RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 78


__ADS_3

Usia kandungan Chelsea kini telah melewati trimester pertama dengan segala drama khas wanita hamil muda dan kebahagiaan keluarga besar Arya kembali bertambah karena putri bungsu mereka pun dinyatakan hamil oleh dokter kandungan.


Lain ladang lain pula belalang begitulah ungkapan yang cocok untuk kedua wanita hamil itu, jika Chelsea masa parah-parah ngidamnya selalu ingin dekat dengan suami adik iparnya itu maka Kalista saat ini sangat membenci Kiano bahkan mendengar suaranya saja Kalista akan uring-uringan.


"Mom, aku sama Chelsea sementara tinggal di apartemen saja daripada Kalista selalu emosi saat melihatku. " ucap Kiano prihatin dengan keadaan adiknya.


"Kita tinggal di rumah mama aja mas, aku takut tinggal sendiri saat mas le kantor. " balas Chelsea beralasan.


Sejak hamil Chelsea selalu ingin dekat dengan mama dan papanya hanya saja selalu ia singkirkan keinginannya itu karena menjaga perasaan mertuanya yang selalu antusias merawatnya, Chelsea tak ingin membuat mommy mertuanya itu salah paham.


"Sebenarnya mommy sangat ingin merawat kalian berdua ,,," ucap Queen serba salah


"Gak apa-apa kok, mom ,,, memang seharusnya mommy menjaga Kalista dan aku bersama mama, lagipula masih banyak yang harus aku tanyakan sama papa mengenai perusahaan. " balas Chelsea menenangkan mommy mertuanya.


"Jaga cucu mommy dengan baik, sayang ,,, jangan terlalu capek." ucap Queen sedikit kuawatir jika menantunya itu jauh dari pantauannya.


"Kami harus segera berangkat mom, sebelum Kalista keluar kamar dan uring-uringan melihatku. " Kiano menghentikan drama kedua wanita yang sangat berartu dalam hidupnya.

__ADS_1


Setelah berpamitan dan saling berpelukan, dengan berat hati Queen melepas anak dan menantunya keluar rumah dan berjalan ke arah mobil mereka. Baik Chelsea maupun Kiano tak membawa baju mereka. Baju Kiano banyak yang sengaja ia tinggalkan di rumah mertuany sementara Chelsea sudah memesan via online baju khusus orang hamil.


"Hari ini aku gak ke kantor mas, langsung ke rumah mama aja." ucap Chelsea saat mereka telah berada di jalan raya.


"Mas juga gak ke kantor, honey. " balas Kiano tersenyum lembut.


Empat puluh menit kemudian merekam telah tiba di rumah mewah keluarga Sasongko, perlahan Kiano memasuki pintu gerbang setelah security yang bertugas membukakan pintu. Chelsea lalu keluar dari mobil diikuti oleh Kiano memasuki rumah besar tersebut


"Assalamualaikum ,,," teriak Chelsea gembira.


"Waalaikumsalam ,,," balas Maria kaget melihat putri dan menantunya datang berkunjung pagi-pagi.


"Alhamdulillah baik nak, tumben kalian berkunjung pagi-pagi ,,," balas Maria balik bertanya.


"Kami berencana tinggal agak lama ma, soalnya Kalista sedang ngidam dan selalu uring-uringan jika melihat mas Kiano. " jelas Chelsea apa adanya.


"Selamanya juga gak apa-apa sayang, sebenarnya mama pun ingin sekali merawatmu di masa-masa kehamilanmu." ucap Maria memeluk hangat putri tunggalnya.

__ADS_1


"Yuk, kita ke ruang makan sambil menunggu papa. " lanjut Maria mengajak anak dan menantunya untuk sarapan bersama.


Maria segera mengambilkan piring untuk keduanya walaupun memiliki beberapa ART namun Maria tetap melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil. Tak lama kemudian pak Utomo ikut bergabung.


"Wah ada tamu pagi-pagi ,,," ucap pak Utomo antusias melihat menantunya.


"Bukan tamu pa, tapi penghuni lama kembali menetap dirumah papa. " balas Chelsea bercanda.


"Jangan sungkan-sungkan, semua yang kami punya adalah milikmu sayang. " ucap pak Utomo dengan wajah serius.


"Sarapan dulu, ngobrolnya dilanjut setelah sarapan. " ucap Maria menghentikan obrolan mereka.


Mereka berempat kemudian menikmati sarapan yang telah tersaji di atas meja makam tanpa suara hingga hingga tuntas.


🎢🎢🎢🎢


Selamat sore readers

__ADS_1


Maaf menunggu lama upnya πŸ™πŸ™


salam hangat dari othor yang setia di dunia halu


__ADS_2