
Ketakutan Keanu dan Shanaz mengakibatkan mereka rutin mengunjungi dua tempat yang berbeda, yaitu panti asuhan dan pesantren. Mereka membawa Amara untuk mengenalkan kehidupan yang berbeda dengan kehidupan keluarga mereka. Keanu dan Shanaz sangat berharap putri mereka saat dewasa nanti mengikuti cara hidup Chelsea yang sederhana dan peduli dengan orang-orang di sekitarnya serta walau asih walaupun hidupnya berlimpah harta.
Keanu sangat takut dengan cita-cita putri cantiknya beberapa waktu lalu, baginya ucapan seorang anak kecil tak boleh di anggap remeh . Keanu dan Shanaz tak ingin putrinya salah langkah kelak. Walaupun tak selamanya seorang hecker melakukan tindak kriminal dan melawan hukum namun yang umum terjadi adalah mereka sebagian besar adalah kriminal. Beruntung jika Amara sama seperti dirinya dan kedua saudara kembarnya yang tidak menggunakan kecerdasannya dijalan yang salah.
"Kita mau kemana, pi ?" tanya Amara saat kereta keluar dari pintu gerbang panti asuhan yang sudah di pugar.
"Pesantren sayang, Amara suka kan ??" jawab Keanu sekaligus bertanya pada putri kecilnya.
"Suka dong, pi. " balas Amara antusias.
Keanu melirik Shanaz begitupula dengan istri tercintanya kemudian mereka sama-sama tersenyum mendengar ucapan gadis kecilnya. Keanu menggenggam mesra tangan Shanaz dengan menggunakan sebelah tangannya sehingga ia menyetir hanya menggunakan satu tangan.
"Papi gak bosan ya pegang-pegang mami ? di rumah, di jalan apalagi di kamar." tanya Amara tak mengerti.
__ADS_1
"Nanti kalau Ara sudah dewasa pasti akan mengerti. " balas Keanu tanpa melepaskan genggamannya.
"Mas, jangan suka asal ngomong sama Ara, aku takut dia akan cepat dewasa karena keseringan mendengar yang aneh-aneh. " protes Shanaz mengingat putrinya itu sangatlah pintar diusianya yang masih belia.
Mobil yang mereka tumpangi kemudian perlahan memasuki pintu gerbang pesantren setelah menghabiskan waktu perjalanan selama empat puluh menit, mereka disambut oleh pak Kiyai pimpinan pondok pesantren yang kebetulan sedang berada dihalaman pesantren.
"Assalamualaikum pak Kiyai. " sapa Keanu setelah turun dari mobil diikuti oleh anak dan istrinya.
"Waalaikumsalam pak Keanu, apa kabar pak Arya sekeluarga. " balas pak Kiyai kemudian mengarahkan mereka masuk ke rumahnya yang masih berada di area pesantren.
Amara mengikuti kedua orang tuanya memasuki rumah pak Kiyai untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan berkeliling pesantren seperti biasanya. Tak lama kemudian istri pak Kiyai dan seorang gadis keluar dengan membawa nampan yang berisi minuman dan cemilan.
"Silahkan pak, bu ,,, dinikmati cemilan ala kadarnya." istri pak Kiyai mempersilahkan tamunya mencicipi hasil kebun pesantren.
__ADS_1
Area pesantren yang sangat luas membuat mereka memiliki ide untuk menanam berbagai macam sayuran dan umbi-umbian sehingga kebutuhan mereka tercukupi walaupun sudah ada donatur tetapnya. Anak-anak pesantren yang merupakan binaan pak Kiyai sebagian besar adalah orang tak mampu walaupun ada juga anak pengusaha yang sengaja menitipkan anaknya untuk diberi bekal ilmu agama sebelum terjun ke dunia bisnis.
"Pi, Ara mau ketemu sama kakak Fauzan. " ucap Amara tiba-tiba.
"Wah, sayang sekali nak, kak Fauzan sudah gak disini lagi. " balas istri pak Kiyai lembut.
"Kak Fauzan gak betah disini ya, umi ?" tanya Amara polos
"Bukan gak betah sayang, tapi orang tuanya mengirimnya ke Yaman untuk memperdalam ilmu agamanya." jawab istri pak Kiyai mengusap lembut surai hitam milik Amara.
πΆπΆπΆπΆπΆ
Selamat pagi readers
__ADS_1
Bentar lagi puasa, othor ucapkan selamat menyambut bulan suci ramadhan bagi umat muslim
Salam hangat sehangat mentari pagi π€π€π€