
Honda jazz yang di kendarai oleh Amara memasuki parkiran, tak peduli dengan mobil mewah lainnya ia memarkirkan mobilnya berdampingan dengan sebuah mobil mewah yang juga baru saja mematikan mesin mobilnya. Seorang wanita paruh baya yang cantik keluar terlebih dahulu sambil memperhatikan Amara dan Anggita yang keluar dari mobilnya.
"Kalian kalangan bawah kok bisa datang ke pesta berkelas seperti ini ?!" tanya wanita cantik itu dengan tatapan meremehkan.
"Maaf tante, kami adalah karyawan dari perusahaan Jewellery Design. Saya mewakili bapak Keanu Dewananda." balas Amara sopan
"Dan saya mewakili bapak Kiano Dewananda. " timpal Anggita
"Ternyata pria kembar itu bermaksud meremehkan perusahaan kami sehingga hanya mengutus kalangan bawah. " ucap wanita itu masih dengan tatapan meremehkan.
Dika mengepalkan tangannya dengan mata memerah melihat layar laptopnya bagaimana kedua saudaranya diremehkan apalagi wanita itu menyinggung papi dan papanya.
"Kalian jangan terbawa emosi, lihatlah Amara dan Anggita terlihat santai. " ucap Keanu menatap tajam wanita yang berani meremehkan putri-putrinya.
Sementara Kiano menyandarkan punggungnya dengan santai sambil tersenyum melihat kedua gadis keturunan seorang Arya diremehkan.
"Wanita itu belum tahu seperti apa cucu-cucu seorang Arya sang raja bisnis. " timpal Kiano tersenyum miring.
Terlihat di layar seorang anak muda mendekati wanita paruh baya itu dan berhasil menarik perhatian Dika yang mengenalnya beberapa waktu lalu di pesantren.
"Tante Tia, ngapain ngobrol disini, ayo masuk. " suara bariton mengalihkan pandangan Amara dan Anggita.
__ADS_1
" Kalian ??!! ngapain disini ??!!" tanya pria yang ternyata adalah Fauzan dan mengenali keduanya.
"Kami perwakilan perusahaan Jewellery Design, kak. " balas Anggita tersenyum lebar.
"Zan, lihatlah penampilan mereka sederhana banget menghadiri pesta perusahaan kita, kayak akan ke mall aja." omel wanita yang dipanggil tante Tia itu.
"Tante gak boleh melihat segala sesuatunya hanya dari penampilan seseorang saja. Ingat kalau tante disini karena aku." Fauzan memperingatkan wanita yang ia panggil tante, ia menghormati kedua gadis muda yang juga merupakan murid pak Kiyai Mustofa walaupun bukan santri yang menetap di pesantren.
Pria muda itu kemudian menarik tantenya dengan paksa agar segera memasuki ruangan tempat acara dilangsungkan.
'Ucapannya terdengar manis namun kelakuan minus. ' batin Amara terkekeh membuat Anggita mengernyitkan alisnya bingung tiba-tiba kakaknya terkekeh tanpa sebab.
"Jangan cari masalah dek, biarkan saja jika orang-orang meremehkan kita, jangan dibalas kecuali jika sudah kelewat batas." ucap Amara mengingatkan Anggita.
"Siap kak, jangan khawatir." balas Anggita.
Saat Amara dan Anggita memasuki ruangan, mereka berhasil menarik perhatian para undangan, semua mata menatapnya namun dengan langkah pasti kedua gadis muda itu terus melangkah menghampiri yang punya acara. Sebelum berangkat papinya sudah memperlihatkan foto keluarga sang pemilik hajatan.
"Selamat ya pak, semoga perusahaan bapak dan ibu semakin sukses." ucap Amara tulis.
"Terima kasih nak, kalau boleh tahu Kalian dari perusahaan mana ?" ucap Shinta wanita yang berdiri dengan setia di samping pak Santoso sang pemilik perusahaan.
__ADS_1
Shinta sangat antusias bertanya pada Amara dan Anggita, entah mengapa melihat kedua gadis yang berdiri sempurna di hadapannya membuatnya tersenyum bahagia.
"Kami dari perusahaan Jewellery Design, bu. " jawab Amara apa adanya.
"Silahkan menikmati pestanya nak." ucap Shinta masih dengan senyumannya.
"Kalian makan sepuasnya mumpung gratis, kapan lagi orang seperti kalian bisa menikmati hidangan mewah setelah ini. " ucap Tia yang tiba-tiba telah bergabung dengan pasangan suami istri itu.
"Tia !! jaga mulutmu !! jangan pernah menilai seseorang dari luarnya saja !!" hardik pak Santoso dengan suara tertahan dan tatapan tajam.
"Kamu tak ada hak menghina tamuku !!!" lanjut pak Santoso geram.
" Sudahlah pak, jangan merusak perasaan anda dengan kata-kata orang yang hanya bisa menilai orang lain dari luarnya saja. " ucap Amara tersenyum lembut.
"Dia tidak tahu siapa kami dan ku harap jika saat itu tiba, dia tak akan menyesali kata-katanya. " desis Anggita dengan mata merah.
🎶🎶🎶
Ayo dong mana dukungannya,,,,
Selamat menunaikan ibadah puasa.
__ADS_1