
Beberapa bulan kemudian Seno pun berada pada posisi Kiano saat Chelsea melahirkan baby twins. Kini Seno merasakan kekhawatiran yang teramat sangat menunggu kelahiran putranya. Kekhawatiran Seni yang berlebihan bukannya tanpa alasan, ia sangat mengenal istrinya yang tak dapat menahan sakit dan malah ngotot ingin melahirkan normal.
"Berdoa saja nak Seno, Kalista bisa kok melewatinya. " ucap Arya yang duduk di dekat menantu bungsunya.
"Tapi dad, kasihan dia menanggung sendiri rasa sakitnya." balas Seno dengan mata berkaca-kaca. Untuk pertama kalinya Seno merasa sebagai pria tak berguna.
"Tenang kak, Kalista wanita kuat. "Chelsea ikut menenangkan kakak sepupu sekaligus iparnya.
"Bener nak Seno, walaupun sakitnya teramat sangat namun saat sang bayi lahir rasa sakit itu menghilang dan tergantung dengan kebahagiaan. Itulah salah satu kelebihan wanita yang diberikan oleh Sang Pencipta. " timpal Queen lembut.
"Ck, santai aja kali, makanya saat membuat anak jangan hanya enaknya yang dipikir tapi ingat sakitnya setelah sembilan bulan. " cibir Kiano dan di sambut dengan kekehan oleh Keanu dan Steven.
"Kalian bertiga bener-bener gak ada manfaatnya berkumpul disini, bukannya menenangkan saudara kalian malah mengolok-oloknya. " omel Queen kesal dengan putra dan menantunya.
"Mending kalian ke kantor cari duit yang banyak daripada kumpul disini bukannya menenangkan malah meledek." Kiandra ikut-ikutan mengomeli suami dan kedua saudara kembarnya.
Kiandra menatap tak percaya pada Kiano yang kini sudah banyak bicara padahal diantara mereka yang lahir sebagai keturunan dari pasangan Arya dan Queen, Kianolah yang paling malas berbicara.
__ADS_1
"Kamu bener-bener keturunan daddy, dek. Dulu kamu paling irit bicara tapi setelah menikah dan punya anak semuanya berubah. Mesum dan cerewet." lanjut Kiandra menatap Kiano dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Kini semua mata menatap Kiano mencari bukti kebenaran ucapan Kiandra membuat sang obyek balas menatap mereka dengan malas.
Disaat mereka serius menatap Kiano, dari dalam ruang bersalin terdengar suara tangisan bayi sehingga mereka mengalihkan pandangannya ke arah pintu ruangan tersebut. Tak lama kemudian dokter yang membantu kelahiran baby twins keluar dan mengucapkan selamat pada Seno dan keluarga besar Arya.
"Selamat ya pak, bu ,,,, baby boynya telah lahir dengan selamat. Silahkan masuk setelah suster membersihkan nyonya Kalista dan bayinya." ucap dokter tersebut ramah sebelum berlalu dari hadapan mereka.
"Alhamdulillah, terima kasih dokter. " balas Seno meneteskan air mata bahagia.
"Lompat katak ??!!" kompak Keanu dan Steven bingung tak mengerti maksud ucapan Kiano.
Seno tak lagi memperdulikan ucapan sahabat laknatnya, ia memilih untuk menemui istri tercintanya yang telah berjuang melahirkan keturunannya.
"Jangan menatapku seperti itu, aku merasa seperti gadis di sarang penyamun. " ucap Kiano enteng dan sukses mendapat tatapan tajam dari mommy Queen.
"Kami penasaran dengan lompat katak yang kamu maksudkan. " balas Keanu yang tak suka dengan sesuatu yang tak ia mengerti.
__ADS_1
"Kalian para pria mesum masa lompat katak saja tak mengerti. " ucap Kiano tersenyum miring.
Baru saja Keanu ingin menimpali ucapan sang adik, dari arah pintu nampak Kalista di dorong oleh seorang suster dan bayinya di gendong oleh suster yang lainnya menuju pavillium yang dulu di tempati oleh Chelsea.
"Kami masih menunggu arti lompat katak. " ucap Steven mengekori Kiano.
Kiano hanya membalasnya dengan senyuman sambil mengangkat bahunya terus mengikuti langkah kaki suster yang membawa Kalista.
πΆπΆπΆπΆ
Selamat pagi readers
Selamat berakhir pekan, semoga semua sehat dan tentunya bahagia bersama keluarga.
Jangan lupa dukung othor ya
Love you all π€π€π€
__ADS_1