
Selesai makan siang bersama, Chelsea buru-buru pamit kembali ke ruangannya, sungguh ia tak ingin jika Olivia berakhir sebagaimana halnya Bella.
"Maaf dad, om , bang dan mas Kiano, aku harus segera kembali ke ruanganku. " pamit Chelsea seraya berdiri pelan.
"Santai aja nak, kalau Olivia menyulitkanmu bilang sama kami. " ucap Arya santai.
"Bu Olivia baik dad ,,," Chelsea tersenyum meyakinkan papa mertuanya. Chelsea tak tahu jika semua kegiatan di ruangannya di ketahui oleh Arya.
Chelsea kemudian keluar dari ruangan direktur utama namun sebelum melanjutkan langkahnya menuju lift, Kiano langsung menariknya masuk ke ruangannya dan memeluk Chelsea.
"Aku sangat merindukanmu, honey. " Kiano memeluk dan menghirup aroma tubuh Chelsea.
"Mas, aku harus kerja. " Chelsea berusaha mendorong tubuh kekurangan milik Kiano.
"Tapi aku butuh vitamin untuk menyelesaikan pekerjaanku. " balas Kiano tetap pada posisinya,
Sepuluh menit berlalu tak ada tanda-tanda jika Kiano akan menyudahi aksinya, Chelsea kembali mendorong tubuh suaminya kali ini ia dengan sedikit keras. Walaupun permainan Kiano hanya sebatas mencium dan meraba namun tetap saja membuat Chelsea terlihat berantakan. bahkan bibirnya terlihat sedikit bengkak.
"Maaf honey, mas kebablasan. " ucap Kiano tersenyum melihat bibir Chelsea
Chelsea hanya menatap horor ke arah Kiano sembari kembali merapikan pakaiannya kemudian le kamar mandi yang berada di ruang kerja Kiano, ia mencuci wajahnya.
__ADS_1
" Mas Kianoooooooo ,,,," Chelsea tak sadar berteriak melihat bibirnya yang membesar dua kali dari biasanya . Kiano tersenyum mendengar teriakan Chelsea.
"Kalau bu Olivia memarahiku maka mas akan puasa selama satu minggu. " lanjut Chelsea dengan tatapan tajam kemudian meninggalkan ruangan Kiano.
Chelsea berjalan sambil menundukkan kepalanya agar tak ada yang melihat bibirnya, hingga masuk ke dalam lift ia menarik napas lega setidaknya sekretaris suaminya ataupun asisten Ardi tak memperhatikannya.
ting
Lift terbuka dan Chelsea pun buru-buru keluar. Tiba di ruangannya suasana sunyi mencekam tampak bu Olivia sedang berdiri tak jauh dari mejanya. Hingga Olivia menyadari kehadiran Chelsea dan langsung memarahinya.
"Dari mana kamu !! saya sudah katakan selesaikan pekerjaanmu tapi kamu malah bandel dan terlambat lima belas menit. Dikantin pun kamu tidak ada." Wajah Olivia nampak memerah karena marah.
" Maaf bu, tadi suami, mertua, om dan kakakmipar mengajak saya makan siang bersama. " balas Chelsea apa adanya. Dalam hati ia berdoa agar Olivia tidak keterlaluan dalam berbicara.
Arya dan Zidan yang melihat langsung kejadian itu menggeram marah dan menelepon Kiano agar ke ruangan divis keuangan.
"Ke ruangan Chelsea sekarang ! jangan di tunda !"
Walaupun bingung dengan perintah daddynya namun Kiano tetap bergegas ke ruangan divisi keuangan.
"Bu Olivia jangan terlalu arogan pada bawahan, semua bisa kita bicarakan baik-baik. " ucap Chelsea masih berusaha sabar dan sopan.
__ADS_1
"Saya disini atasanmu apalagi status kamu hanya mahasiswa magang disini dan kamu sama sekali tidak memiliki hak untuk mengatur saya !!" hardik Olivia dengan mata merah. Ia tak terima di nasehati oleh Chelsea yang statusnya hanya mahasiswa.
"Tapi dia menantu direktur utama perusahaan ini. " ucap Kiano sambil berjalan memasuki ruangan divisi keuangan.
Semua karyawan yang tadinya tertunduk dan prihatin melihat Chelsea yang selalu dimarahi oleh Olivia menarik napas lega.
"Kamu yang harus sadar posisimu di perusahaan ini, Olivia. Jika istri saya tidak menginginkan kamu sebagai manajer disini maka detik ini juga kamu out dari perusahaan Jewellery Desain, siapapun yang merekomendasikan kamu tidak akan bisa berbuat apa-apa. " Sinis Kiano jangan lupa tatapan membunuhnya.
"Maaf honey, mas sedikit terlambat. " ucap Kiano menarik Chelsea kedalam pelukannya.
Olivia terduduk lemas di lantai menyadari kesalahannya, kali ini ia salah memarahi karyawan. Susah payah ia berusaha agar ditarik ke kantor pusat namun harus berakhir seperti ini.
"Maafkan saya pak, saya bersalah karena tidak tahu yang sebenarnya. " ucap Olivia mengiba.
"Dengan kata lain jika dia karyawan biasa maka kamu busa berlaku seenaknya ??!! karyawan seperti kamu justru akan merusak citra perusahaan ini. " balas Kiano dingin.
"Setelah ini kamu ke bagian HRD terserah apa yang akan mereka lakukan. " lanjut Kiano menarik Chelsea agar mengikutinya. Emosinya memuncak melihat istrinya diperlakukan seperti itu. Kiano harus meredakan amarahnya dan hanya Chelsea yang bisa meredakannya.
πΆπΆπΆπΆ
Selamat malam readers,,,
__ADS_1
Maaf upnya telat πππ
Jangan lupa dukungannya