RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 45


__ADS_3

Seluruh anggota keluarga kini telah berkumpul diruang tamu menunggu kedatangan Seno dan keluarganya. Pembicaraan tak bermanfaat pun kembali terdengar sehingga membuat Chelsea ternganga tak percaya.


"Ista sudah mantap kan ingin menikah dengan Seno ?? dia pria dewasa lho. " Steven mulai mengganggu adik iparnya itu.


"Mantaplah mas, kata mas Kiano biar aku punya sedikit karya daripada morotin kalian terus" balas Kalista serius.


"Karya ??!! Steven dan Zidan saling menatap bingung kemudian mengalihkan tatapan mereka ke arah Kiano yang duduk dengan santainya.


"Bikin anak kan juga adalah hasil karya, begitu kata mas Kiano. " jawab Kalista polos.


"Kianoooooooo !!! kompak Steven, Zidan, Keanu, Kiandra dan Arya meneriaki pria minim ekspresi itu. Chelsea sampai terlonjak kaget mendengarnya.


"Ck, biasa aja kali. Kalian kayak gak pernah dengar hal seperti itu. " cibir Kalista tersenyum mengejek.


Wajah Chelsea memerah mendengar ucapan Kalista yang terdengar enteng. Ia tersenyum kikuk.


"Santai aja, honey ,,, mereka memang seperti itu kalau lagi ngumpul. " bisik Kiano pelan.


"Emang kamu sudah siap punya anak, dek ??" Steven kembali memancing Kalista.


"Kamu udah tahu caranya, dek ???!!!" timpal Keanu penasaran


"Tahulah, aku selama beberapa tahun ini kan hidup diluar ,,," Kalista tersenyum dan sengaja menggantung kalimatnya ingin mengusili keluarga besarnya.

__ADS_1


"Jangan katakan jika kamu sudah mencobanya, dek." ucap Arya dengan tatapan membunuh.


"Astaga daddy ,,, Ista bukan gadis seperti itu. Hanya saja teman-teman Ista sering melakukannya dan tak sengaja aku melihat mereka." jelas Kalista cengengesan


"Fix, berarti kamu sudah tahu apa yang akan kamu lakukan setelah menikah nanti. " ucap Steven dan diangguki oleh Zidan.


"Tahulah, tinggal ng******* dan merem melek jadilah kecebong. " balas Kalista asal.


Wajah Chelsea semakin memerah mendengar ucapan yang sangat bkak-blakan, hal pertama yang Chelsea alami seumur hidupnya. Ia tiba-tiba teringat adegan Sebastian dan Amanda kala itu. Tanpa sadar Chelsea bergidik.


"Kamu kenapa, Sea ??" tanya Steven tersenyum jahil


"Jangan mengganggu istriku mas, dia tidak terbiasa mendengar kata-kata absurd." tukas Kiano datar


Perbincangan khas keluarga Arya terhenti saat terdengar suara bel diiringi dengan langkah cepat ART membukakan pintu. Arya dan seluruh keluarganya ikut keluar menyambut mereka.


"Assalamualaikum ,,," kompak tamu memberi salam.


"Waalaikumsalam ,,," balas Arya dan yang lainnya.


" Silahkan masuk bapak dan ibu, jangan sungkan-sungkan. " sambut Queen ramah.


Seno dan kedua orang tuanya beserta Maria kemudian mengambil tempat duduk masing-masing, mereka duduk berhadapan dengan sang tuan rumah. Chelsea tersenyum menatap kakak sepupunya yang tampak canggung.

__ADS_1


"Ternyata calon suamiku tampan ya, kak ??" bisik Kalista tersenyum malu-malu


"Siapa dulu dong adiknya. " balas Chelsea ikut berbisik.


"Orangnya baik kan, kak ???"


"Pastinya dan yang paling penting dia tajir tapi ingat traktir kakak barang-barang mewah. " balas Chelsea tersenyum licik menatap Seno yang juga sedang menatap kearahnya.


"Pasti kak." balas Kalista cengengesan.


Bisik-bisik Kalista dan Chelsea terhenti kala mendengar bunganya mulai mengutarakan maksud kedatangan mereka. Chelsea serius mendengar sementara Kiano yang duduk di sampingnya perlahan melingkarkan tangannya pada pinggang Chelsea. Walaupun merasa risih namun Chelsea tetap memilih diam agar acara lamaran adik iparnya tak terganggu.


"Gimana nak Kalista ?? apakah kamu bersedia menerima lamaran putra bunda ??" tanya mama Seno lembut.


Dengan wajah bersemu merah, Kalista menganggukkan kepalanya tanda setuju. Seno kemudian berdiri mendekati Kalista dengan sebuah kotak beludru yang terlihat mewah ditangannya.


🎢🎢🎢🎢


Selamat pagi, 2 part cukup ya


terima kasih masih setia menunggu upnya


love you all πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2