
Queen dan seluruh anggota keluarga kini berkumpul di ruang keluarga menunggu kedatangan keluarga pak Santoso untuk melamar Amara. Sementara Amara dan keempat adik sepupunya berada di kamar entah apa yang mereka lakukan sejak siang dan belum seorangpun yang menampakkan diri.
"Sepertinya calon menantu kita polos banget." ucap Kiandra serius
"Tapi setelah masuk ke keluarga kita, aku yakin kepolosannya itu akan terkikis habis. " timpal Keanu tersenyum miring
"Jangan pernah kalian coba-coba mengotori otak polos cucu mantuku. " tegas Queen menatap anak-anaknya satu per satu.
"Mom, kita harus mengajari dasar-dasarnya aja, gimana mau punya cucu kalau papanya gak mesum. " balas Keanu tak mau kalah.
Baru saja perdebatan mereka akan dimulai ketika seorang ART menginterupsi mereka dengan memberitahukan jika tamu tuannya sudah tiba.
"Maaf Nyonya, tuan dan aden-aden semua, tamunya sudah datang. "
"Terima kasih bi, oh ya ,,, siapkan makan malamnya ya, bi tolong sekalian panggilkan Ara ,,," titah Queen lembut dan dibalas dengan anggukan kecil oleh sang ART.
__ADS_1
Mereka berjalan beriringan keluar menyambut Fauzan dan keluarganya. Sebagai orang tua mereka tak ingin menunda-nunda sesuatu yang baik dan untuk menghindari sesuatu yang buruk terjadi. Kedua keluarga tersebut sangat memahami dunia bisnis yang selalu menghalalkan segala macam cara untuk menghancurkan yang lain apalagi jika berita tentang kedekatan anak-anak mereka yang sudah pasti banyak yang tidak menyukainya maka sebelum semua itu terjadi pihak keluarga bertindak dengan cepat.
"Assalamualaikum ,,,," sapa Queen memeluk Shinta kemudian menyalami pak Santoso dan kedua putranya.
"Waalaikumsalam ,,," balas Shinta membalas pelukan hangat calon besannya.
Hal yang sama dilakukan oleh ketiga saudara kembar dan Kalista bersama pasangan mereka masing-masing. Suasana hangat kedua keluarga sangat terasa. Cerita mengalir begitu saja hingga mereka menyadari jika Amara belum juga bergabung bersama mereka.
"Naz ,,, putrimu kok belum bergabung. " tanya Queen
Baru saja Shanaz akan melangkahkan kakinya menuju kamar Amara namun orangnya sudah datang di dampingi oleh twins A, Gavin dan Dika serta Kiran. Sepintas terlihat mereka berempat seperti saudara kandung, garis wajah mereka sangat mirip kecuali Gavin yang garis wajahnya mewarisi perpaduan Kalista dan Seno. Kecantikan dan ketampanan mereka sungguh mampu menghipnotis siapa saja yang melihatnya.
"Maaf ya pak, bu ,,, keluarga kami sebanyak penduduk kampung ,,," ucap Queen melihat gerombolan cucu-cucunya bergabung.
"Mereka seolah tak ingin berpisah jika sedang berkumpul seperti ini. " timpal Keanu terkekeh menyadari ternyata keluarganya cukup banyak.
__ADS_1
"Kan kita gak selalu kumpul kayak gini, pi ,,, bentar lagi kak Kiran akan pergi dan entah kapan lagi kembali. " cicit Anggita sedikit kesal pada papi dan omanya.
"Ya sudah, kenalan dulu sama keluarga calon ipar kalian." perintah Queen pada mereka.
Tanpa di komando mereka berbaris bagaikan penduduk yang mengantri pembagian sembako kemudian menyalami keluarga pak Santoso. Keanu dan Kiano terkikik geli melihat kelakuan anak mereka.
Setelah acara perkenalan selesai, Ferdy dan twins A serta Dika , Gavin dan Kiran segera menyingkir dan membiarkan para orang tua membahas pernikahan saudara mereka. Entah karena mereka satu server atau karena mereka pandai membawa diri, Ferdy dan twins A, Dika dan Kiran terlibat pembicaraan yang serius. Kiran yang meskipun seorang model papan atas namun ia pun menguasai sedikit dunia Cyber sehingga bisa ikut terlibat dalam pembicaraan Ferdy dan ketiga saudara sepupunya. Sementara Gavin seperti biasa lebih banyak diam sambil mencerna setiap kata-kata mereka yang bagaikan bunyi nyamuk berseliweran di telinganya.
🎶🎶🎶
Selamat pagi readers ,,,,
Dikarenakan dukungannya sangat sedikit maka part berikutnya udah tamat, ya
Terima kasih banyak yang telah memberikan dukungannya
__ADS_1
salam hangat dari dunia halu