
Amara dan Anggita kembali ke mejanya sambil membawa kue tanpa memperdulikan gadis yang entah siapa namanya. Mereka kemudian duduk dengan anggun dan tanpa malu-malu Gavin yang malas berdiri langsung mengambil sendok dipiring Anggita lalu memakan kue Anggita begitupula dengan kue dipiring Amara.
"Dasar kamu dek, terlalu malas. " ucap Amara pelan
"Iya nih, maunya langsung makan gak mau repot berdiri. " timpal Anggita kesal karena jatahnya berkurang
"Masih untung aku gak minta dikunyahkan juga, kak." balas Gavin sekenanya.
Tanpa mereka sadari mata gadis-gadis yang sejak tadi merasa tak selese dengan Amara dan Anggita terbelalak karena Gavin yang mereka kenal adalah cucu seorang Arya bisa sangat akrab dengan keduanya yang hanyalah gadis kalangan bawah walaupun wajah keduanya sangat cantik.
"Astaga kedua gadis itu benar-benar pandai menggoda pria. " ucap seorang gadis
"Makanya kalian jangan kalah sama mereka. " balas Tia yang sejak di parkiran sudah merasa kesal pada Amara dan Anggita.
Amara hanya tersenyum mendengar ucapan menghina mereka, sementara Anggita sudah meng3palkan tangannya.
"Sabar dek, belum waktunya. " Amara menyentuh tangan Anggita untuk menenangkannya.
"Kak, mereka sudah ,,,," Anggita belum menyelesaikan ucapannya saat seseorang mengajak mereka berbicara.
"Boleh ikut bergabung ??" sebuah suara menghentikan ucapan Anggita.
"Tentu saja boleh, sebagai tuan rumah, anda bisa duduk dimana saja akan tetapi apa tidak menjatuhkan harga diri anda jika bergabung dengan kami dari kalangan bawah ?" ucap Amara datar
__ADS_1
"Hal seperti itu hanyalah sebuah status yang disepakati oleh segelintir manusia tapi dimata Sang Khalik semua makhluk itu sama yang membedakan mereka hanya ketaqwaannya saja. " balas Fauzan sambil menarik kursi di samping kiri Gavin.
Semakin banyak suara-suara miring terdengar dari mulut-mulut tak bertanggung jawab sehingga membuat Amara berusaha menahan kemarahannya. Hingga saat wanita paruh baya mendatangi meja mereka dan berteriak mempermalukan keduanya.
"Kalian berdua benar-benar gadis tak tahu malu, beraninya menggoda putra sulung keluarga Santoso dan cucu sang raja bisnis !!" Tia sengaja mengeraskan suaranya untuk menarik perhatian para tamu undangan.
"Maaf bu, kami datang ke sini karena mewakili bapak Keanu Dewananda dan bapak Kiano Dewananda bukan untuk menggoda mereka. " balas Amara masih menahan emosinya sementara Gavin sudah berdiri menatap ganas ke arah wanita paruh baya itu.
"Alaaah ,,, kalian hanya beralasan dan asal kalian tahu, kalian tak ada tempat di kalangan atas walaupun wajah kalian cantik tapi tak akan bisa berbaur dengan kami. " ucap Tia dengan m2ngubaskan tangan di depan wajahnya.
"Oh begitu ya, aku jadi penasaran bagaimana jika pak Keanu menarik saham putrinya dari perusahaan suami anda, agar anda bisa merasakan jadi kalangan bawah dalam jangka waktu kurang dari lima menit. " balas Amara duduk dengan santai.
"Maaf bu Tia, hentikan mempermalukan mereka sebelum terlambat. "Seno berusaha memperingatkan wanita cantik itu.
"Pak Seno jangan menghentikan aku, memangnya bapak ingin putranya terserah dengan kecantikan mereka ? aku tak akan membiarkan ponakanku jatuh pada pesona wanita kalangan bawah ini. " balas Tia semakin menjadi-jadi.
Fauzan yang sejak tadi kesal mendengar kata-kata adik papanya segera merangkul wanita itu dan mencoba menghentikannya. Fauzan mengerti situasi yang tantenya ciptakan apalagi melihat sikap gadis didepannya yang kelewat santai ditambah ucapan Seno. Fauzan menatap papanya yang ternyata telah berdiri di sampingnya.
"Tante, sudahlah ,,, banyak orang yang melihat kita. Kasihan papa jika harus masuk berita esok hari. " ucap Fauzan lembut.
"Enggak nak, mereka harus sadar dimana posisi mereka !" sarkas Tia menunjuk Amara.
"Tia !! hentikan !!" bentak Santoso emosi.
__ADS_1
Semua tamu undangan berkerumun tanpa terkecuali saat melihat sang pemilik acara mendekati meja VIP.
"Maaf pak, keluarga anda sudah sangat keterlaluan. Jangan salahkan saya yang sudah berkali-kali memperingatkannya bahkan om Seno juga sudah berusaha menghentikannya. " ucap Amara tersenyum manis.
"Anggi telepon papi dan aktifkan loudspeakernya. " titah Amara dan langsung dilakukan oleh Anggita.
π"Halo pi ,,," Amara langsung menyapa Keanu saat panggilannya tersambung
π"Ya sayang, anak papi mengalami kesulitan hingga harus menelepon Keanu Dewananda ?" balas Keanu terkekeh karena tahu kejadian yang sebenarnya
Mendengar suara Keanu, para tamu undangan terbelalak tak percaya termasuk Tia yang sejak tadi menghina gadis didepannya.
π" Gak juga sih, pi ,,, Ara cuma mau ijin menarik saham diperusahaan PT. Ramoes. "
π"Terserah saja sayang, kamu sudah dewasa dan sudah tahu bagaimana harus bersikap. " balas Keanu mematikan sepihak sambungan selulernya.
Mendengar Amara menyebut nama panggilannya membuat Fauzan membeku bukan karena Amara akan menarik sahamnya akan tetapi ingatannya kembali ke masa kanak-kanaknya dimana ia menghadiri sebuah acara dan seorang gadis kecil memaksanya mengajarinya mengaji.
"Ara ??" gumam Fauzan membuat papanya mengernyit penasaran.
Tak cukup lima menit, suami ibu Tia nampak sibuk kesana kemari menerima telepon yang busa dipastikan dari asistennya. Nasi sudah jadi bubur setiap ucapan tak busa lagi ditarik kembali.
πΆπΆπΆπΆ
__ADS_1
Selamat siang update 2 bab cukup ya
Jangan lupa VOTE, LIKE dan KOMEN, ya