
Selesai istirahat siang, Chelsea dan teman satu divisinya kembali ke ruangan untuk melanjutkan pekerjaannya, hanya dalam waktu setengah hari mereka sudah akrab layaknya teman lama. Suasana menyenangkan untuk hari pertama.
"Nona Chelsea, harap ikuti saya. " suara seorang pria yang Chelsea tak kenal memanggilnya.
"Maaf pak, tapi pekerjaan saya masih banyak. "
"Tinggalkan pekerjaan nona dan ikuti saya. " ngotot pria itu.
"Ikuti saja, Sea, dia itu asisten pak Kiano." bisik Sarah melihat kebingungan Chelsea.
"Tapi, bagaimana dengan bu Bella ,,," Chelsea tak ingin bermasalah dengan Bella yang berkuasa pada divisinya.
"Tidak usah memikirkan Bella, saya yang bertanggung jawab, nona. " ucap Ardi sedikit tegas.
Chelsea kemudian mengikuti langkah kaki Ardi menuju lift khusus petinggi perusahaan, karyawan yang kebetulan bertemu mereka saling berbisik penasaran dengan sang asisten yang membawa mahasiswa magang memasuki lift keramat itu.
"Pak, aku gak mau lho ya jadi bahan gunjingan karyawan yang lain. "
"Panggil saja Ardi, nona. " balas Ardi mengabaikan ucapan Chelsea yang lebih menyerupai keluhan.
Lift yang membawa Chelsea dan Ardi pun akhirnya berhenti pada lantai yang menjadi tujuan mereka, sunyi mencekam itulah kesan pertama yang dirasakan oleh Chelsea. Ada tiga ruangan besar dengan masing-masing meja sekretaris di depannya. Ardi mendekati ruangan yang terletak ditengah dan langsung mendorong pelan pintu besar tersebut kemudian mempersilahkan Chelsea masuk.
"Maaf, bapak memanggilku ??"
"Kenapa gak datang makan siang denganku ??"
"Aku gak mau jika karyawan yang lain menyorotiku, ini hari pertamaku magang, tolong mengerti posisiku. "
"Baiklah hari ini aku terima alasanmu tapi besok-besok kita harus makan siang bersama. Sekarang temani aku makan siang. "
Dengan cekatan Chelsea mengambilkan nasi dan lauk untuk Kiano, bagaimanapun ia harus menjalankan perannya sebagai seorang istri apalagi mereka hanya berdua di dalam ruangan tersebut.
"Suapi aku." ucap Kiano tak berniat menyentuh makanannya.
"Pak, kerjaanku masih banyak dan aku tak ingin dimarahin bu Bella di hari pertama. "
"Makanya suapi aku cepat, supaya kamu bisa kembali kerja atau pindah aja ke ruanganku, nanti aku suruh Ardi mengatur semuanya. "
"NO !! aku gak mau. Jangan coba-coba gunakan kekuasaan bapak. Cepat makan aku suapi."
Dengan tersenyum penuh kemenangan, Kiano membuka mulutnya untuk menerima suapan dari istrinya.
"Yang ikhlas, sayang ,,," oceh Kiano melihat sendok yang ditangan Chelsea terlalu penuh.
"Jangan banyak protes, terima aja. Bapak kan sisa ngunyah dan menelan. "
__ADS_1
Senyuman Kiano tak pernah lepas membingkai wajah tampannya, untuk pertama kalinya Chelsea menyuapinya.
"Ternyata begini ya rasanya di suapi oleh istri." gumam Kiano terdengar jelas ditelinga Chelsea.
"Jangan keseringan, ini kantor kita harus profesional lagian gak ada yang tahu hubungan kita dan aku gak mau jadi topik gibahan orang sekantor. "
"Aku akan memperkenalkanmu sebagai istriku jadi gak ada yang berani macam-macam padamu. "
"Jangan, aku ingin melakukan peranku sebagai mahasiswa magang tanpa embel-embel yang lain. Kalau mereka sampai tahu apa bedanya maka aku magang di perusahaan papa."
"Baiklah, tapi jika ada yang menyusahkanmu maka aku yang akan bertindak. "
Chelsea tak lagi menimpali ucapan Kiano, ia terus saja menyuapi pria besar itu hingga makanannya habis kemudian kembali ke ruangannya.
"Sudah kenyang kan ? aku kerja dulu dan besok-besok jangan seperti ini lagi." ucap Chelsea segera berdiri, ia tak ingin lembur gara-gara pekerjaannya tidak selesai.
"Boleh peluk ??" ucap Kiano seraya menarik Chelsea kedalam pelukannya.
"Pak !! ingat perjanjian kita !!" kaget Chelsea tiba-tiba dipeluk dengan erat oleh pria datar itu.
"Lebih tepatnya perjanjianmu sayang, aku gak pernah menyetujuinya. " ralat Kiano mengecup kilat dahi Chelsea sebelum melepaskan pelukannya.
Dengan wajah memerah karena kaget dan malu, Chelsea keluar dari ruangan Kiano dan langsung menuju lift tak memperdulikan tatapan aneh sekretaris Kiano yang menatapnya.
"Tentu pak, aman terkendali kalau dengan saya mah."Silfia terkekeh dengan ucapannya sendiri.
"Tapi tetap awasi jangan sampai bu bos mengalami perlakuan yang tak seharusnya. "
"Pasti pak. Tapi ngomong-ngomong bu bos di tempatkan divisi apa, pak ?"
"Keuangan. "
"Wah gawat, harus di pantau terus tuh, takutnya Bella akan anarkis maka tahu yang sebenarnya. "
"Semoga saja bu bos bisa mengendalikan Bella. " balas Ardi yakin.
Ting
Lift berhenti tepat dilantai dimana ruangan divisi keuangan, Chelsea segera keluar dan berjalan tergesa-gesa menuju mejanya. Bella sudah berdiri sambil melipat tangannya di dada dengan tatapan tajam kearah Chelsea.
"Darimana !!" suaranya yang keras memaksa Chelsea menghentikan langkahnya.
"Tadi di panggil sama pak Ardi, bu." balas Chelsea apa adanya
"Disini aku adalah atasan kamu bukan pak Ardi !!"
__ADS_1
"Maaf bu, aku kira pak Ardi sudah ijinkan. " Chelsea berucap dengan sisa kesabaran yang ia miliki. Seumur hidupnya baru kali ini ia di bentak-bentak di depan orang banyak.
"Disini kamu hanya anak magang, jangan pernah cari masalah denganku jika tidak ingin menyesal. " ancam Bella melemparkan beberapa map di meja kerja Chelsea
"Selesaikan laporan itu dan jangan pulang sebelum selesai" lanjutnya sebelum pergi.
"Sabar ya, Sea, kami akan membantumu. Memang seperti itu sikapnya jika berhadapan gadis yang lebih cantik darinya." ucap Sarah dengan nada kesal.
Dulu juga aku diperlakukan seperti itu, seolah jika ada yang lebih dari dirinya, ia merasa terancam dan berbuat semena-mena.
"Terima kasih tapi kalian gak usah membantuku , kita lihat besok hasil dari perbuatannya hari ini." ucap Chelsea tersenyum licik.
"Aku gak akan bantu kamu tapi akan menemani kamu hingga menyelesaikan pekerjaanmu. " balas Diana mengedipkan sebelah matanya.
"Apa yang kalian sembunyikan ??"
"Gak ada, hanya saja aku gak mungkin meninggalkan sahabatku lembur hingga larut malam, kalau ada apa-apa siapa yang mau bertanggung jawab. " balas Diana beralasan.
"Sudah ,,, sudah ,,, kerja sebelum mak lampir keluar ruangan. " Fahmi memperingatkan mereka.
Tak ada lagi yang berbicara dan suasana kembali sunyi mencekam. Semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing, Chelsea pun segera menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda. Ia hanya bisa menarik napas dalam-dalam melihat tumpukan map yang sama sekali belum ia sentuh.
'Kalau tahu akan seperti ini, mending magang di perusahaan papa. ' batin Chelsea mengeluh.
Hingga jam pulang kantor tiba namun Chelsea belum juga beranjak dari tempat duduknya, Diana pun hanya duduk pura-pura sibuk menunggu Bella hingga pulang.
"Kami duluan, ya. "
"Yup, hati-hati di jalan. " balas Chelsea dan Diana tanpa mengangkat wajahnya.
"Ingat, jangan pulang sebelum selesai karena besok pagi-pagi semua laporan itu harus sudah ada di meja saya. " sinis Bella sebelum keluar ruangan.
"Siap bu. " balas Chelsea seadanya.
Sementara itu Kiano yang lebih dulu tiba di rumah mondar mandir dalam kamar karena Chelsea belum pulang dan ponselnya pun tidak aktif padahal sudah malam, Pak Utomo pun gelisah di ruang keluarga karena putrinya belum juga pulang.
Karena tak tahan akhirnya Kiano keluar kamar untuk mencari Chelsea di kantor karena saat akan pulang ia masih melihat mobil istrinya. Bersamaan dengan terdengarnya suara mobil memasuki pintu gerbang, baik pak Utomo dan maupun Kiano segera berhamburan keluar ingin memastikan siapa yang datang.
🎶🎶🎶
Selamat siang, dua bab cukup ya untuk hari ini
Janga lupa dukungannya yang banyak agar othor semakin semangat up
Love you all
__ADS_1