RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 127


__ADS_3

"Apa yang telah terjadi sehingga kakak tiba-tiba mengunjungi mm kami ? tanya Anggita saat Amar telah bergabung bersama mereka.


"Gak ada apa-apa, memang karena kakak ingin menjauh sementara dari rutinitas di tanah air. Kakak jenuh. " balas Amara tak ingin kekesalannya kembali memuncak saat mengingat Fauzan.


"Kalau dengan orang lain, kakak bisa berkata seperti itu tapi dengan kami, kakak tidak bisa menyembunyikan apapun." timpal Anggara pelan


Mendengar penuturan kedua adiknya membuat Amara menyadari bahwa twins A kini telah tumbuh dewasa. Dengan menarik napas panjang Amara menceritakan semuanya pada si kembar Anggita dan Anggara.


"Kenapa tidak berusaha membuktikan ucapan dan malah memilih pergi?" Anggara menatap Amara serius.


"Untuk apa jika dia lebih mempercayai kata-kata sekretarisnya. " tandas Amara


"Tapi setidaknya, buktikan dulu kebenaran kata-kata kakak sebelum menjauh. " balas Anggara


"Aku hanya bisa memberitahukan, soal percaya atau tidak terserah dia." ucap Amara setelah menarik napas panjang. Mengingat ucapan Fauzan membuat dadanya tiba-tiba merasa sesak. Kecewa itu yang ia rasakan.


"Mungkin saat ini kak Fauzan sudah menyadari kesalahannya dan mencari kakak untuk meminta maaf." Anggita ikut bersuara setelah beberapa saat hanya menjadi pendengar setia.


"Itu urusan dia. Sudahlah kita gak usah bahas hal-hal yang serius, lebih baik bersiaplah mulai besok bawa aku jalan-jalan. " ucap Amara menghentikan si kembar terus-terusan bertanya.


"Gak masalah kak, tapi kami takutnya belum selesai mengitari negeri Ratu Elizabeth tapi kami keburu pulang. " balas Anggita sendu


"Tunda aja kepulangan kalian dan temanj aku hingga puas." ucap Amara


Anggita dan Anggara hanya mengedikkan bahu, bagaimana bisa kakaknya itu menyuruh menunda kepulangan mereka sementara papa dan oma serta opanya bergantian menelpon menyuruhnya pulang belum lagi mamanya yang menangis-menangis merindukan mereka padahal jika rindu sang mama tak terbendung dia bisa mengunjugi keduanya.


🌟🌟🌟🌟


Di waktu yang bersamaan Fauzan pun mengunjungi rumah keluarga Amara demi mencari informasi keberadaan baris itu kini ia telah tiba di depan pintu gerbang dan sedang menunggu security menyampaikan kedatangannya pada tuan rumah.


"Silahkan masuk, pak ,,," ucap security itu dengan sopan


"Terima kasih pak ,,," balas Fauzan kemudian perlahan melajukan mobilnya dan memarkirnya di halaman rumah mewah tersebut.

__ADS_1


Setelah memarkirkan mobilnya, Fauzan kemudian keluar dan berjalan menuju pintu utama setelah terlebih dahulu menutup pintu mobilnya.


"Assalamualaikum ,,," sapa Fauzan di depan pintu utama yang terbuka lebar.


"Waalaikumsalam salam ,,," kompak Queen dan Arya membalas salam Fauzan.


"Ayo masuk nak, jangan sungkan. " ucap Queen sambil berdiri menghampiri Fauzan.


Dengan perasaan gugup Fauzan mengambil posisi duduk di depan pasangan suami istri itu. Perlahan Fauzan mencoba merilekskan tubuhnya agar tidak tegang.


"Tumben nak Fauzan berkunjung." ucap Arya menatap lembut pria muda di depannya.


" Maaf pak dan bu ,,,"


"Panggil kami oma dan opa sebagaimana Ara dan adik-adiknya memanggil kami. " potong Queen meralat panggilan Fauzan padanya dan Arya.


"I ,,, iya o ,,, oma. " balas Fauzan terbata-bata.


" Langsung saja nak Fauzan, ada apa sehingga nak Fauzan tiba-tiba berkunjung ?" tanya Arya menatap tajam pada Fauzan.


"Maaf oma dan opa jika kedatangan saya mengganggu." ucap Fauzan menjeda kalimatnya sambil menatap keduanya. Sementara Arya dan Queen menunggu kelanjutan kata-kata pemuda sopan itu.


"Saya ingin menanyakan keberadaan nona Amara, sudah seminggu lebih kami lost contact. " lanjut Fauzan menundukkan tatapannya.


Sebuah senyuman membingkai wajah cantik Queen mendengar ucapan pria muda itu, ia bisa melihat jika antara cucu pertama dalam keluarganya memiliki hubungan yang tak biasa dengan putra sulung seorang Santoso Adipati. Queen sering mendengar cerita tentang kebaikan Fauzan dari para ibu-ibu yang memiliki anak gadis dan berharap menjadikannya menantu. Siapa sangka jika ternyata Amara menarik perhatian pemuda tersebut. Queen tak ingin menyia-nyiakan kesempatan didepan matanya, ia kemudian melancarkan berbagai pertanyaan pada Fauzan.


"Memangnya nak Fauzan dan Ara bertengkar ? " tanya Queen memancing


"Tidak oma, hanya terjadi kesalahpahaman. " jawab Fauzan gugup.


"Salah paham ? kok bisa ? apa terjadi kesalahan pada kerjasama kalian ?" tanya Arya menegakkan duduknya.


"Bu ,,, bukan seperti itu opa, kerjasama perusahaan kita baik-baik saja. Hanya saja saya yang salah terlalu percaya pada sekretaris yang baru saja kupecat. " penjelasan Fauzan justru semakin membingungkan Arya dan Queen.

__ADS_1


"Ngomong yang jelas nak Fauzan." ucap Queen lembut.


Menyadari jika kata-katanya memang membingungkan maka Fauzan menceritakan semua kejadian dari awal hingga kesalahpahaman mereka terjadi. Arya dan Queen manggut-manggut mengerti dan tersenyum tulus.


'Sungguh pemuda yang teramat sangat polos.' batin Arya


"Sebenarnya kamipun belum tahu kemana gadis itu, dia hanya berpamitan untuk melanjutkan pendidikannya. " ucap Queen apa adanya.


Duaarrrr


Fauzan bagai di sambar petir saat mendengar ucapan Queen, ia memijit kepalanya yang mendadak pusing sambil menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi yang ia duduki, matanya terpejam karena sekelilingnya seperti sedang berputar. Fauzan merasa pikirannya sudah buntu.


"Nak Fauzan jangan khawatir, kami akan berusaha agar Ara secepatnya pulang. " ucap Queen melihat keadan Fauzan yang menyedihkan.


"Terima kasih oma. " balas Fauzan sumringah mendengar ucapan Queen.


"Bantu kami dengan doa agar bisa membujuk Ara." timpal Arya tersenyum.


"Saya sangat mencintai Amara, oma ,,, opa." balas Fauzan dengan wajah merona.


"Setelah Ara pulang, buktikan saja kata-katamu, nak ,,," ucap Queen masih dengan mata lembut.


"Seandainya oma, opa dan seluruh keluarga setuju, saya akan menunggu kedatangan mama dan papa disini untuk melamar Amara. " balas Fauzan sungguh-sungguh.


"Tidak perlu terburu-buru nak, kami percaya dengan omonganmu." timpal Arya.


Fauzan tersenyum kikuk mendengar ucapan Arya. Dirinya memang buru-buru ingin menghalalkan Amara, ia tak ingin kehilangan gadis kecil yang mampu menggetarkan hatinya.


🎢🎢🎢🎢🎢


Selamat pagi readers ,,,,


Hari terakhir Ramadhan semoga semua sehat dan dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya.

__ADS_1


Minal Aidin Walfaidzin semua πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2