
Malam hari tatkala kedua anak manusia itu kelelahan setelah selesai berbagi kenikmatan, Kiano menghempaskan dirinya seraya menutup mata. Ia berpura-pura tidur karena ingin membuktikan dugaannya. Sedangkan Chelsea langsung bangun membersihkan dirinya namun sebelum masuk ke kamar mandi ia menghampiri nakas yang terletak disamping meja riasnya. Kiano memperhatikan dengan sudut matanya saat Chelsea mengambil sebuah botol namun kembali meletakkannya.
'Walaupun memiliki anak aku tetap bisa meneruskan perusahaan papa.' batin Chelsea kembali menyimpan pilnya.
Ada rasa kecewa yang teramat sangat disudut hati Kiano, mengapa Chelsea tak ingin mengandung benihnya ?? apakah alasannya semata-mata hanya karena dia belum wisuda ?? ataukah pria itu masih menghuni relung hatinya ??
Secepat kilat Kiano mengambil satu butir isi botol yang tadinya dipegang oleh istrinya itu. Belum ada tanda-tanda Chelsea akan keluar, Kiano pun mengambil kapsul setiap botol yang berjejer rapi. Ia berencana akan menanyakan pada Steven.
Saat Chelsea keluar kamar mandi dan kembali ke tempat tidur, Kiano merubah posisinya menghadap istrinya dan kembali menarik tubuh Chelsea masuk kedalam pelukannya. Rasanya sangat nyaman memeluk tubuh wanitanya walaupun ada sedikit rasa kecewa.
Hingga matahari pagi kembali menyinari alam semesta dan mereka terbangun masih dalam posisi yang sama.
"Morning, honey ,,," sapa Kiano dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
Cup
Chelsea hanya tersenyum dan mengecup singkat bibir suaminya. Kiano membalasnya dengan yang sedikit lebih panas.
"Jangan menggodaku pagi-pagi, honey. Aku ada rapat penting dan seperti biasa kamu harus ikut maka bersiaplah. " ucap Kiano seraya bangkit dari tidurnya kemudian duduk di sofa dan mengaktifkan ponselnya.
Chelsea akhirnya masuk kedalam kamar mandi melakukan ritual mandinya dan segera berpakaian rapi setelah urusan kamar mandi selesai, sedangkan Kiano yang melihat Chelsea sudah rapi segera membersihkan dirinya.
ting
Layar ponsel Kiano menyala dan menampilkan pesan dari Steven. Chelsea yang tanpa sengaja melihatnya mengerutkan kening.
__ADS_1
'Kenapa mereka berkirim pesan padahal kan setiap hari ketemu. ' batin Chelsea penasaran.
"Selamat pagi semua." sapa Chelsea saat tiba di meja makan.
"Lho, Kiano mana, sayang ??" tanya Queen
"Mas Kiano masih mandi, mom ,,," jawab Chelsea apa adanya
"Jam segini baru mandi ?? tidak biasanya. " timpal Steven memancing
"Steven ,,, jangan mulai. Masih pagi ." ucap Arya menatap tajam menantu sekaligus sahabatnya.
"Enggak kok dad, hanya kaget aja. " balas Steven terkikik geli dengan panggilannya pada sahabatnya.
"Hai semua ,,," suara Kalista yang baru keluar dari kamarnya menghentikan perdebatan kedua mantan sahabat itu.
"Ini lebih telat lagi ,,," ledek Keanu dan langsung dicubit oleh Shanaz.
"Iya dong, kita kan pengantin baru dan ingin cepat mempersembahkan hasil karya kami berdua. " balas Kalista tak mau kalah seraya duduk di sebelah kiri Chelsea
"Apa hubungannya pengantin baru dengan hasil karya ??? " Chelsea bertanya dengan wajah bingung.
Semua mata menatap Chelsea yang tak paham dengan maksud perkataan Kalista, sungguh polos wanita satu ini. Queen tersenyum bahagia melihat kepolosan menantunya itu.
"Jangan dipikirkan honey, kita pun secepatnya akan memiliki hasil karya. " timpal Kiano kemudian duduk disebelah kanan Chelsea.
__ADS_1
"Aku gak ngerti mas. " cicit Chelsea masih dengan wajah bingungnya.
"Sepertinya Chelsea harus sering-sering bersama Kalista agar bisa sedikit ketularan gesreknya. " ucap Steven serius. Ia sangat kasihan melihat Chelsea yang selalu kebingungan saat mereka berkumpul.
"NO !!!" kompak Seno dan Kiano membuat semua anggota keluarga kaget.
"Kalian gak tahu aja jika mereka bersama, bukannya ketularan gesreknya Kalista tapi mereka berdua malah sibuk menghabiskan uang kami dan parahnya, mereka seolah masih gadis dan melupakan kami. " ucap Kiano mengingat kelakuan keduanya saat berada di negara yang terkenal dengan patung Singanya.
Sarapan pagi mereka berakhir dan masing-masing bersiap melakukan aktivitas mereka. Kiano menatap Steven yang juga tengah menatapnya, keduanya seolah berbicara lewat mata.
"Honey, tunggu mas di mobil ya, mas ingin berbicara dengan mas Steven sebentar. " ucap Kiano lembut.
"Baiklah, jangan lama-lama. " balas Chelsea meninggalkan keduanya.
Kiano lalu menyerahkan bungkus plastik yang berisi berbagai warna pil yang berbentuk kapsul dan tablet.
"Segera kabari aku. " ucap Kiano dan langsung diangguki oleh Steven. Keduanya kemudian berjalan beriringan dan berpisah saat akan memasuki mobil masing-masing.
🎶🎶🎶🎶
Selamat sore semua,,,,
selamat menikmati
salam hangat dari author di negeri halu
__ADS_1