
Mereka terbangun saat matahari sudah menyembunyikan diri, Chelsea segera bangkit dan berlari ke kamar mandi membersihkan dirinya seraya merutuki dirinya yang terlambat bangun padahal ia hanya bermaksud melepas lelah sejenak. Secepat kilat Chelsea mandi dan keramas karena siang tadi sedikit berkeringat.
Menyadari pelukannya kini beralih pada guling disebelahnya, Kiano pun perlahan membuka matanya. Tak berbeda dengan sang istri, Kiano pun terbeliak kaget mendapati hari sudah gelap.
"Mas, cepat mandi ,,, bentar lagi makan malam lho. " ucap Chelsea seraya mengeringkan rambutnya yang basah.
"Jangan menggodaku, honey ,,," balas Kiano menatap Chelsea dengan tatapan berbeda dari biasanya.
"Haaa ???!!! mana ada aku menggoda, sana cepat mandi. " ketus Chelsea mendelik kasar.
Tak ingin berlama-lama menatap istrinya yang tampak seksi, Kiano segera masuk kedalam kamar mandi. Ia takut tak dapat menahan diri sehingga menyerang istrinya itu. Kiano tak ingin menyentuh Chelsea tanpa persetujuan dari yang bersangkutan.
"Maaf adik kecil ternyata kamu masih harus berdiam diri disana. " gumam Kiano meringis berusaha menidurkan adik kecilnya.
Hampir setengah jam Kiano menghabiskan waktu di dalam kamar mandi bukan karena mandinya yang terlalu bersih akan sang adik kecil rupanya sudah tak menurut lagi padanya.
"Lama amat mas, bibi sudah dua kali datang memanggil kita makan malam katanya disuruh mommy." ucap Chelsea melihat Kiano akhirnya keluar dari kamar mandi.
"Gak apa-apa, mommy pasti ngerti kok." Kiano memakai bajunya dengan santai di depan Chelsea.
__ADS_1
"Ngapain sih mas, tumben-tumbennya Lama di kamar mandi ?"
"Biasa honey, akhir-akhir ini jika melihatmu, DIA selalu terbangun dan susah untuk di tidurkan lagi. " jawab Kiano mengarahkan matanya pada adik kecilnya.
"Aish ,,, jangan asal kalau ngomong, itu hanya akal-akalan mas aja." balas Chelsea dengan wajah memerah karena risih mendengar ucapan suaminya.
"Jangan dibahas lagi, kita keluar sekarang, kasihan yang lain menunda makan malamnya gara-gara kita. " lanjut Chelsea tak ingin berlama-lama di kamar, wajahnya terasa memanas.
Keduanya kemudian keluar kamar beriringan, tanpa mereka sadari jika tampilannya saat ini rambut keduanya sama-sama basah sehingga menimbulkan dugaan yang aneh-aneh pada anggota keluarga yang lain.
"Pantesan lama baru keluar, rupanya keramas toh. " celetuk Steven menyeringai
"Kan tadi keringatan mas, rambut terasa lepek makanya aku keramas," ucap Chelsea tak mengerti arah pembicaraan kakak iparnya.
"Sudahlah Ista, jangan membuat kakak iparmu bingung, dia tidak terbiasa mendengar kata-kata aneh seperti itu. " ucap Zidan tersenyum jahil.
Kiano pura-pura tak mendegar ledakan saudara-saudaranya, ia memilih sibuk mengambil makanan di piringnya. Tak mungkin juga ia mengatakan jika mereka belum pernah melakukannya, bisa-bisa dirinya akan di bully seumur hidupnya.
"Nak Chelsea, kami sudah menunggu lama Kiano untuk menikah dan tentunya kami sebagai orang tua sangat mengharapkan penambahan anggota keluarga dari kalian berdua supaya rumah ini semakin ramai. " lanjut Zidan tidak lagi menggunakan istilah karena menyadari jika menantu baru sahabatnya itu terlalu polos dan tidak peka.
__ADS_1
"Harus ya om ?? tapi aku masih sibuk dengan skripsiku om dan masih banyak impianku yang belum terkabul. " balas Chelsea apa adanya.
"Hamil saat menyusun skripsi gak masalah kan ?? Kalista aja kuliahnya belum kelar sudah siap menikah. " sela Arya menatap lembut menantunya.
"Itulah bedanya orang cerdas dalam ilmu pengetahuan dan cerdas dalam hal yang lain, dad. " timpal Kiandra tersenyum miring ke arah adik bungsunya.
"Maaf dad, mom dan semuanya, bukan tak ingin memiliki keturunan akan tetapi perusahaan papa membutuhkan karena hanya aku yang mereka miliki maka dari itu aku harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengambil alih perusahaan papa kelak. Kasihan beliau sudah tak segesit dulu lagi." Chelsea mencoba memberi pengertian pada keluarga Kiano agar mereka tidak salah paham padanya.
"Jangan khawatirkan masalah itu, dek. Kamu menikahi pria yang tepat. Kakak dan bang Ke sering meminta bantuan pada suamimu untuk menangani perusahaan kami. " balas Kiandra menjentikkan jarinya.
"Bang Ke ???" Chelsea mengulang kata-kata Kiandra bingung.
"Maksud kak Kia, bang Keanu kak." terang Kalista dan disambut tawa oleh semuanya kecuali Keanu yang menatap tajam saudara kembarnya.
"Ayo makan dulu, setelah itu baru kita bahas soal pembibitan yang akan dilakukan oleh Kiano dan Chelsea. " ucap Queen menghentikan pembicaraan mereka.
Jika sang ratu rumah tangga yang bersuara maka tak ada lagi bantahan, tak ada yang ingin bermasalah dengan wanita satu ini. Sementara Kiano yang sejak tadi makan kini sudah menuntaskan makanannya akan tetapi ia tak meninggalkan meja makan. Kiano terus menatap Chelsea dan memikirkan cara agar istrinya itu bisa menerima adik kecilnya dengan ikhlas.
🎶🎶🎶🎶
__ADS_1
hai readers setia, selamat pagi dan selamat beraktifitas
jangan lupa jaga kesehatan