RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 95


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu, Kiano dan Chelsea beserta baby twin masih tetap tinggal di rumah mewah pak Utomo akan tetapi setiap jumat sore mereka akan berkumpul di rumah daddy dan mommynya. Baby twins pasangan Kiano dan Chelsea serta baby boy milik pasangan Kalista dan Seno pun sedang lucu-lucunya.


Melihat anak cucunya berkumpul membuat bibir Arya tak henti-hentinya tersenyum bahagia, kesan dingin dan datar yang ditunjukkan saat berada di kantor tak terlihat sama sekali Arya seolah memiliki kepribadian ganda. Demikian pula halnya dengan Queen, rasa bahagia saat berkumpul dengan seluruh anggota keluarganya tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.


Arya dan Queen sama-sama anak tunggal meskipun ayah Queen menikah lagi dengan seorang janda yang memiliki anak gadis nanun Queen tak merasakan kebahagiaan memiliki saudara karena ia hanya selalu ditindas dan dianiaya oleh mereka. Masa lalu yang menyakitkan kini terbayar dengan kebahagiaan yang dianugrahkan oleh Sang Maha Pengatur Kehidupan.


"Opa sama oma jangan senyum-senyum aja, ayo sini gabung sama kami. " Amara sebagai cucu tertua memanggil Arya dan Queen yang masih setia duduk berdua sambil menatap anak dan cucunya.


"Jangan diganggu opa sama omanya nak, main aja sama adek Dika dan adek Kiran. " ucap Keanu yang duduk tak jauh dari mereka.


"Dek Kiran gak tahu main, pi ,,, sedangkan adek Dika akhir-akhir ini hanya membaca buku. " kesal Amara.


"Kalau gitu main sama papi aja." balas Keanu mendekati putrinya.


"No pi !! Ara gak mau main sama papi, lebih baik Ara sama papa bisa belajar. " seru Amara membuat alis Keanu bertaut.


"Papi juga bisa mengajar Ara. Papi sama papa kan sama aja." bujuk Keanu berusaha mengambil hati Amara dan perlahan menasehati agar tak sembarangan menggunakan keahlian yang dimiliki. Amara tipe anak yang suka memberontak walaupun terlihat kalem.


"Gak sama Pi, papa orangnya asyik semua diajarkan ke Ara katanya biar kecerdasan Ara semakin terasah dan agar tidak di anggap remeh oleh orang-orang. " cerdas Amara sukses membuat mata Keanu melotot.


"Mata papi kenapa ?? kok membesar gitu ??" Amara mendekatkan wajahnya untuk melihat dengan jelas mata Keanu.


Steven dan Kiandra terkikik geli melihat interaksi anak dan ayah yang terlihat lucu dimata mereka.

__ADS_1


"Kianoooooooo !!!" teriakan Keanu memekakkan telinga membuat mereka yang sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing terjungkang kecuali gadis kecil yang mencebikkan bibir mungilnya.


"Ck, papi gak berkelas, teriak-teriak kayak tarzan. " cibir Amara tak kaget mendengar teriakan Keanu.


"Ada apa sih, bang. Aku disini gak harus teriak-teriak juga kan. " kesal Kiano menggeser posisi duduknya agar lebih dekat dengan Keanu.


"Amara masih kecil, dek ,,, jangan diajar yang aneh-aneh. " ucap Keanu masih kesal pada saudara kembarnya.


"Bang, aku gak mengajar yang aneh-aneh, aku hanya ingin menguji kecerdasan Ara yang diwariskan oleh papinya. " balas Kiano membela diri.


"Tapi gak harus seperti itu, dek. Gimana kalau dia malah menyusahkan kita dikemudian hari ??" ucap Keanu tak ingin kalah.


"Bukankah kita juga dulu seperti itu, bang ? tapi nyatanya sekarang semua baik-baik aja. Sudahlah bang, nikmati aja ,,, kita harus bersyukur punya anak secerdas Amara dan Dika semoga aja baby twins seperti mereka. " balas Kiano santai.


"Pa, ajarin Ara lagi ya, yang tempo hari papa ajarkan masih kurang. " tangan Amara bergelayut manja di leher Kiano.


"Gak boleh sekaligus sayang, memangnya anak papa yang cantik ini cita-citanya kalau sudah gede, apa sih ." Kiano mencubit gemes pipi chaby ponakan rasa anak kandungnya.


"Jadi hecker cantik. " balas Amara.


Semua anggota keluarga menghentikan kegiatannya dan menatap tajam keduanya mendengar ucapan gadis kecil itu. Tak ada yang menyangka kata itu keluar dari bibir anak seusia Amara. Kiano pun kaget hanya saja ia bisa menguasai dirinya sehingga terlihat santai.


"Gak usah berlebihan seperti itu, hanya ucapan anak kecil jangan dimasukkan ke hati." ucap Kiano santai padahal dalam hatinya sangat mengkhawatirkan ponakan cantiknya.

__ADS_1


Plaaakkk


"Gak usah khawatir pala lu. " Queen memukul lengan putranya seperti biasa jika sedang jengkel.


"Auwww ,,,sakit mom, berasa aku anak tiri. Lagian bukan salah aku juga kali, salahkan abang yang mewariskan otak cerdasnya sama Amara. " dumel Kiano tak terima disalahkan.


"Tapi kamu yang mengajarinya, dek." bantah Keanu tak terima.


"Dengerin ya semua, meskipun aku gak ngajarin dia pasti bisa melakukannya." ucap Kiano tak mau kalah.


"Heran deh, anak cerdas kok malah gak senang." lanjut Kiano mengomel.


Dalam hati Keanu dan Kiandra membenarkan ucapan saudara kembarnya, mereka diam-diam bergidik ngeri seandainya saja anak-anak mereka malah mewarisi otak Kalista yang apa adanya.


"Gak usah diperpanjang, apapun keadaan cucu-cucu daddy, sebagai orang tua, kalian harus mengarahkan mereka dengan baik. Ajarkan dan tanamkan sejak dini kebaikan pada mereka sehingga ketika sudah dewasa mereka akan selalu mengingat ajaran kebaikan orang tuanya." ucap Arya mengingat pak Utomo yang sudah mendidik dengan baik putri tunggalnya.


Arya sangat mengagumi pendidikan akhlak yang diberikan besannya itu pada putri tunggalnya walaupun hidup dengan harta yang berlimpah namun tetap mandiri dan sangat peduli dengan orang-orang yang kesusahan. Fakta yang Arya dan Queen ketahui saat aqiqahan baby twins.


🎶🎶🎶🎶


Selamat pagi readers,,,


Butuh saran nih, gimana kalau othor hadirkan pelakor diantara mereka ???

__ADS_1


Ditunggu sarannya yak,,,


__ADS_2