
Dengan berat hati akhirnya Amara ikut turun dan berjalan bersama Kiran dan Metha, memilih untuk tak ikut campur dengan urusan adik sepupunya, Amara hanya diam bukankah ia hanya sebagai pengawal Kiran saat ini ?
"Maaf mas, kami diundang oleh owner butik Shan_Zan." ucap Metha mewakili Kiran.
"Bi, tolong antar nona-nona ini menemui mama ,,," titah Fauzan menatap lekat Amarah yang seolah tak mengenalnya.
"Baik tuan muda. " balas bi Salma kemudian berjalan mendahului mereka.
Ketiganya mengikuti langkah bi Salma, bagi mereka tak ada yang istimewa dalam penataan rumah tersebut karena rumah mereka pun sama mewahnya. Amara masih tetap diam saat dan melewati Fauzan seolah tak mengenalnya membuat pria tampan itu tak terima dan merasa gregetan dengan tingkah gadis pujaannya.
'Baiklah gadis kecil, sesuai keinginanmu. ' batin Fauzan mengikuti mereka
Merasa diikuti, Amara mempercepat langkahnya mendahului Kiran dan Metha yang hanya bisa bertukar padang sementara dibelakang mereka Fauzan tersenyum tipis. Ia tak ingin melewatkan sedetikpun moment bersama gadis kecilnya. Ternyata Tuhan maha baik selalu memberikan kesempatan agar mereka bisa berinteraksi.
"Maaf Nyonya, ada tamu. " ucap bi Salma sopan
"Ya sudah, tinggalkan kami bi dan buatan minum untuk tamu. " perintah Shinta
"Baik Nyonya." balas bi Salma kemudian meninggalkan mereka.
"Mari duduk nak ,,," ucap Shinta ramah.
"Terima kasih, Nyonya ,,," balas Metha dan Kiran berbarengan sedangkan Amara tetap diam dan ikut duduk.
"Ternyata model Internasional Kiran Tarisha lebih cantik di lihat langsung, ya ,,, kami bangga lho sebagai warga negara Indonesia memiliki generasi muda yang bisa go Internasional. " ucap Shinta memuji Kiran.
"Terima kasih ,,, ibu terlalu memuji. " balas Kiran tersenyum.
"Gak susah kan cari kediaman kami ?" tanya Shinta heran karena Kiran yang ia tahu lebih banyak menghabiskan waktunya di luar negeri namun dapat dengan mudah tiba di kediaman keluarga Santoso.
"Enggak kok bu, hari ini Kiran memaksa kakak mengantar sampai kesini. " balas Kiran mengalihkan tatapannya pada Amara yang sedang sibuk dengan benda pilih di tangannya.
__ADS_1
Shinta pun mengikuti padangan mata Kiran dan mengerutkan alisnya merasa mengenal gadis cantik itu. Otaknya berusaha menggali memorinya yangbterdalam agar mampu kembali mengingat gadis muda yang masih tak sadar jika sedang dipandangi beberapa pasang mata.
"Kalian bersaudara ?" tiba-tiba Fauzan bersuara untuk menjawab rasa penasarannya.
Ia mengenal Kiran yang selalu menghiasi berbagai majalah baik dalam negeri maupun luar negeri dan pernah melihat profilnya di internet namun tak satupun wajah keluarga Arya yang terlihat.
"Bener pak, kami saudara sepupu. Bundaku dan papi kak Ara adalah saudara kembar." jelas Kiran apa adanya.
"Tapi pada profilmu di internet gak menampakkan satupun keluarga bapak Arya. " masih dengan penasaran Fauzan seolah menuntut penjelasan sehingga tanpa sadar Kiran terkekeh sedangkan Amara mendengus kasar.
"Sejak kelahiran orang tua kami belum pernah ada yang bisa mengakses data keluarga Arya hingga sekarang kecuali kalau ada yang bisa menembus sistem keamanan kak Ara. Dulu papi kami yang mengendalikan namun sekarang berpindah ke kak Ara. " jelas Kiran masih dengan tersenyum simpul.
"Maksud kalian Amara putri pak Keanu ??!!" tanya Shinta kaget karena penampilan Amara yang terlihat berbeda dengan jeans.
Mendengar namanya di sebut, Amara mengangkat kepalanya dan menghentikan kegiatannya kemudian menatap mereka dengan wajah datar walaupun senyuman tipis menghiasi bibirnya yang ranum.
"Iya bu ,,, ibu ternyata mengenalnya. " ucap Kiran membenarkan.
"Gak apa-apa bu, lagian aku juga belum terlalu tua. " balas Amara menatap sekilas kearah Fauzan saat menyebut kata tua.
"Lagipula saat ini aku datang sebagai pengawal nona Kiran saja bukan menemaninya sebagai saudara. " lanjut Amara menegaskan secara tersirat pada Fauzan.
Menyadari sindiran Amara membuat Fauzan tersenyum tipis dan duduk di samping Amara yang kebetulan kosong. Kelakuan Fauzan membuat Amara mendelik kasar tak peduli dengan tatapan sang Nyonya rumah.
"Tetap aja kan Tuhan memberikan kesempatan. " ucap Fauzan cuek.
"Kalian saling mengenal ?" Kiran yang bisa membaca bahasa tubuh Fauzan tak ingin melewatkan kesempatan mengorek kisah asmara kakaknya.
"Perusahaan kami terikat kerjasama, nona." mawar Fauzan sesuai fakta
Kiran manggut-manggut mengerti. Baru beberapa menit mereka berbincang-bincang namun Kiran merasa seperti berada dalam keluarga sendiri hingga rasa canggung yang sempat ia rasakan perlahan menghilang berganti dengan perbincangan ngalor ngidul. Hingga interupsi dari bi Salma.
__ADS_1
"Maaf, Nyonya ,,, makan siang sudah siap. " ucap bi Salma
"Yuk, kita lanjutkan di meja makan. " ajak Shinta pada tamunya.
Mereka kemudian melangkah beriringan menuju meja makan dan dari sebuah ruangan keluarlah seorang pria tampan versi Fauzan di masa tuanya kelak dan ikut bergabung.
Pak Santoso langsung mengenali Amara saat melihat Fauzan mengintili gadis itu. Ia sangat mengenal putranya yang tak akan sembarangan berinteraksi dengan makhluk yang bernama perempuan, hanya dengan Amara pengecualiannya.
"Setekah makan siang nak Amara ikut om ya ,,, ada sedikit masalah dengan keamanan data-data om. " ucap pak Santoso saat mereka sudah berada d meja makan.
"Baik pak. " balas Amara formal.
"Bapak tahu keahlian kak Ara ?" timpal Kiran penasaran karena saat pertama mereka datang, Amara seolah tak mengenal penghuni rumah ini.
"Tentu saja nak, siapa yang tak mengenal putri pak Keanu yang bisa membuat sebuah perusahaan jatuh bangkrut hanya dalam satu menit. " ucap pak Santoso mengingat perusahaan adiknya.
"Kakak ternyata kejam ,,, gak berperasaan. " celetuk Kiran dan langsung mendapat tatapan tajam dari Amara.
Makan siang dalam kehangatan sebuah keluarga membuat Shinta dan pak Santoso tersenyum bahagia, mereka membayangkan meja makan yang biasanya hanya diisi oleh mereka bertiga dalam waktu dekat akan memiliki menantu karena adik Fauzan memilih melanjutkan pendidikannya di luar negeri setelah tamat SMA,
Dalam benak Shinta akan memanfaatkan moment peresmian butiknya dengan mengundang secara pribadi keluarga Arya dengan demikian mereka pasti akan mengerti jika ia menginginkan sebuah ikatan kekeluargaan.
🎶🎶🎶🎶
Selamat pagi readers setia ,,,
Terima kasih atas dukungannya ,,,,
SEKALI LAGI TOLONG BAGI YANG SUKA PROMO, HARGAI KARYA KAMI
SEMOGA BISA MENGERTI BAHASA INDONESIA.
__ADS_1