RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 88


__ADS_3

Mentari pagi perlahan menampakkan sinarnya diiringi dengan kicauan burung-burung yang merdu menyadarkan Chelsea dari mimpi indahnya, berbeda dengan Kiano yang kembali tertidur setelah menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Semalaman Kiano tak dapat tidur karena baby twins bergantian menangis dan hanya berhenti saat diberi ASI.


Perlahan Chelsea melepaskan tangan Kiano yang memeluknya dengan erat agar tidurnya tak terusik. Chelsea tersenyum melihat suaminya yang masih tertidur pulas.


"Cepat mandi, gak usah terus-terusan dipandnagi nanti ketampanannya berkurang. " ledek Maria saat melihat putrinya senyum-senyum sendiri.


"Ck, mama ,,," Chelsea tersipu malu karena kedapatan mengagumi wajah tampan suaminya.


"Dulu aja sok-sokan dingin seolah tak akan bahagia dengan pernikahannya ,,," ledek Maria terkekeh mengingat awal pernikahan putrinya itu. Bersamaan dengan keluarnya pak Utomo dari kamar mandi. Chelsea segera masuk membersihkan dirinya tak menanggapi ledekan sang mama.


Pak Utomo merapikan bajunya di bantu oleh sang istri tercinta, detik berikutnya pak Utomo memeluk istrinya seraya memberikan ciuman singkat namun mesra.


"Pa, malu sama cucu. " ucap Maria setelah bibir pak Utomo terlepas dari bibirnya.


"Morning kiss ma, gak boleh dilewatkan. " balas pak Utomo masih memeluk istrinya.


"Setelah yang lain datang, lebih baik kita pulang dulu, pa. Mama mau memasakkan Chelsea sayur daun katuk agar ASI nya banyak. Kasihan semalam baby twins selalu menangis karena ASI ibunya masih kurang. " ucap Maria prihatin


"Papa kira mama mau melanjutkan kemesraan kita di rumah." bisik pak Utomo dengan nada menggoda.

__ADS_1


Kiano yang sedikit terusik dengan pembicaraan mertuanya perlahan membuka matanya dan kemudian kembali menutup rapat kedua matanya tak ingin mengganggu momen mesra pasangan selalu tampak harmonis walaupun mereka sudah puluhan tahun hidup bersama sebagai pasangan suami istri.


'Semoga pernikahan kami bahagia sama seperti kalian. ' batin Kiano tersenyum melihat mertuanya.


Chelsea yang telah selesai dengan ritualnya di dalam kamar mandi hanya busa mencebikkan bibirnya melihat papa dan mamanya yang sejak dulu hingga detik ini selalu pamer kemesraan.


"Ck, papa ,,, Mama,,, gak malu sama si kembar ?? nempel mulu kayak prangko. " sinis Chelsea melihati keduanya.


"Papa sama mama hanya memperlihatkan bagaimana membina rumah tangga agar selalu awet dan jauh dari godaan pelakor dan pebinor. " balas pak Utomo tak mau kalah.


"Mas Kiano gak seperti itu pa, dia gak bisa sembarangan dekat dengan wanita asal kalian lupa. " ucap Chelsea melirik Kiano yang masih setia menutup matanya padahal telinganya mendengar semua pembicaraan mereka.


"Mas Kiano tipe suami setia, ma. Kalaupun hal itu terjadi maka perpisahan jalan satu-satunya lagian aku juga bisa menghidupi kedua anakku walaupun kami berpisah." ucap Chelsea santai


"Gimana kalau si kembar menginginkan papanya ? kamu tega memisahkan mereka ??" Pak Utomo sengaja memancing putrinya karena menyadari jika menantunya itu sebenarnya hanya pura-pura tidur.


"Aku tetap akan membiarkan mereka bertemu kapan saja. Aku juga kan harus mencari kebahagiaanku sendiri, manatau Sang Pencipta masih menyediakan jodoh untukku. " balas Chelsea tak mau kalah.


"Stop honey !! hentikan pembicaraan yang tak masuk akal itu !!" tanpa sadar Kiano berteriak tak tahan mendengar kata-kata yang meluncur bebas dari bibir wanitanya.

__ADS_1


Pak Utomo dan Maria saling melempar senyum melihat menantunya berteriak frustasi untungnya teriakan Kiano tak mengganggu tidur baby twins. Tanpa permisi pak Utomo dan Maria meninggalkan pasangan papa dan mama baru itu karena sekilas mereka melihat kedatangan Queen dan Shanaz.


"Kami pulang dulu bu ,,," pamit Maria saat mereka berpapasan di depan pintu.


"Lho kok, buru-buru bu ,,," ucap Queen heran.


"Siang kami kembali bu, soalnya ASI Chelsea sepertinya gak cukup untuk si kembar makanya aku akan memasakkan makanan yang bisa memperbanyak ASI. " jelas Maria sebelum berlalu dari hadapan besannya.


Queen hanya membalasnya dengan senyuman kemudian perlahan membuka pintu dan melongo tak percaya dengan kelakuan anak dan menantunya yang saling menautkan bibirnya.


"Kianooooo ,,, bisa-bisanya kamu melakukan itu padahal baru kemarin istrimu melahirkan. Mommy gak nyangka kamu gak bisa menahan hasratmu." teriak Queen mengagetkan baby twins dan kedua pasangan muda itu.


"Bukan begitu, mom ,,, aku hanya menghukum Sea yang suka ngomong asal. " elak Kiano


Queen tak menanggapi ucapan putranya yang sangat pandai berdebat. Ia memilih menggendong baby girl yang sedang menangis sementara Shanaz menggendong baby boy yang sangat menggemaskan. Diam-diam Shanaz berdoa agar Tuhan memberinya baby boy seperti bayi Chelsea.


🎢🎢🎢🎢


Selamat pagi readers

__ADS_1


Love you all πŸ€—πŸ€—


__ADS_2