RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 86


__ADS_3

Waktu terus bergulir tanpa bisa di hentikan, hari, minggu dan bulan pun terus berganti seiring dengan waktu. Kini 0ak Utomo dan Maria serta keluarga Arya kembali berkumpul di rumah sakit menunggu persalinan Chelsea. Kiano yang datar dan tenang kali ini terlihat sangat khawatir.


"Tenang dek, sebentar lagi baby twins akan hadir di tengah-tengah kita. "ucap Keanu tulus.


"Kenapa gak di caesar aja sih ,,, daripada begini kan lama apalagi yang keluar dua anak. " balas Kiano gusar


Interaksi keduanya tak luput dari perhatian Arya yang duduk tepat di samping Kiano. Wajar jika putranya itu khawatir semua pria juga pasti akan mengkhawatirkan istrinya yang sedang berjuang untuk melahirkan buah cinta mereka.


"Itulah kebanggaan dan kesempurnaan seorang wanita jika melahirkan normal." timpal Steven serius.


"Tapi kalau itunya longgar kan rasanya jadi berkurang jika dikunjungi apalagi selalu itunya yang jadi tujuan terakhir. " ucap Kiano dengan wajah polosnya.


Plaaak


Plaaak


Arya dan Queen memukul lengan putra bungsunya sambil mengomel sementara yang lain malah tertawa sehingga ruang tunggu persalinan mendadak ramai.


"Mommy kira kamu khawatir dengan menantuku ternyata yang kamu khawatirkan hanya kenikmatanmu. " Queen bersungut-sungut dengan kesalnya.


"Banyak kok obat untuk merapatkan kembali. Mommy aja melahirkan kalian bertiga sekaligus ditambah Kalista tapi sampai sekarang tetap nikmat kok malah tambah dahsyat. " ucap Arya tanpa di filter terlebih dahulu.


Mendengar ucapan Arya yang absurd membuat wajah Queen memerah menahan malu pada besannya yang hanya tersenyum mendengar percakapan keluarganya.

__ADS_1


"Stop membahas hal itu, lagian kalian para pria hanya memikirkan diri sendiri sementara menantuku di dalam sedang berjuang agar kalian memiliki penerus. " sarkas Queen membuat pria-pria gesrek itu terdiam.


" Jangan emosi mom, sebentar lagi cucu kita akan bertambah. " bujuk Arya sambil memeluk dan mencium pucuk kepala istri tercintanya.


Kiandra dan Kalista hanya menatap datar kedua orang tuanya yang tak pernah mengenal tempat memamerkan kemesraan mereka.


Oek oek oek


Suara tangisan bayi yang terdengar dari dalam ruangan bersalin membuat mereka tersenyum bahagia dan saling berpelukan bersamaan dengan seorang dokter wanita yang membantu persalinan Chelsea keluar.


"Bagaimana dok ?" tanya Queen sementara Kiano berdiri agak jauh dari dokter tersebut.


"Baby twinsnya cantik dan tampan, bu. Silahkan ayahnya menemui ibunya." balas dokter Zelena tersenyum sebelum berlalu dari hadapan keluarga Arya.


Kiano segera masuk ke dalam ruangan dimana Chelsea masih terbaring setelah berjuang antara hidup dan mati melahirkan baby twins.


"Permisi pak, ini babynya. " sela suster berdiri tak jauh dari Kiano.


"Honey ??!!" Kiano menatap Chelsea ragu. Ia tak ingin bersentuhan dengan suster yang sedang menggendong bayinya.


"Gak apa-apa mas, kan ada aku." ucap Queen meyakinkan sementara kedua suster yang menggendong kedua bayi mungil itu hanya bisa bertukar padang.


Dengan ragu-ragu Kiano mengambil bayi laki-laki dari tangan suster kemudian mengadzaninya. Chelsea meneteskan airmata bahagianya mendengar suaminya mengumandangkan adzan pada telinga bayi mereka. Kemudian Kiano kembali mengumandangkan adzan dengan merdu pada telinga bayi cantiknya.

__ADS_1


Setelah selesai Chelsea di dorong ke kamar yang akan ditempati untuk beberapa hari kedepan. Didampingi oleh seluruh anggota keluarga minus bocil-bocil. Kehadiran mereka menarik perhatian para keluarga pasien yang mereka lewati. Tampan dan cantik serta penampilan mereka yang walaupun sederhana namun tetap terlihat berkelas.


Suster yang bertugas kemudian membuka pintu kamar pavillium yang akan ditempati oleh Chelsea. Dengan kondisi Kiano yang tak busa berdekatan dengan perempuan membuat mereka memutuskan untuk menempati pavillium.


Perlahan Kiano menggendong Chelsea dan membaringkannya dengan perlahan sementara baby twins diletakkan pada boks baby. Setelah selesai kedua suster yang menggendong baby twins pamit undur diri.


Maria mendekati putrinya dan memeluknya dengan penuh kasih sayang. Airmatanya tak dapat ia bendung begitupula dengan pak Utomo, kini mereka telah menjadi kakek dan nenek.


"Selamat sayang, kamu sudah menjadi seorang ibu." ucap Maria mencium putrinya.


Semua anggota keluarga mengerubungi baby twins dengan bahagia. Satu persatu mereka mencium sang baby membuat Kiano meradang.


"Kalian jangan asal mencium dong, berikanlah hadiah sebagai penyambutan kehadirannyadi dunia ini. " ucap Kiano tersenyum bahagia.


"Hadiah ??!!" tanya Steven bingung.


"Amara dan Dika aja menjanjikan hadiah uang jika adiknya lahir, masa kalian gak malu sama anak kecil ??!!" balas Kiano tersenyum semakin lebar.


"Astaga ,,, anaknya masih bayi melihat saja belum." sungut Kiandra menatap sinis kembarannya.


Anggota keluarga yang lain hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala mendengar ucapan Kiano. Queen dan Arya menepuk jidatnya seraya menatap putranya tak percaya.


🎶🎶🎶🎶

__ADS_1


Selamat pagi readers


Terima kasih atas dukungannya


__ADS_2