RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 37


__ADS_3

"Sayang, kok baru nyampe rumah ??" ucap Kiano menyambut Chelsea yang baru saja turun dari mobilnya


"Semua gara-gara bapak !!" balas Chelsea tak dapat lagi menahan kesalnya. Entah mengapa ia tiba-tiba merasa kesal melihat pria datar itu.


"Sea !! hormati suamimu !! sekesal apapun kamu bicarakan dengan pelan dan sopan." Pak Utomo memperingatkan putri kesayangannya agar tidak semena-mena pada pria yang kini telah menjadi menantunya.


"Hiks ,,, hiks ,,, hiks, papa gak sayang lagi sama Sea."


"Sayang, ada apa ?? kenapa ribut-ribut ??" Maria menghampiri suami, anak dan menantunya.


"Ma, papa ngebentak Sea, gara-gara Dia. "


"Sayang, nak Kiano itu suamimu gak boleh menyebutnya seperti itu. Apa kata orang jika mendengarnya, mereka pasti akan menuding kami yang gak becus mendidik putri kami. " nasehat Maria lembut.


"Maaf ma, pa, mas ,,," ucap Chelsea dengan nada bersalah.


"Sekarang bersihkan badanmu setelah itu kita makan malam. " titah Maria lembut.


Chelsea segera mengikuti perintah mamanya karena badannya terasa lengket semua seharian di kantor. Kiano mengikuti Chelsea masuk kedalam kamar ingin mengetahui dengan jelas persoalannya. Sambil menunggu Chelsea keluar dari kamar mandi, Kiano menyuruh Ardi mencari tahu kejadian pada divisi keuangan.


Setelah selesai mandi dan merasa segar kembali, Chelsea keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian lengkap. Emosinya pun sedikit mereda.


"Lho kenapa gak menunggu di luar ?"


"Mas sengaja menunggumu, mas ingin mendengar cerita sampai kamu harus lembur seperti ini. " balas Kiano serius.


Seketika Chelsea memperlihatkan wajah sendunya sambil menceritakan peristiwa yang dialaminya, tak ada yang ia tambah ataupun kurangi hanya saja ia sengaja membuat wajahnya sesedih mungkin.


"Sudah, gak usah sedih gitu, besok Ardi yang akan urus semuanya. Atau kamu mau pindah le divisi lain ? atau jadi asistenku aja ?"


"Ogah, aku tetap pada divisi keuangan dan aku minta supaya sementara waktu statusku tidak diketahui, soalnya siang tadi ada beberapa kejanggalan pada laporan yang aku buat. "


"Besok berikan salinan filenya."


"Kita makan dulu, kasihan mama sama papa kelamaan menunggu kita." Chelsea melangkah lebih dulu meninggalkan Kiano, kebiasaan buruk yang tak pernah ia sadari.


Tiba di meja makan, Chelsea segera menduduki kursinya begitu pula dengan Kiano. Chelsea segera mengisi nasi pada piring Kiano lengkap dengan lauknya baru setelah itu ia mengisi piringnya sendiri. Maria tersenyum melihat kemajuan putrinya, perlahan ia mulai melakukan tugasnya sebagai seorang istri.


Kedua pasang suami istri beda generasi itu bersantap malam bersama sambil bercerita, kehangatan sebuah keluarga membuat Kiano merasa seperti tengah berada ditengah-tengah keluarganya sendiri.

__ADS_1


"Ma, pa, minggu depan kami akan menginap beberapa hari di rumah daddy. "


"Kok tiba-tiba, mas ,,, "


"Tadi siang daddy meminta kita menginap dirumah kan sejak menikah kita belum pernah ke sana. " balas Kiano lembut


"Jangan mengecewakan mertuamu, sayang. Mereka juga ingin dekat dengan menantu barunya. " ucap Maria tersenyum lembut


"Jangan khawatir, sayang, semua akan baik-baik saja. " timpal pak Utomo meyakinkan putrinya.


Mereka kemudian mengakhiri makan malamnya dan berpindah ke ruang keluarga. Kiano tak melewatkan kesempatan untuk memberikan sentuhan-sentuhan kecil pada Chelsea, ia tahu jika didepan kedua orang tuanya istrinya itu tak mungkin menolaknya apalagi sampai mencak-mencak.


"Pak, hentikan !! aku gak suka dirangkul seperti itu. " bisik Chelsea tepat di telinga Kiano


"Biar keliatan mesra dan bahagia di depan mereka."


Hati Chelsea tercubit mendengar ucapan sederhana Kiano. Apakah pria datar ini gak bahagia menikah denganku ? Chelsea menatap sendu Kiano yang sedang mendengarkan cerita papanya.


"Pa, ma ,,, aku istirahat dulu, takut besok telat bangun. " pamit Chelsea kemudian berdiri entah rasa apa yang melingkupi hatinya saat ini.


"Kiano juga pamit istirahat ma, pa. " Kiano mengikuti Chelsea memasuki kamarnya.


"Cari spidol, pak. "


"Spidol ?? untuk apa ??!"


"Menandai kalender. "


Mendengar jawaban sang istri, Kiano berjalan mendekati Chelsea yang masih mencari spidol yang biasa ia pakai.


"Jangan buang-buang tinta spidol, tidak akan pernah ada perpisahan dalam pernikahan kita. Mas mencintaimu sepenuh hati dan rela menunggu hingga hatimu terbuka dan melihat betapa tulusnya rasa cinta ini. " Kiano memeluk Chelsea dari belakang seraya mencium leher jenjang wanita yang bertahta dalam hatinya.


Jantung Chelsea berdebar kencang, bulu kuduknya meremang merasakan ciuman Kiano. Sesaat Chelsea tak bisa berbuat apa-apa, merasakan tak ada pergerakan dari sang istri, perlahan Kiano membalikkan badan Chelsea hingga mereka berhadapan dan tatapan mata saling mengunci.


Cup


"Mas !!" teriak Chelsea dengan wajah bersemu merah


"Thanks honey sudah memanggilku mas dan kedepannya aku harap akan terus seperti itu. " Kiano menatap lembut wanitanya.

__ADS_1


"Tapi di kantor tetap manggilnya bapak. "


"Untuk sementara gak apa-apa. " balas Kiano perlahan mendaratkan bibirnya ditempat yang seharusnya dengan tempo yang agak lama di sertai sedikit ******* yang lembut.


"Stop, jangan di teruskan. " Chelsea mendorong tubuh Kiano dengan wajah memerah.


"Ya sudah, sementara segitu aja dulu. " Kiano menarik tangan Chelsea mendekati tempat tidur.


Karena kelelahan seharian kerja di tambah lembur, Chelsea hanya menurut saja kala Kiano berbaring menghadapnya, perlahan matanya terpejam namun kembali terbuka lebar saat merasakan tangan besar milik suaminya berada tepat di gunung kembarnya.


"Mas !! apa yang kamu lakukan !!" Chelsea setengah berteriak dan mencoba untuk bangun.


"Gak usah bangun, tangan mas hanya nangkring doang gak gerak-gerak juga, kan ." balas Kiano sedikit menekan Chelsea agar tak bangun.


"Tapi ini tuh mengganggu, mas. Aku gak bisa tidur. "


"Kan belum terbiasa, honey, makanya kita harus sering-sering seperti ini supaya tubuhmu terbiasa dengan sentuhanku. " balas Kiano dengan sengaja memutar telunjuknya diatas asset berharga Chelsea seolah ia menggambarkan sebuah lingkaran.


"Tolong hentikan mas, aku bener-bener ngantuk." Chelsea menahan jari Kiano agar menghentikan aksinya. Ia belum siap memberikan segalanya pada pria yang kini berstatus suaminya.


"Ok, tapi biarkan tangan mas tetap disini. "


"Tapi jangan gerak-gerak. "


"Hmmm. " Kiano kemudian berusaha menutup matanya sesuatu dibawah sana mulai terasa sesak namun ia mencoba untuk menahannya dengan menempelkan tubuhnya pada Chelsea.


'Sabarlah adik kecil tidurlah, jika saatnya tiba kamu akan melakukannya hingga puas.' batin Kiano semakin menekan tubuhnya pada Chelsea.


Sementara Chelsea yang mulai terbuai oleh mimpi kembali tersadar saat menyadari sesuatu yang keras menyentuhnya. Jantungnya kembali berdetak kencang hingga tangan Kiano merasakan debaran jantung Chelsea. Sebuah garis tipis melengkung pada sudut bibir Kiano, ia sengaja melakukan hal itu agar Chelsea sedikit peka dengan kebutuhan biologisnya.


🎢🎢🎢🎢


Selamat pagi semua


Selamat berakhir pekan, semoga para readers sehat dan selalu bahagia.


Terima kasih atas dukungannya


Love you all πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2