
"Jangan menarikku seperti itu nona, kalau pak bos tahu bisa-bisa aku dicincang. "
"Lagian pak Ardi hampir saja membocorkan rahasiaku. Ingat ya pak Ardi, jangan sampai orang-orang tahu jika aku adalah istri bosmu. Jika masih sayang dengan pekerjaanmu. " Chelsea mengulang ancaman Ardi pada Bella beberapa saat yang lalu.
'Astaga tak kusangka dibalik wajahnya yang cantik dan sikapnya yang lemah lembut ternyata bu bos singa betina. Oh Tuhan, dosa apa aku dimasa lalu sehingga pak bos menikahi singa betina ini. Tidak cukupkah engkau mengirimkan pak bos yang suka menyiksaku ?' batin Ardi menangisi nasibnya.
Lift kini berhenti, dengan sigap Chelsea melangkahkan kakinya menuju ruangan Kiano dan tak sengaja bertemu dengan Shanaz yang baru saja keluar dari lift khusus pemilik perusahaan.
"Kak Sea lama gak ketemu, apa kabar,,, kapan ke rumah ? mommy selalu menunggu kedatangan kakak, lho." ucap Shanaz ramah
"Secepatnya dek, mas Kiano juga baru ngomong semalam. "
"Aku duluan ya, kak ,,, kasihan abang nanti kelaparan." ucap Shanaz segera memasuki ruangan suaminya.
Sekali lagi hati Chelsea merasa tercubit melihat betapa perhatiannya Shanaz pada suaminya padahal usia Shanaz lebih muda darinya tapi ternyata sangat dewasa sehingga makan siang suaminya pun ia rela bawa dari rumah padahal bisa memesan lewat aplikasi.
'Maafkan aku mas belum bisa menjadi istri yang baik buatmu. ' batin Chelsea segera menghampiri ruangan Kiano.
"Permisi mbak, pak Kiano ada kan ?" tanya Chelsea basa basi
"Ada bu, langsung aja masuk. "
__ADS_1
Tanpa mengetuk pintu, Chelsea langsung mendorong pintu besar itu dan tersenyum manis sehingga membuat Kiano mengerutkan dahinya bingung. Chelsea segera membuka plastik yang berisi makanan yang di pesannya oleh Kiano kemudian menyiapkan untuk mereka berdua.
"Aku suapin ya, mas."
"Kamu gak sakit kan, honey ??!!" Kiano menempelkan telapak tangannya di dahi Chelsea.
"Apaan sih, mas. Ya udah nih, makan sendiri." kesal Chelsea menghentikan aksinya
"Oke ,,, oke, aku mau disuapin, kejadian langka begini kan gak boleh di sia-siakan. " balas Kiano seraya menggeser badannya agar lebih rapat dengan Chelsea.
"Jauh-jauh diketahui, mas ,,, mana bisa aku suapin kalau sedekat ini. " omel Chelsea berusaha menguasai detak jantungnya.
'Ada apa dengannya ?? apakah gara-gara semalam ?? ataukah kepalanya kena benturan keras sehingga otaknya bergeser ??' batin Kiano semakin bingung namun disisi lain hatinya berbunga-bunga.
"Tetaplah seperti ini, honey." Kiano memeluk erat Chelsea
"Biarkan aku makan dulu mas, sebentar lagi waktu istirahat berakhir." Chelsea mendorong pelan tubuh Kiano yang sejak semalam suka sekali menempel padanya.
Kiano kembali melongo melihat Chelsea yang tanpa ragu-ragu ataupun rasa jijik makan dari bekas makanannya bahkan terlihat menikmatinya. Ia semakin yakin jika wanita cantik yang sedang asyik mengunyah makanannya itu sedang ada masalah dengan otaknya.
"Aku kembali ke ruanganku mas." ucap Chelsea menyelesaikan makannya
__ADS_1
"Temani aku sebentar, honey. " Kiano merangkul pundak Chelsea.
"Gak bisa gitu mas, kita harus profesional. Lagipula aku gak mau jika bu Bella berpikiran aneh-aneh tentangku. " ucap Chelsea mengingat kata-kata Bella pagi tadi.
Perkataan Chelsea membuat Kiano menatap istrinya lekat-lekat menunggu dengan wajah penasaran kelanjutan ucapan wanita cantik yang kini berstatus sebagai istrinya.
"Mas kenapa ?? gak percaya ??" Chelsea mendelik kasar melihat ekspresi pria tampan itu.
"Apa kata Bella ??" tanya Kiano penasaran.
"Gak usah di perpanjang, nanti juga tahu. " Chelsea berkelit tak ingin memperparah keadaan.
"Honey, mas gak ingin jika istri mas diremehkan di kantor mas sendiri. "
"Belum keterlaluan juga mas, kata-katanya masih wajar kok. " Chelsea mendaratkan ciuman pada pipi Kiano agar pria itu berhenti bertanya.
"Bye mas. " lanjut Chelsea segera menghilang di balik pintu.
Dengan tersenyum lebar Chelsea meninggalkan ruangan Kiano, sesuatu yang berbeda terasa jauh di dalam lubuk hatinya yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
🎶🎶🎶🎶
__ADS_1
selamat pagi readers ,,, ayo dong dukungannya yang banyak