RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 51


__ADS_3

Seolah tak ada puasnya Kiano terus-terusan menggempur Chelsea hingga dini hari. Kiano benar-benar merapel waktu yang ia lewatkan. Seolah menemukan air di tengah sahara ia melepas dahaga dengan sepuasnya.


Chelsea perlahan kembali membuka mataya yang masih terasa berat, menyesuaikan retinanya dengan cahaya yang masuk melewati sela-sela jendela kamarnya. Ia merasa baru saja terlelap karena perbuatan pria datarnya namun kini matahari pagi sudah menyebarkan sinarnya.


Perlahan Chelsea bangun dan berjalan perlahan menuju kamar mandi, badannya terasa pegal semua dan ia ingin berendam untuk menghilangkan rasa pegalnya. Sejenak ia melirik pria yang masih bergelut dengan dunia mimpinya dengan wajah memerah karena mengingat kejadian semalam.


Kiano menggeliat dan terbangun karena merasa wanita yang telah berhasil membangunkan adik kecilnya berkali-kali tak ada di sampingnya.


"Honey, kamu baik-baik aja kan ?? kenapa gak bangunin mas. " Kiano segera menggendong Chelsea masuk ke dalam kamar mandi.


"Gak usah digendong, mas ,,, aku bisa sendiri kok. "


"Emang bisa tapi dua jam baru sampai tujuan. " balas Kiano terkekeh melihat cara jalan istrinya yang sangat pelan bagaikan siput.


"Jangan ketawa, gak ada yang lucu. " kesal Chelsea memutar kran air yang berada di bathup .


"Kamu duduk aja, biar mas yang menyiapkannya. Mas pun ingin berendam sejenak agar kembali segar. " ucap Kiano tersenyum miring.


"Hanya berendam lho ya, kita terlambat ke kantor. " tegas Chelsea tak ingin lagi mengulang kejadian semalam.

__ADS_1


"Jangan khawatir honey, pagi ini kamu bebas tapi lain waktu mas gak bisa jamin, semua tergantung belalai ini. " ucap Kiano melirik adik kecilnya yang terlihat tidur dengan manisnya.


Chelsea tak menimpali kata-kata absurd pria kini telah berubah mesum walaupun datarnya sekali-sekali nampak di permukaan wajahnya. Chelsea lebih memilih menutup matanya sambil berendam walaupun ada rasa malu karena pria itu ikut masuk ke dalam bathup namun ia mengenyampingkan semua itu karena rasa pegalnya perlu dihilangkan agar dirinya kembali segar untuk memulai hari.


Sepuluh menit kemudian Chelsea membuka matanya dan terkejut karena wajah Kiano berada tepat di depan matanya.


"Mas, kamu ngapain ,,, hmmmmppphhh" ucapan Chelsea tertelan karena bibir Kiano menyumpal bibirnya dengan ciuman hangat nan lembut membuatnya melayang.


"Makasih honey, kedepannya setiap pagi kita harus melakukannya. " Kiano lagi-lagi tersenyum miring dan mengedipkan sebelah matanya sebelum keluar dari bathup dan membersihkan tubuhnya dibawah shower.


Melihat kelakuan Kiano yang tak ada malu-malunya, membuat Chelsea meratapi nasibnya memiliki suami yang datar diluarnya namun ternyata mesum tingkat dewa.


Setelah Kiano selesai membilas tubuhnya kemudian keluar dari kamar mandi, Chelsea pun segera membersihkan dirinya lalu keluar secepatnya. Selesai memakai baju kerjanya dengan rapi dan siap untuk berangkat, Chelsea bersama Kiano keluar kamar. Semua anggota keluarga telah berada di meja makan.


"Itu kan dulu mas, sekarang beda lagi karena pagi-pagi ada yang harus aku lakukan. " balas Kiano santai.


"Masa pagi-pagi pembibitan ??" Keanu yang gesrek langsung pada intinya.


"Pembibitan tetap malam bang, tapi kan harus di semai juga. " balas Kiano asal.

__ADS_1


"Warga masyarakat harap sarapan dulu, nanti kalian telat ke kantor dan bisa jatuh miskin. " sarkas Queen sang Ratu keluarga.


Tak ada lagi pembicaraan, suasana kembali hening menikmati sarapan yang terasa enak karena beramai-ramai dalam kehangatan sebuah keluarga. Chelsea yang anak tunggal sangat menikmati suasana ramai seperti ini.


"Sea, temani mommy belanja ya ?? gak usah ke kantor. " ucap Queen setelah mereka menuntaskan sarapannya.


"Gak boleh, mom ,,, siang ini aku ada meeting penting dan ada wanita juga. " balas Kiano dengan wajah permohonan.


"Ck, penyakitmu tidak berkelas. " desis Keanu


"Besok aja kalau begitu." Queen mengalah dan mengerti keadaan putranya yang sama persis dengan suaminya.


"Besok aku dan kak Sea akan kesuatu tempat mom, minta Shanaz aja yang temani. " Kalista pun ingin menikmati waktu bersama Chelsea.


"Mau kemana ??" tanya Kiano penasaran.


"Ada deh, mas." balas Kalista cengengesan.


Kalista ingin ke Singapura bersama Chelsea, tanpa sepengetahuan kakak iparnya ia sudah membeli tiket untuk penerbangan besok. Kali ini ia akan mengerjai kakaknya sebagai pembalasan karena sudah menolaknya semalam.

__ADS_1


🎶🎶🎶🎶


Selamat pagi dan selamat berakhir pekan


__ADS_2