
Saat membuka matanya Kiano hanya bisa menarik napas panjang melihat sekitarnya tak dapat ia temukan bayangan sang istri. Menarik napas panjang berkali-kali melihat kelakuan istrinya yang tiba-tiba berubah.
"Kenapa sifat Chelsea mendadak seperti Kalista ?? hufffttt, fix ini pengaruh Kalista yang gak bener. " gumam Kiano menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal.
Kiano kemudian secepatnya membersihkan sisa-sisa percintaan panas mereka beberapa saat yang lalu seraya tersenyum mengingat nikmatnya pergulatan panas mereka walaupun seharusnya hal itu terjadi semalam.
Selesai mandi, Kiano mengingat dan segera menghubungi Seno yang membawa adiknya entah kemana.
drrrrttttt drrrrttttt
"Halo, jangan ganggu aku masih tidur. " terdengar suara mengantuk dari Seno
"Kamu gak tidurin adikku, kan ??? awas kalau kamu macam-macam. " teriak Kiano agar kesadaran Seno kembali pulih.
"Ck, mana ada. Dia aku jadikan satpam sebagai hukumannya. " Seno perlahan bangun sambil terkekeh.
"Beneran ?? Kalista ada disitu ??" tanya Kiano panik
"Mungkin dia dikamar mandi. " jawab Seno masih belum sadar jika Kalista keluar.
"Wooooiiiii, cepat bangun dan mandi, Kalista gak ada disitu. Kamu di kamar mana sih."
"716." balas Seno terbeliak kaget.
Baru saja Seno meninggalkan tempat tidurnya, bel kamar yang ia tempati berbunyi, ia segera membukanya dengan wajah ditekuk. Kiano sudah rapi dan menerobos masuk.
"Cepat mandi lalu kita duduk-duduk di lobby menunggu mereka." titah Kiano sambil berjalan ke arah sofa.
"Ok ,,," balas Seno singkat dan berlalu ke kamar mandi.
Wajah Kiano selalu menampilkan senyuman terbaiknya sejak keluar kamar, rasa bahagianya tak dapat ia sembunyikan, rasa nikmat percintaannya masih terasa hingga sekarang.
__ADS_1
"Ngapain senyam senyum kayak orang gila, ayo turun." Seno berjalan lebih dulu meninggalkan sahabatnya yang terlihat aneh dimatanya.
Kiano mengikuti Seno dan menyamakan langkahnya menuju lift. Saat pintu lift terbuka Kiano tak bergeming dari tempatnya berdiri karena lift tersebut sebagian besar perempuan. Seno yang mengetahui penyakit aneh sahabatnya pun tak bergeming dan membiarkan pintu lift kembali tertutup. Baru pada lift berikutnya mereka ikut masuk karena kosong.
Tiba di lobby keduanya kemudian mengambil tempat duduk dimana netranya bisa menjangkau tamu hotel yang keluar masuk.
"Kalista beneran adik kandungmu, kan ??" tanya Seno serius.
"Kenapa baru sekarang kamu bertanya ?? pernikahan kalian sisa beberapa hari lho. " ketus Kiano menatap sinis calon adik iparnya.
"Hehehe ,,, sory, hanya saja aku penasaran kok sifatnya berbeda dengan kalian bertiga, seandainya Chelsea bukan adikku pasti aku menyangka jika mereka bersaudara bukannya kamu." balas Seno apa adanya.
"Akupun berpikiran seperti itu, mereka sebelumnya tak saling kenal tapi kok bisa sekompak itu padahal sama Shanaz yang sejak kecil mereka selalu bersama tapi tak sekompak Chelsea. " Kiano ikut membenarkan ucapan sahabatnya.
"Kalau mereka seperti ini terus apa nasibnya rumah tangga kita ke depannya ? bukannya aku tak mau jika Kalista dan Chelsea shopping hanya saja kalau keseringan pergi kan kasihan kita para suami ditinggal memeluk guling terus gimana nasib si otong jika mencari sarangnya atau tiba-tiba merindukan sarangnya dan ingin berkunjung ??" ucap Seno meringis membayangkannya.
"Ck, kamu kayak sudah merasakannya saja. " cibir Kiano sinis
"Setelah kalian menikah, kamu harus berusaha siang malam agar adikku itu hamil karena dia yang mempengaruhi istriku hingga bandel seperti sekarang ini. " ucap Kiano serius.
"Kamu gak tahu aja ketika Chelsea liburan dan kembali ke rumah maka ia dan tante Mira akan berbelanja seperti orang gila bahkan sampai Paris berburu barang yang mereka inginkan. " balas Seno apa adanya.
"Berati Chelsea punya dua kepribadian dong. " Kiano menatap Seno tak percaya.
"Jangan salah sangka, adikku itu hanya ingin bergaul dengan semua kalangan makanya ia hidup sederhana dan masuk dalam pergaulan kalangan bawah dan dia tak jarang membantu mahasiswa yang kurang mampu tapi tidak menerima beasiswa karena otaknya pas-pasan." Seno menjelaskan dengan singkat kisah Chelsea seperti yang ia ketahui.
Mendengar penjelasan Seno, Kiano hanya manggut-manggut mengerti, rupanya sisi lain istrinya sangat mulia. Ia bersyukur memiliki istri yang o3ka dengan lingkungan sekitarnya.
Dari arah pintu masuk kedua wanita mereka tunggu sedang berjalan sambil tertawa-tawa dengan paper bag ditangannya. Seno melambaikan tangan saat Chelsea melihatnya.
"Maaf meninggalkan kalian sejenak. " ucap Chelsea seraya duduk disamping Kiano.
__ADS_1
"Kenapa gak mengajak kami ? kan enak ada yang bawa belanjaan kalian. " timpal Seno menatap keduanya bergantian.
"Gak usah kak, kami merasa tak enak sudah menggunakan uang kalian masa harus menyuruh kalian lagi. " balas Kalista cengengesan
"Baguslah kalau kalian punya sedikit perasaan. " celetuk Kiano
"Saking berperasaannya kita, setelah menikah nanti kita rencana ke Paris kalau mas Kiano dan kak Seno mau ikut boleh tapi kalau sibuk juga gak apa-apa, kami beruda aja yang pergi. " balas Kalista tersenyum lebar memamerkan barisan giginya yang rapi.
"TIDAK BOLEH !!" kompak Kiano dan Seno membuat Kalista memberenggut.
"Gak apa-apa sih, tapi gak ada malam pertama, kedua dan seterusny. " balas Kalista mengingat pesan WA Chelsea beberapa saat lalu.
Seno dan Kiano menganga tak percaya mendengar kata-kata Kalista, mereka memang keluarga sedikit gesrek tapi tak pernah berkata seperti itu pada orang yang belum resmi menjadi bagian dari keluarga besar mereka. Sedangkan Chelsea melotot dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal tak menyangka jika adik iparnya itu masih mengingat ajarannya.
Melihat Chelsea salah tingkah, Seno langsung menatap adiknya dengan tajam, hal yang sama pun dilakukan oleh Kiano.
"Seaaaa ,,,," ucap Seno gemes
"Honey ,,," Kiano kemudian menarik Chelsea menjauh dari kedua calon suami istri itu.
"Woiiiiii ,,, kalian mau kemana ??!!!"teriak Seno menarik perhatian tamu yang lain
"Ck, jangan teriak-teriak. Si otong ingin berkunjung. " balas Kiano pelan tak ingin orang lain mendengarnya. Kemudian Kiano melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan tatapan penasaran Chelsea.
'Kenapa para pria suka sekali berbicara membingungkan ?' batin Chelsea mengikuti langkah suaminya
πΆπΆπΆπΆ
Selamat pagi readers
terima kasih dukungannya Dan selamat beraktifitas
__ADS_1
love you all π€π€