja. Apa kata dunia dari direktur utama turun derajat jadi pengawal." kesal Amara menolak.


Para orang tua hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya menyaksikan kedua gadis cantik itu berdebat tak ada habisnya. Ada-ada saja yang mereka perdebatkan. Itulah yang terjadi manakala Amara dan Kiran bertemu sangat berbeda jika Amara bersama dengan twins A dan Dika.


"Sayang, temani adikmu. Kasihan kan kalau hanya berdua Metha. " ucap Queen lembut menengahi perdebatan keduanya.


"Baiklah ,,," balas Amara pada akhirnya.


"Ya sudah, sekarang kalian siap-siap sudah hampir siang. Ingat dandan yang cantik manatau bertemu dengan jodoh disana. " goda Queen pada cucunya yang masih betah dengan status jomblonya.


Amara, Kiran dan Metha kemudian menuju kamar masing-masing mengikuti perintah sang oma. Tak lama kemudian Amara telah keluar kamar dan kembali duduk di tempat semula menunggu Kiran dan Metha. Seperti biasa penampilannya yang sederhana dengan jeans dipadukan kaos oblong brand ternama dengan rambut diluncurkan kuda sehingga memperlihatkan lehernya yang putih ditambah polesan make up yang sangat tipis dan bibirnya diberi warna nude terlihat sangat fresh sesuai dengan umurnya. Orang yang tak mengenalnya tak akan pernah menduga jika Amara seorang direktur utama sebuah perusahaan besar.


"Lho sayang, yang feminim dikit dong. " ucap Shanaz melihat tampilan putrinya walaupun terlihat cantik.


"Ck, aku kan hanya menemani Kiran, mi ,,, lagian bukan acara formal kan." balas Amara tak suka selalu diprotes oleh maminya


"Gak apa-apa kok, mi ,,, " timpal Kiran yang ternyata juga hanya memakai jeans

__ADS_1


"Maaf membuat kalian menunggu. " ucap Metha yang datang sedikit terlambat karena kamarnya berada di luar rumah utama.


"Mi ,,, kami berangkat. Tolong pamitkan sama yang lain. " pamot Kiran dan terlebih dahulu mencium punggung tangan Shanaz diikuti oleh Amara dan Metha.


Ketiga gadis itu kemudian berjalan beriringan menuju mobil yang sudah siap siapkan oleh supir keluarga.


"Mana alamatnya. " pinta Amara saat sudah siap menjalankan mobilnya.


Metha segera menyodorkan ponselnya memperlihatkan alamat yang dikirimkan oleh owner butik. Setelah membaca alamat tersebut dan menyesuaikan dengan maps, Amara segera menancap gas menuju jalan raya dan bergabung dengan para pengguna jalan yang lainnya.


Karena hari libur maka perjalanan mereka tidak harus melewati kemacetan seperti saat hari kerja. Tak lama kemudian mereka memasuki sebuah kompleks perumahan mewah sesuai dengan petunjuk maps. Amara mengerutkan dahinya sembari terus melajukan mobilnya perlahan hingga tiba pada titik yang maps tunjukkan. Metha segera turun berbicara dengan keamanan rumah mewah tersebut dan pintu gerbang pun terbuka lebar.


Amara kembali menjalankan mobilnya memasuki halaman rumah tersebut dengan enggan sedangkan Kiran dan Metha langsung turun setelah Amara memarkirkan mobilnya. Sesaat Amara menarik napas panjang memikirkan alasan agar ia tak ikut masuk ledlaaam rumah tersebut.


"Dek, setelah selesai telepon kakak ya ,,," ucap Amara melongokkan sedikit kepalanya agar tak terlihat pada pria yang tengah memperhatikan mereka dari teras rumahnya.


Kiran segera menghampiri mobil dan memaksa Amara keluar, ia tak ingin ditinggalkan bersama dengan Metha.


Sementara pria yang sejak tadi memperhatikan kedua gadis asing itu melototokan matanya mengenali mobil yang mereka tumpangi sebuah senyuman terbit pada sudut bibirnya namun segera menghilang saat melihat wanita muda yang keluar, rupanya ia salah mengenali orang.


🎶🎶🎶


selamat pagi readers


jangan lupa tinggalkan VOTE, LIKE dan KOMENTARNYA, ya. BUKAN PROMOSI

__ADS_1


Terima kasih atas pengertiannya


salam hangat dari dunia halu


__ADS_2