RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 38


__ADS_3

Kala Chelsea membuka matanya, jam sudah menunjukkan pukul 06.15 dan terlonjak kaget pasalnya ia merasa baru saja memejamkan matanya tiba-tiba pagi kembali menyapa. Chelsea segera mengambil bajunya dan berlari ke kamar tamu untuk mandi karena kamar mandi sedang dipakai oleh Kiano.


Selesai dengan mandi kilatnya, Chelsea kembali ke kamarnya dan memakai make up tipis pada wajahnya terakhir menyatukan lipstik pada bibirnya kemudian menyisihkan rambutnya.


"Buru-buru banget, honey. "


"Aku gak mau telat dan bermasalah dengan bu Bella. " kesal Chelsea mengingat kejadian kemarin.


Cup


"Mas !! stop !!" wajah Chelsea bersemu merah mendapat kecupan singkat di bibirnya


"Aku sedikit mengurangi warna lipstikmu, honey. " kilah Kiano menahan senyumannya.


"Mana ada. Aku berangkat dulu. Assalamualaikum. " Chelsea meraih tangan Kiano dan mencium punggung tangannya sebelum keluar dari kamar.


"Lho sayang, gak sarapan dulu ??"


"Gak sempet ma udah telat." balas Chelsea setengah berlari memasuki mobilnya yang sudah disiapkan oleh supir papanya.


"Makasih pak ,,,"


"Sama-sama non, hati-hati. "


Perlahan Chelsea menginjak gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju perusahaan Jewellery Desain, ia terus memanjakan doa sepanjang perjalanannya agar tidak terlambat.


"Gara-gara pria datar itu aku telat bangun. " gumam Chelsea kesal sekaligus merona mengingat tangan Kiano yang sudah mulai lancang.


Chelsea melirik jam tangan mahal yang melingkar pada pergelangan tangannya saat memarkirkan mobilnya, bersamaan dengan Bella yang juga baru tiba.

__ADS_1


'Masih ada waktu sepuluh menit. ' batin Chelsea tersenyum


"Gak nyangka mahasiswa magang kendaraannya limited edition. " sinis Bella meremehkan


"Bu Bella bisa aja, ini hadiah kok bu. " Chelsea memaksakan senyumnya.


"Kamu bukan segar baby, kan ?? Jangan sampai gara-gara kamu, perusahaan kami jadi tercoreng." ucapan Bella tak dapat diterima oleh ruang dengar Chelsea namun tetap berusaha tersenyum palsu.


"Jangan asal ngomong bu, bisa bahaya. Maaf bu Bella saya duluan. " Chelsea melangkahkan kakinya meninggalkan Bella yang tersenyum sinis.


Sambil bersungut-sungut Chelsea masuk kedalam lift dan menekan sebuah angka dimana ruangan divisinya berada. Dan langsung memasuki ruangannya saat lift berhenti tanpa memperdulikan orang-orang yang menatapnya aneh.


"Lho kenapa wajahmu seperti pakaian belum disetrika ? kusut banget, gak dapat jatah, ya ??!!" ledek Diana menaik turunkan alisnya menggoda sahabatnya.


"Ck, bukan seperti itu. "


"Lalu ?? ngomong yang jelas dong, jangan setengah-setengah."


"Maaf bu. " kompak Chelsea dan Diana segera ke meja masing-masing.


Bella !! pelankan suaramu, ingat mereka mahasiswa magang bukan karyawanmu. Jangan sampai mereka membawa kesan buruk terhadap perusahaan kita. " asisten Ardi tiba-tiba berdiri dibelakang Bella.


"Maaf pak Ardi, saya hanya mengajarkan mereka disiplin. " balas Bella membela diri.


"Masih lima menit sebelum masuk jam kerja, Bella. Mereka bebas melakukan apapun sebelum jam kerja. " tandas Ardi tajam.


"Oh ya, jangan pernah dengan sengaja memberikan pekerjaan yang seharusnya merupakan pekerjaanmu pada mahasiswa magang apalagi sampai harus lembur. " lanjut Ardi datar sebelum meninggalkan divisi keuangan.


Asisten Ardi melakukan tugasnya sesuai perintah Kiano, masih berupa peringatan karena memikirkan kenyamanan Chelsea namun ia tetap memantau kelakuan Bella.

__ADS_1


"Kenapa bisa pak Ardi tahu jika kemarin kamu lembur ? kamu sengaja ngelaporin aku ??"


"Gak bu, mungkin kemarin pak Ardi melihatku pulang malam-malam. " dalih Chelsea asal.


Bella menatap Chelsea tak bersahabat, untuk pertama kalinya ia menerima teguran gara-gara mahasiswa magang. Apa hubungan mereka ?? tumben-tumbennya pak Ardi ikut campur.


Jam sudah menunjukkan pukul 07.30, Chelsea dan karyawan yang lainnya mulai melakukan tugas masing-masing. Chelsea segera mengcopy semua file laporan yang janggal ke flash disknya sesuai permintaan Kiano semalam, setelah itu ia kembali menekuri pekerjaannya. Hingga ponselnya berdering menampilkan nama Dosen datar is calling.


"Hal ,,,,"


"Gak bisa mas, kerjaanku masih banyak. " potong Chelsea kemudian memutuskan panggilan secara sepihak.


Chelsea tak mau lagi mengulang kesalahan kemarin apalagi Bella terang-terangan menuduhnya yang bukan-bukan. Chelsea tak ingin memperkeruh keadaan sehingga merugikan Bella.


"Nona, sudah waktunya istirahat harap ke ruangan bos sekarang. "


"Pak Ardi mengagetkanku saja. Pekerjaanku masih banyak pak Ardi. "


"Tinggalkan saja, nona. Bos akan marah kalau terlalu lama menunggu anda. " ngotot Ardi tak ingin disalahkan oleh bosnya.


"Chelsea, pak Ardi gak pakai embel-embel nona. " ketus Chelsea


"Lho pak Ardi ?? apakah gadis ini bermasalah dengan bapak ?? dasar gadis gak jelas. " umpat Bella menatap tak suka pada Chelsea.


"Bella !! jangan ulang ucapanmu jika masih sayang dengan pekerjaanmu !!" bentak Ardi memenuhi ruangan.


"Ayo pak Ardi, kita jalan sekarang. " Chelsea segera menarik tangan asisten Ardi menjauh dari Bella agar tidak membocorkan rahasianya.


🎶🎶🎶🎶

__ADS_1


Hai readers,,,ayo dong berikan dukungannya yang banyak.


__ADS_2