RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 120


__ADS_3

Beberapa hari berlalu setelah peresmian butik Nyonya Shinta, sejak saat itu pula Amara gelisah. Ia tak pernah menyangka jika kakak yang dulu mengajarinya mengaji ternyata adalah Fauzan.


'Mungkinkah pria itu masih mengingatnya ?' batin Amara merenung.


tok


tok


tok


"Masuk."


"Maaf nona, CEO PT. Dwi_Zan sudah menunggu di ruang rapat ." ucap Fara dengan berkas ditangannya.


"Astaga, aku lupa mbak. " balas Amara benar-benar melupakan jadwal rapat mereka.


"Om Satria mana ?" tanya Amara saat mereka berada di depan pintu ruang rapat.


"Pak Satria sedang bersama pak Keanu, nona. " jawab Fara apa adanya.


"Tolong mbak Fara hubungi bagian HRD agar membuka lowongan kerja untuk asistenku agar ada yang bisa membantu om Satria, kasihan jika kesana kemari. " titah Amara menuju meja yang disediakan untuknya dalam ruangan meeting.


Amara berusaha menguasai perasaannya yang gelisah tak menentu sementara0 Fauzan memikirkan cara untuk menceritakan masa lalu mereka. Bukan karena mereka memiliki janji dimasa lalu hanya saja Fauzan hanya selalu memelihara gadis kecilnya tersebut agar tak ada yang menghuni hatinya selain gadis kecilnya yang sekarang sudah tumbuh dewasa.


Fauzan mengerutkan dahinya menatap Amara yang berbeda dari biasanya, entahlah di matanya Amara kali ini berbeda. Sedikit canggung dan tidak fokus.

__ADS_1


"Ada apa, pak ?" tanya Delia melihat bosnya mengerutkan dahinya.


"Maksudnya ?!!" Fauzan balik bertanya dengan nada kesal karena merasa terganggu.


"Bapak menatap bu Amara sangat lama. " balas Delia ingin tahu


"Bukan urusanmu. Kerjakan saja tugasnya setelah itu kamu pulang bersama sopir." sarkas Fauzan benar-benar kesal dengan sekretarisnya yang selalu saja ingin terlibat dalam urusan pribadinya.


Delia terdiam mendengar ucapan bosnya, ia tak bermaksud membuat sang bos kesal padanya. Kesempatan untuk berduaan dengan bosnya kembali pupus untuk kesekian kalinya.


"Silahkan selesaikan dulu masalah kalian sebelum kita meeting. " ucap Amara datar


"Mbak Fara, tolong panggil aku jika mereka sudah siap." lanjut Amara meninggalkan ruangan meeting.


"Ra ,,, Ara tunggu !!!" teriak Fauzan memburu Amara yang melangkah dengan cepat.


'Sejak kapan pak bos dekat dengan nona Amara ?' batin Delia bertanya-tanya.


Setelah Amara berada dalam jangkauannya, tanpa ragu Fauzan menarik tangan Amara sedikit keras sehingga tubuh Amara menabrak dada bidang Fauzan. Amara yang biasanya selalu sigap tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Secepat kilat tangan Fauzan memeluk Amara agar tak merubah posisinya.


"Aku mencintaimu. " ucap Fauzan sehingga membuat Amara mendorong tubuh Fauzan.


deggg


"Apa yang anda katakan ,,," ucap Amara tak menyangka Fauzan dengan mudahnya menyatakan cintanya.

__ADS_1


Jantung Amara berdegup kencang mendengar pengakuan Fauzan namun disisi lain pun ia meragukan ketulusan pria muda itu. Bukankah mereka baru bertemu beberapa kali ? tak mungkin rasa cinta hadir secepat itu kan ? tak masuk akal.


"Lebih baik kita lanjutkan meetingnya daripada anda bicara yang gak jelas. " lanjut Amara kembali berjalan ke ruang rapat.


'Apa caraku salah ?' batin Fauzan mengikuti langkah kaki jenjang Amara.


Amara berusaha mengacuhkan ucapan Fauzan yang terus terngiang-ngiang pada ruang dengarnya yang cukup mengganggu konsentrasinya. Tak ingin terlihat memalukan, Amara segera menyelesaikan rapat setelah Delia membacakan laporannya.


"Baiklah untuk meeting hari ini sampai disini dulu, saya akan mempelajari kembali laporan kalian. " ucap Amara menutup meeting mereka.


"Mbak Fara, tolong ambil salinan laporan PT. Dwi_Zan dan bawa ke ruanganku untuk aku pelajari. " lanjut Amara datar seperti biasanya.


Dengan tergesa-gesa Amara meninggalkan ruangan meeting tanpa menoleh sedikitpun ke arah Fauzan dan sekretarisnya.


"Kamu pulang dengan sopir, aku masih ada urusan. " perintah Fauzan tak ingin dibantah.


Fauzan kemudian menyusul Amara memasuki ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ia harus mengatakan semuanya pada Amara, sudah terlanjur ia mengungkapkan perasaannya, akan terasa seperti orang iseng jika ia tak menuntaskan semuanya hari ini. Fauzan tak ingin dianggap main-main dan tak akan melewatkan kesempatan ini.


🎶🎶🎶🎶


selamat pagi readers


terima kasih dukungannya selama ini


selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan ibadah puasa

__ADS_1


salam hangat dari dunia halu


__ADS_2