
Satu persatu penghuni rumah mewah itu sudah menampakkan dirinya karena jam kantor telah selesai dan mengharuskan mereka untuk segera pulang bertemu dan berkumpul dengan keluarganya. Maria dan pak Utomo pun telah tiba, Chelsea yang sejak tadi merindukan kakaknya bergelayut manja pada lengan Seno. Kiano tampak kesal sedangkan yang lainnya menahan tawa.
"Kamu gak protes suamimu dan kakak iparmu lengket kayak prangko ?" bisik Seno memprovokasi adiknya.
"Gak tuh, aku cukup mengerti karena kak Sea sedang ngidam apalagi mereka tumbuh dan besar bersama. " balas Kalista bijak.
"Jangan diambil hati nak Kiano, sejak kecil mereka memang saling menyayangi mungkin karena keduanya sama-sama anak tunggal. Seno sangat mengharapkan seorang adik sementara Sea menginginkan seorang kakak tapi Tuhan hanya memberikan kami anugerah seperti ini dan kami bersyukur untuk itu. " ucap pak Utomo
"Gak usah cemburu, dek ,,, masih untung dengan Seno coba dengan orang lain." ucap Steven terkikik geli melihat wajah Kiano
"Berapa lama sih akan seperti ini ,,," balas Kiano menatap gusar ke arah Steven.
"Berbeda-beda pada setiap calon ibu, ada yang hanya pada trimester pertama ada juga yang lebih dari itu. Satu keberuntunganbuatmu karenaistrimutidak ngidam yang aneh-aneh. " ucap Steven serius
"Apa lengket dengan suami orang gak aneh ??!!" ketus Kiano menatap nanar kearah Chelsea.
"Daripada membangunkanmu tengah malam dan meminta makanan yang susah di dapat. " timpal Keanu yang pernah mengalaminya saat Shanaz hamil muda.
"Sepertinya bi Mina sudah selesai menyiapkan makan malamnya, kita makan dulu yuk." ajak Queen menghentikan pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Mari pak, bu ,,," Arya mempersilahkan besannya ke meja makan.
Semua menikmati makan malam yang terasa berbeda karena tak lama lagi akan terdengar tangisan bayi di rumah mereka. Arya dan Queen sangat suka dengan kehangatan keluarga sehingga tak membiarkan anak-anaknya hidup terpisah darinya. Bukan karena tak mampu membeli rumah namun baik Queen maupun Arya tidak merasakan kehangatan sebuah keluarga. Queen yang selalu diperlakukan tidak baik oleh ibu dan saudara tirinya sedangkan Arya kehilangan kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan yang dilakukan oleh saingan bisnis orang tuanya.
Kecuali Kiano yang tampak tak bersemangat, ia hanya mengaduk-ngaduk makanannya dan itu membuat para orang tua hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Dek, makannya yang bener. " tegur Kiandra
"Gimana mau makan dengan bener kak, istri dan iparku malah bermesraan di depan mataku." dumel Kiano dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari istrinya.
"Kenapa mas Kiano jadi cengeng begitu ?? aku hanya merindukan kak Seno, apa itu salah ??" ucap Chelsea kesal
"Mungkin mama kita bosan dengan papa makanya ganti suami. " timpal Daharyadika polos.
"Atau mungkin papa gak pernah reuni sama mama. " balas Amara mengingat ucapan papinya saat bersama maminya
Semua tertawa mendengar pembicaraan polos kedua anak kecil itu, sementara Kiano menatap lesu kedua ponakannya yang suka asal bicara.
"Justru papa setiap hari reun makanya mama kalian ngidam seperti ini. " balas Kiano tak peduli lagi dengan tatapan tajam mommynya.
__ADS_1
"Kalau begitu mungkin mama bosan makanya ingin reuni dengan om Seno, ya kan Dika ??" Amara mencoba mencari dukungan dari adik sepupunya.
"Aku,pikir juga begitu. " balas Dika cuek tak mengerti dengan ucapannya sendiri.
Kiano semakin frustasi mendengar kata-kata ponakannya yang asal bicara sementara yang lainnya tersenyum kikuk karena kehadiran Utomo dan Maria. Mereka merasa tak enak hati dengan kata-kata gesrek cucu-cucu mereka.
"Maaf pak, bu ,,, cucu kami terlalu banyak tanya sehingga orang tua merasa memberikan istilah yang sama sekali tak dimengerti oleh mereka. " ucap Arya pelan
"Gak apa-apa pak Arya, mereka anak-anak cerdas wajar jika mereka ingin tahu banyak. " balas pak Utomo bijak.
Mereka kembali menikmati makan malam dengan bahagia tanpa ada lagi yang bersuara hanya alunan musik khas sendok dan garpu yang beradu dengan piring.
🎶🎶🎶🎶
Selamat pagi readers
Jangan lupa bahagia,,,
salam kangen dari dunia halu
__ADS_1