RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 110


__ADS_3

Fauzan kemudian masuk setelah mobil Amara menghilang dari pandangan matanya, sambil bersiul ia memasuki pintu gerbang kediamannya tanpa memperdulikan tatapan bngung security yang saat ini sedang bertugas.


"Gembira banget ,,, dapat lotre berapa triliun ?" tanya Shinta yang sejak tadi melihat putranya diantar oleh mobil mewah dan yang pasti bukan asistennya.


"Astaga mama ,,, bikin kaget aja." ucap Fauzan kaget


"Lebay ,,, siapa yang antar ??" tanya Shinta menyelidik


"Calon masa depan, ma ,,," jawab Fauzan sumringah


"Maksudnya ??!!" Shinta semakin penasaran,.


"Amara putri pak Keanu, calon menantu mama dan papa." terang Fauzan sedikit kesal karena mamanya mendadak telmi.


"Berati bentar lagi mama akan punya mantu, telpon Amara kapan bisa mama sama papa datang melamar. " seru Shinta semangat 45


"Belum jadian sih, ma ,,, ngobrolnya juga baru tadi." ucap Fauzan apa adanya.


Plaaak


"Mama kira udah bisa dilamar. " Shinta memukul lengan putranya sambil mengomel. Keinginannya untuk memiliki menantu harus tertunda.


Sejak pesta ulang tahun perusahaan PT Dwi_Zan dan melihat jika putranya memiliki rasa yang tak biasa pada salah satu rekan bisnis perusahaannya, Shinta langsung bersemangat bukan karena mereka sepadan akan tetapi putranya yang tak pernah memiliki ketertarikan pada lawan jenisnya.

__ADS_1


"Oh ya, duduk sini dulu. Mama baru ingat ada yang ingin mama perjelas tentang putri pak Keanu dan kamu. " ucap Shinta tiba-tiba mengingat perkataan Fauzan saat pesta perusahaan mereka beberapa waktu lalu.


"Maksud mama ? bukankah sudah jelas jika Amara adalah putri pak Keanu ?" tanya Fauzan bingung.


"Kalau hal itu mama juga tahu. "


"Lalu ??!!!" Fauzan semakin bingung yang di maksud oleh sang mama.


"Tentang pertemuan pertama kalian karena mama yakin gara-gara gadis itu hingga kamu selalu menolak jika mama ingin menjodohkanmu. " pungkas Shinta tak ingin berbelit-belit.


Mendengar perkataan sang mama membuat Fauzan tersenyum manis bahkan jauh lebih manis dari gula. Fauzan mengakui kejelian wanita yang sangat berarti dalam hidupnya itu, mama sungguh wanita yang bisa mengerti dirinya.


"Dulu saat dipesantren pak Kiyai Mustofa ada keluarga kaya yang mengundang kami para santri untuk menghadiri acara yang mereka adakan, aku lupa ma acaranya, nah saat Fauzan di suruh mengaji tiba-tiba datang seorang gadis yang lebih muda beberapa tahun dari Fauzan dan memaksa untuk diajar mengaji, gadis kecil itu sangat cantik dan cerdas bahkan terkadang seperti layaknya orang dewasa, itulah pertemuan singkat kami namun tersimpan dengan baik dalam hati Fauzan." ucap Fauzan bercerita dengan singkat dan langsung pada intinya.


"Fauzan butuh bantuan doa dari mama agar hati Amara hanya untukku. " pinta Fauzan penuh pengharapan. Fauzan meyakini jika doa seorang ibu sangatlah mustajab.


"Pasti nak, tapi kamu juga harus berusaha lebih keras lagi sembari mama berdoa. "


"Terima kasih ma, mama memang wanita terbaik yang kupunya. " ucap Fauzan memeluk Shinta.


"Dasar anak kurang ajar, dia itu wanitaku, milikku." suara pak Santoso memaksa Fauzan mengurai pelukannya pada sang mama tercinta.


"Ck, papa bikin kaget aja. Mama juga wanitaku pa jangan lupakan jika aku pernah berada dalam rahimnya selama kurang lebih sembilan bulan. " balas Fauzan tak mau kalah.

__ADS_1


"Itu beda lagi, son. Kamu hidup di sana karena perjuangan keras papa siang dan malam hingga keringat membanjiri tubuh namun papa tak memperdulikan semua itu. Hargai kerja keras papa juga, dong. " Pak Santoso lebih ngotot.


Mendengar ucapan sang suami, membuat pipi Shinta memerah karena malu. Ia menatap tajam suaminya yang tanpa rasa malu sedikitpun membahas adegan 21++ pada putranya yang masih perjaka.


"Pa !! hentikan pembicaraan tak bermoral itu, kasihan Fauzan. " setengah berteriak Shinta berusaha menghentikan pak Santoso


"Gak apa-apa ma, biar pria dewasa ini tahu dan segera mencari istri yang sesuai dengan harapan kita. " balas pak Santoso santai kemudian duduk disamping istrinya seraya membuka jas dan dasinya.


Fauzan hanya bisa menarik napas panjang mendengar papanya yang tak berperasaan. Bukankah saat ini ia telah berusaha memiliki hati gadis kecilnya yang kini telah tumbuh dewasa ? Fauzan lagi-lagi tersenyum mengingat wajah Amara yang datar dan dingin.


"Menarik. " guamam Fauzan tak sadar.


"Apanya yang menarik ? sudah waktunya kamu mencari pasangan hidup, son dan berhentilah menguasai istriku. " ucap pak Santoso memeluk mesra istrinya dan mencuri ciuman singkat pada bibir Shinta.


"Astaga papa ternyata gak punya perasaan. " omel Fauzan seraya meninggalkan kedua orang tuanya yang selalu bertingkah layaknya pengantin baru.


🎶🎶🎶


Selamat pagi reader dan selamat bertemu kembali di dunia halu


Jangan pelit-pelit goyangkan jempolnya, ya ,,,


Berikan VOTE, LIKE dan KOMENTARNYA

__ADS_1


Terima kasih sebelumnya


__ADS_2