RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 77


__ADS_3

Perlahan Chelsea membaringkan tubuhnya disisi Kiano yang nampaknya sudah tertidur pulas. Chelsea menatap sinis wajah tampan suaminya yang walaupun temaram karena yang menyala hanya lampu tidur namun wajah pria datar itu tetaplah mempesona.


Chelsea memiringkan posisi tubuhnya dan memeluk tubuh Kiano sambil menghirup aroma tubuh yang membuatnya tak bisa tidur. Merasa terganggu, Kiano perlahan membuka matanya dan tersenyum seraya membalas pelukan istrinya.


Cup


"Honey, jangan seperti ini lagi, ya ,,," ucap Kiano setelah mengecup pucuk kepala istrinya dengan penuh cinta.


"Hiks ,,, hiks ,,, hiks ,,, maafin Sea, mas ,,," balas Chelsea terisak


"Hey, jangan nangis dong kasihan baby kita. Mas ngerti kok. " Kiano berusaha membujuk wanita yang mulai membuatnya pusing karena tiba-tiba terisak.


"Aku merasa bersalah sama mas Kiano ,,, hiks ,,, hiks ,,, hiks."


"Gak usah dipikirin, mas gak apa-apa kok. Kita tidur yuk." Kiano menarik Chelsea kedalam pelukan hangatnya, ia pun sangat merindukan istrinya itu.


Keduanya saling berpelukan dan berusaha memejamkan matanya, walaupun Kiano sedikit kesulitan karena sudah menjadi kebiasaan melakukan ritual menabur benih sebelum terlelap namun mulai saat ini ia harus merubah kebiasaannya itu paling tidak untuk trimester pertama sesuai dengan saran dokter.


Chelsea dan Kiano masih dengan posisi yang sama saat mata mereka kembali terbuka. Chelesea tersenyum sangat manis, sebuah senyuman yang mampu mengalihkan dunia seorang Kiano Dewananda.

__ADS_1


"Pagi honey ,,," sapa Kiano bahagia.


"Pagi juga papa ,,," balas Chelsea masih dengan senyumnya.


"Honey, boleh kan ??" tanya Kiano tersenyum genit.


"Ingat kata dokter, mas ,,," Chelsea memegang tangan besar suaminya yang siap bekerja ekstra.


"Mas hanya penetrasi aja kok, gak sampai menyusui lembah. Mas janji hanya celup cabut atau palingan cabut rumput doang. " bujuk Kiano dengan mata sayu.


Kiano tak dapat menahan hasratnya dibagi hari karena seharian ia akan bekerja dan kepalanya akan berdenyut jika tak menyalurkannya dengan baik dan pada tempat yang semestinya.


Pasangan anak manusia itu kemudian mulai bertukar saliva selanjutnya bertukar keringat menikmati permainan di pagi hari hingga mencapai puncak kenikmatan Keduanya terbaring tak berdaya, sesuai dengan janjinya kali ini Kiano tak menabur benihnya di dalam melainkan membuangnya di luar.


"Maaf cebong, terpaksa papa harus membuangmu karena saudaramu sudah lebih dulu hidup dalam rahim mamamu. " ucap Kiano seraya membersihkan bekas percintaannya.


Chelsea hanya menatap Kiano yang sibuk dengan kegiatannya, ia memilih kembali memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa lelahnya. Kiano pun melakukan hal yang sama karena sinar mentari pagi masih menyisakan dinginnya malam pertanda masih terlalu pagi toh jadwal Kiano hanya mengajar di kampus itupun jam 10.15.


Tiga puluh menit kemudian Chelsea terbangun dan perlahan menyingkirkan tangan besar Kiano yang menempel di dadanya, posisi tangan yang selalu sama setiap Chelsea bangun tidur.

__ADS_1


"Honey, jangan bangun dulu. " pintar Kiano masih dengan mata tertutup.


"Mas, sudah jam 7, aku akan ke kampus mengurus wisudaku. " ucap Chelsea masih berusaha menyingkirkan tangan suaminya yang seperti dilem dengan menggunakan lem alteco.


"Mas ***** dulu karena jika baby kita sudah lahir maka dia yang akan menguasainya dan membuatku hanya bisa menatapnya saja. " ucap Kiano kemudian kembali beraksi bagaikan bayi besar. Chelsea hanya bisa menikmatinya.


"I love you, mas." ucap Chelsea untuk pertama kalinya membuat Kiano menghentikan aksinya sejenak.


"I love you more, honey. " balas Kiano dengan senyum bahagia, entah bagaimana ia mengungkapkan rasa bahagianya saat ini. Tak ada kata yang bisa menggambarkan perasaannya.


🎢🎢🎢🎢


Selamat pagi readers setiaku


Buat yang kemari memberiku tip ,,, othor ucapkan terimakasih banyak


Dan terimakasih juga yang tak pernah bosan memberiku dukungan


Love you all πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2