RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 111


__ADS_3

Tanpa sepengetahuan penghuni rumah utama, sang ama dan opa serta Kiran kembali ke tanah air pada waktu yang bersamaan. Jika Queen dan Arya pulang karena kangen tanah air maka Kiran yang ditemani oleh manajernya pulang karena sebuah perusahaan mengontraknya untuk promosi pembukaan sebuah butik yang bekerjasama dengan alah satu brand ternama.


Dua buah mobil beriringan memasuki pintu gerbang rumah utama keluarga Arya, satu mobil ditumoangi oleh Queen dan Arya sedangkan mobil yang lainnya ditumpangi oleh Kiran dan Metha , manajernya. Saat mengetahui siapa yang datang pada ART langsung sibuk mempersiapkan sarapan pagi yang lebih banyak sementara ketiga penghuni yang lain masih setia berada di bawah selimutnya karena bertepatan dengan hari libur.


"Selamat datang nyonya, tuan dan nona ,,," sapa bi Siti gembira


"Terima kasih bi, semua baik-baik kan ?" balas Queen seraya berjalan memasuki rumah utama dimana pintunya sudah terbuka lebar diikuti oleh Arya dan Kiran yang menarik kopernya yang besar dan berat.


"Bunda ada kan, bi ?" Kiran menanyakan keberadaan kedua orang tua kandungnya.


"Tuan muda dan nyonya muda nginap di rumah mereka, non. " jelas bi Siti


Kiran hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti kemudian berjalan ke arah kamarnya. Hari ini ia akan manfaatkan untuk istirahat sebelum kembali disebutkan dengan pekerjaannya. Demikian pula halnya dengan Queen dan Arya.


"Kak Metha pilih kamar aja atau pengen rumah sendiri, minta bi Siti menunjukkan milik bunda. " ucap Kiran sebelum menghilang dibalik pintu kamarnya. Kiran tak ingin Metha merasa canggung berada di tengah-tengah keluarganya.


"Ok siap. " balas Metha sambil tersenyum. Tak ingin mengganggu kebersamaan keluarga Arya akhirnya Metha memilih tinggal di rumah bergaya minimalis yang berdampingan dengan rumah utama.


Metha pun memilih mengistirahatkan tubuhnya sejenak sebelum mengatur baju-bajunya dalam lemari yang tersedia.


Matahari semakin memperjelas kehadiranya dengan sinarnya yang mulai terik sehingga memaksa mata seorang gadis cantik terbuka perlahan sambil menyesuaikan retinanya dengan sinar matahari yang menghangatkan kamarnya.


"Rasanya pengen hari minggu sampai tiga hari ke depan. " gumam Amara bangun dari tidurnya kemudian melipat rapi selimutnya sebelum membersihkan diri.

__ADS_1


Setelah selesai dengan ritual mandinya, Amara segera keluar kamar menuju dapur karena perutnya sudah menuntut haknya.


"Omaaaa ,,,, opaaaa ,,, kapan datang ? kok gak ngabarin dulu." Amara berlari memeluk oma dan opanya melupakan perutnya yang lapar.


"Hanya oma sama opa aja nih yang dipeluk ,,, hmm,,," celetuk Kiran merasa tak dianggap.


"Astaga ,,, si anak Rantau juga sudah pulang ? miss yoo ,,,," Amara mengalihkan pelukan hangatnya pada adik sepupunya.


"Cucu kami ternyata sudah tumbuh dewasa, sudah punya calon pendamping kan ?" tanya Queen tersenyum pada kedua cucunya yang masih berpelukan.


"Ck, oma merusak moment kami aja. " balas Amara merajuk.


"Gak ada salahnya oma bertanga, sayang ,,," ucap Shanaz yang duduk tak jauh dari Amara.


"Hei, jangan libatkan aku kak, masa harus melangkahi kak Ara sama kak Dika, Gak adil lagian kekasih Kiran masih berusaha membangun perusahaannya sendiri" ucap Kiran tak terima.


"Sudah ,,, sudah ,,, kita sarapan dulu daripada saling berdebat gak jelas. " Queen seperti biasa selalu menjadi penengah padahal terkadang ia sendiri yang memancing hingga terjadi perdebatan di antara mereka.


"Bentar aku telepon mbak Metha. " ucap Kiran sambil mendial nomor manajer kesayangannya.


"Kamu pulang bareng Metha ? kamu gak laku lagi di paris hingga harus pulang dengan menejermu ?" tanya Amara asal.


"Mana ada seperti itu, aku ada kerjaan disini kak. Lagian aku sepertinya akan tinggal sedikit lebih lama karena kekasihku tahun ini juga akan kembali ke tanah air mengembangkan usahanya. " jawab Kiran serius.

__ADS_1


Mendengar ucapan adik sepupunya, senyum Amara terbit menghiasi wajah cantiknya, ia tak akan kesepian lagi ditinggal oleh ketiga gengnya. Rupanya pepatah hilang satu tumbuh seribu k8ni berlaku. Tiga adiknya memilih melanjutkan pendidikannya di negeri yang jauh tapi Kiran malah kembali.


"Takut kekasihnya pelesiran ke lain hati, ya ???" goda Amara menaik turunkan alisnya.


"Makanya segera resmikan hubungan kalian tapi sebelum itu kenalkan dulu sama kakak." lanjut Amara berubah serius.


"Gak ah, kakak orangnya terlalu perfect, semua dinilai dari tingkat kecerdasan seseorang. " Kiran sangat tahu bagaimana kakak sepupunya itu.


"Bener yang dikatakan Kiran, sayang. Jangan mencari pasangan yang sama cerdas denganmu karena hal itu akan menyulitkanmu untuk menemukan pendamping. Liat mami walaupun tidak cerdas tapi papimu tetap mencintai mami. " timpal Shanaz apa adanya.


"Mami sayang, jika pria cerdas dapatnya wanita setengah-setengah gak ada masalah karena dia yang akan jadi kepala keluarga tapi kalau kebalikannya kan kasihan prianya pasti akan minder kemana-mana. Salahkan noh si papi yang mewariskan seluruh kecerdasannya pada Ara. " balas Amara terkikik geli melihat ekspresi papinya yang tak terima disalahkan.


"Ck,bukan salah siapa-siapa, bersyukurlah punya anak cerdas jadinya kita gak perlu teriak-teriak menyuruhnya sekolah. Manusia diciptakan oleh Sang Khalik berpasang-pasangan maka dari itu kita tunggu saja kapan putri kita akan bertemu dengan jodohnya." ucap Keanu bijak.


Mereka kembali menikmati sarapan pagi yang sempat tertunda, Metha pun sudah bergabung bersama keluarga pebisnis terkenal ditanah air.


🎶🎶🎶🎶


Selamat pagi readers


Semoga hari ini puasanya lancar bagi yang menjalankan ibadah puasa


Terima kasih dukungannya

__ADS_1


Salam manis dari negeri halu


__ADS_2