
Tiba dihotel, Kiano segera menggiring Chelsea ke dalam sebuah kamar yang berdampingan dengan kamar yang ditempati Chelsea dan Kalista. Kiano segera mengunci pintu dan menatap tajam Chelsea yang terlihat santai.
"Honey, kita harus bicara. " ucap Kiano dengan suara dalam menahan kesal. Kekesalannya tak dapat dijabarkan dengan kata-kata akan tetapi ia berusaha menyembunyikannya, tak ingin merugi.
"Bicara aja mas, kesalnya juga gak usah ditahan-tahan." balas Chelsea cuek.
Kiano segera mengeluarkan dompetnya dan memberikan semua kartu kredit tanpa batas dari beberapa bank.
"Kamu pegang semua kartu ini terserah mau belanja apa, tapi mas mohon jangan sekali-sekali kamu minta uang sama Seno atau papa." ucap Kiano serius.
"Gak bisa gitu mas, karena jatah saham memang selalu papa transfer ke rekeningku, kalau masalah kak Seno aku gak bisa janji karena ada kepuasan tersendiri saat kak Seno memberiku uang. " balas Chelsea tersenyum manis dan mengerjapkan matanya tanpa dosa.
"Tapi aku gak mau adikku kekurangan karena Seno selalu memberimu uang dalam jumlah banyak. "
"Ck, gak akan mas, kak Seno sama denganku, dia anak tunggal hartanya banyak begitupula dengan Kalista, daddy pasti sudah memberikan jaminan hidup untuk putrinya. " ngotot Chelsea tak ingin sumber uangnya berkurang.
Uang yang selalu Seno berikan memang sudah Chelsea perhitungkan untuk belanjanya sedangkan uang dari hasil sahamnya dan pendapatannya yang lain sebagian ia sumbangkan ke panti asuhan dan memberikan bantuan pada pelajar yang kurang mampu, tanpa diketahui oleh siapapun. Apalagi pak Utomo sangat mempercayai putrinya untuk mengelola keuangannya sendiri.
Kiano tak ingin lagi memperpanjang perdebatannya, ia bertekad akan memikirkan cara agar dana dari Seno terhenti. Kiano menarik Chelsea dan menjatuhkan ya diatas tempat tidur dan mulai melakukan yang seharusnya semalam mereka nikmati.
Sementara itu di hotel yang sama dikamar yang berbeda, Seno menatap datar wanita yang akan menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya kelak.
"Kenapa kalian harus kabur-kaburan seperti ini sih, kamu tahu aku dan Kiano pusing mencari kalian kalau ada apa-apa, siapa yang akan bertanggung jawab ??" Seno mengomeli Kalista yang menatapnya cuek. Benar-benar menguji kesabaran.
"Kak Seno gak capek ngomong melulu ?? padahal sejak perjalanan ke hotel kak Seno ngomel-ngomel terus, banyak bener kosa katanya padahal aku yang dengernya capek lho kak." balas Kalista enteng
Kekesalan Seno benar-benar diuji, seandainya saja bukan wanita tercintanya mungkin sudah ia patahkan lehernya. Tak dapat menahan kekesalannya Seno menarik Kalista masuk kedalam pelukannya dan memeluknya dengan erat dan menciumi seluruh wajahnya.
"Jangan membuatku khawatir seperti ini lagi, sayang. " ucap Seno berubah lembut.
"Kami hanya ingin menikmati liburan bersama kak." balas Kalista merona.
__ADS_1
"Ya sudah, kakak tidur sebentar, capek semalam gak tidur dan pagi-pagi langsung terbang. " ucap Seno perlahan menutup matanya. Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus menandakan jika pria itu sudah tidur.
Setengah jam kemudian, Kalista mulai bosan berada di dalam kamar dan hanya menemani orang tidur namun rasa besannya mendadak hilang saat ponselnya bergetar dan menampilkan nama kakak ipar tersayangnya mengirimkan pesan WA.
Kakak ipar sayang
Kamu dimana ?
^^^Me^^^
^^^Kamar ketiga dari kamar kita no 716^^^
Kakak ipar sayang
Mau shopping, gak ?? mas Kiano baru aja ngasih banyak black card ππ
^^^Me^^^
Kakak ipar sayang
Gak bakalan, kan cuma sebentar
^^^Me^^^
^^^Aku gak berani kak ππ^^^
Kakak ipar sayang
Kalau kak Seno marah, kamu harus ancam dia ππ
^^^Me^^^
__ADS_1
^^^Ancam gimana, kak^^^
Kakak ipar sayang
Jangan kasih jatah malam pertama
Keluar sekarang atau kakak pergi sendiri
^^^Me^^^
^^^Wait kak, aku tulis pesan dulu^^^
Kakak ipar sayang
Jangan kelamaan nanti mas Kiano terbangun. (read)
Chelsea tersenyum kemudian mengecup lembut pipi Kiano sebelum keluar kamar. Bagaikan mendapat durian runtuh Chelsea walaupun liburannya terganggu namun setimpal dengan mendapatkan black card milik sang billionaire.
"Aku hampir menyesal ternyata menjadi Rusuk Sang Billionaire sangat menyenangkan." gumam Chelsea seraya menutup pintu lalu melangkah sambil bersenandung riang.
Bersamaan dengan itu Kalista pun keluar dari kamar permisi disebelah kamar yang booking Kiano, keduanya berpelukan dan bergandengan tangan menuju lift. Jangan lupakan senyuman mereka yang merekah.
πΆπΆπΆπΆ
Selamat siang readers,,,
Tiga bab cukup ya ,,, selamat menikmati
Jangan lupa dukungannya.
salam hangat dari othor di dunia halu
__ADS_1