RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 89


__ADS_3

Tiga hari Chelsea habiskan di rumah sakit pasca melahirkan, Maria nampak sibuk merapikan barang-barang yang akan mereka bawa pulang. Sebenarnya sejak kemarim Chelsea merengek ingin pulang rasa bosan menderanya karena tak memiliki kegiatan, namun Kiano tak ingin mengambil resiko, ia khawatir jika terjadi apa-apa pada istrinya (lebay padahal lahirnya normal).


Maria dan Queen sudah siap dengan baby twins dalam, gendongan masing-masing. Baby boy digendong oleh Maria sementara baby girl sama Queen.


"Mas gendong ya, honey ,,," ucap Kiano segera mengangkat tubuh Chelsea yang sedikit berisi.


"Gak usah lebay, mas ,,, turunkan aku, aku bisa jalan sendiri lagian barang-barang siapa yang bawa." balas Queen kesal pada Kiano, sejak melahirkan suaminya itu selalu saja memperlakukannya seperti orang sakit parah.


"Ada Ardi. " balas Kiano berjalan dengan santai keluar dari kamar.


Sekeras apapun Chelsea menolak, Kiano tetap menggendong Chelsea ala bridal Style. Semua mata menatap kagum pada Kiano selain wajah tampannya ia juga memperlakukan istrinya dengan sangat baik terlihat jika ia sangat mencintai istrinya sehingga membuat para ibu-ibu berharap suami mereka seperti Kiano.


Tiba di depan lobby rumah sakit, mobil sudah siap. Kiano segera meletakkan tubuh Chelsea pada kursi penumpang di samping supir sementara kedua wanita kesayangannya yang menggendong kedua buah hatinya duduk di kursi belakang. Setelah itu Kiano mengitari mobil dan duduk di belakang stir, ia akan menyetir sendiri sedangkan Ardi membawa mobil yang lain.

__ADS_1


Perlahan Kiano menginjak gas melajukan mobilnya perlahan untuk bergabung dengan para pengguna jalan raya yang lain. Kiano mengarahkan mobilnya menuju rumah kedua orang tua Chelsea. Ya, sesuai kesepakatan mereka akan tinggal dirumah itu mengingat Chelsea adalah anak tunggal dan pak Utomo serta istrinya sudah tak muda lagi. Sebagai orang tua, Queen dan Arya sangat mengerti dan memahami keinginan besan mereka walaupun ada rasa tidak rela jika salah satu anaknya harus tinggal terpisah.


Setelah melewati sedikit kemacetan akhirnya mobil yang dikendarai oleh Kiano perlahan memasuki pintu gerbang rumah mewah tersebut, dibelakangnya mobil yang disupiri sang asisten pun ikut memsuki pintu besar tersebut.


Pak Utomo yang mengetahui kedatangan mereka segera keluar dan menyambutnya dengan suka cita. Queen dan Maria berjalan ke kamar yang ditempati Chelsea dan Kiano kemudian meletakkan baby twins pada boks besar. Kiano sengaja menyiapkan hanya satu boks bayi yang besar agar mereka terbiasa selalu bersama.


Kediaman keluarga Sasongko mendadak ramai karena tak lama kemudian Arya dan anak-anaknya pun tiba. Maria dan Queen dibantu ART segera mengatur makan siang untuk semuanya. Sejak kemarin Maria memang sudah meminta ART nya memasak dalam jumlah yang banyak.


Canda tawa terdengar dari luar, kehadiran keluarga Kiano meramaikan rumah yang selama ini terlihat sepi maklum mereka hanya memiliki satu orang putri.


"Hai dek, kenalkan aku kakakmu cantik. " sapa Amara pada baby twins yang masih setia dengan matanya yang tertutup rapat.


"Adek bayinya bobo, kak ,,," ucap Dika tak suka jika Amara mengganggu baby twins.

__ADS_1


"Kira-kira papa masih sayang gak sama kita ? soalnya kan sekarang papa sudah punya adek bayi. " Amara menatap Dika


"Hei, anak-anak papa jangan pernah lagi berkata seperti itu, papa akan tetap menyayangi kalian seperti dulu. Kalian dan baby twins adalah anak-anak papa. " ucap Kiano yang sejak tadi berdiri di depan pintu memperhatikan kedua ponakannya.


Dika dan Amara sontak menoleh dan berlari memeluk Kiano, ikatan batin mereka bagaikan orang tua kandung. Sejak Amara bisa berbicara ia selalu memanggil Kiano dengan sebutan papa karena wajah papinya sangat mirip dengan Kiano sehingga membuatnya bingung sedangkan Dika hanya mengikuti panggilan kakak sepupunya.


🎶🎶🎶🎶


Selamat pagi readers


Semoga selalu sehat dan bahagia


Terima kasih atas dukungannya

__ADS_1


Salam hangat dari dunia halu


__ADS_2