
Waktu terus bergulir tanpa bisa di hentikan oleh siapapun, tanpa terasa enam purnama telah berlalu sejak pesta anniversary perusahaan PT Dwi_Zan. Sejak itu pula Fauzan sibuk mencari informasi mengenai Amara namun tak satupun busa ia dapatkan. Ia bisa saja mendatangi perusahaan Jewellery Design untuk bertemu langsung dan menanyakan pada keluarga gadis pujaannya namun ia masih ingin bernapas dengan tenang. Siapa yang tidak mengenal sepak terbang keluarga itu jika berani menyinggung perasaan mereka. Fauzan tak ingin keluarga besar itu salah paham.
Sementara itu Amara juga telah selesai wisuda dan kini mulai menggantikan papinya untuk sementara karena ia berencana akan melanjutkan studynya sedangkan Dika, Anggara dan Anggita pun telah berada di negeri orang menimba ilmu. Mereka ingin belajar lebih banyak yang tentunya tak bisa mereka dapatkan di tanah air tercinta. Sedangkan Kiran sang model papan atas lebih memilih berkarier di luar negeri.
"Ra, kamu ingin ganti asisten atau sekretaris ?" tanya Keanu ketika mereka sedang sarapan.
"Gak perlu, pi ,,,, Ara suka kok sama mereka. Om Satria dan tante Fara asyik orangnya. " balas Amara menyantap sarapannya.
"Panggil mbak Fara, dia masih gadis lho. " ucap Keanu serius, ia tak ingin sekretarisnya itu merasa tua jika di panggil tante oleh putrinya walaupun kenyataannya memang begitu.
"Siplah pi, pokoknya semua beres sesuai dengan keinginan papi. " balas Amara kini mengakhiri sarapannya.
"Satria sudah datang ? kok buru-buru makannya. "
"Ya kali om Satria dijadikan sopir, gak sopan pi, bagaimanapun om Satria itu orang tua gak mungkin Ara suruh-suruh. " balas Amara mencium punggung tangan Keanu dan Shanaz.
Saat ini Queen dan Arya memilih untuk menikmati hari tuanya dengan mengunjungi cucu kembarnya dan Dika yang berbeda negara.
"Ara nyetir sendiri, pi ,,, aku ada meeting pagi-pagi dengan PT. Dwi_Zan. " lanjut Amara sebelum meninggalkan meja makan.
Kediaman keluarga Arya kini sunyi senyap, karena Kiandra dan Steven memilih tinggal dirumah mereka sendiri jika mommy dan daddynya sedang berkeliling menikmati masa tuanya, sedangkan Kiran hanya pulang sekali-sekali sementara Kiano dan Chelsea tinggal di rumah pak Utomo karena sang istri tak memiliki saudara.
Terdengar suara mesin mobil perlahan menjauh dari rumah utama, Amara melarikan kendaraannya dengan kecepatan sedang menuju perusahaan Jewellery Design tak ingin membuat rekan bisnis perusahaan menunggu lama karena Kiano memilih fokus dengan perusahaannya sendiri dan perusahaan istrinya yang harus ia tangani walaupun hanya saat dibutuhkan. Kini Amara harus memimpin sendiri perusahaan besar itu. Mereka percaya dan yakin Amara akan memimpin perusahaan keluarga dengan sukses.
Keanu yang memiliki waktu semakin banyak mulai fokus pada hotelnya yang sempat ia tinggalkan.
Tiga puluh menit kemudian Amara telah tiba di depan lobby perusahaan dan security yang bertugas segera menghampiri mobilnya dan membukakan pintu untuknya.
"Selamat pagi nona ,,," sapa pak Hasan
__ADS_1
"Selamat pagi pak Hasan, lain kali gak usah bukan pintu untukku, ya ,,, kasihan tanganku nganggur padahal Tuhan ciptakan untuk digunakan dengan semestinya. " canda Amara namun serius dengan perkataannya.
Fauzan membeku melihat Amara di depan matanya, jantungnya berdebar kencang hingga ia bisa mendengar detakan jantungnya sendiri. Gadis yang selama beberapa bulan ini mengganggu tidurnya kini berada di depannya dan berbicara dengan sopan pada seorang security.
'Dan apa katanya ? dia tak ingin dibukakan pintu mobil ?? sungguh baik hatimu, Ara.' batin Fauzan dengan mata berbinar.
"Pak, kita jadi masuk, kan ??" ucapan Riko sang asisten menyadarkan Fauzan dari keterangannya pada sosok gadis cantik itu.
"Tentu saja jangan sampai mereka menunggu kita terlalu lama." balas Fauzan cepat melanjutkan langkahnya tak ingin asistennya mengetahui isi hatinya
Delia yang melihat jika bosnya memiliki rasa pada wanita yang baru saja masuk hanya bisa mendengus kasar kemudian menuju respsionis.
'Kamu hanya milikku bos, aku yang lebih dulu mengenalmu dan gadis itu tak akan bisa merebutmu dariku. ' batin Delia yakin.
Setelah dipersilahkan oleh respsionis ketiganya kemudian memasuki lift khusus tamu perusahaan sesuai arahan sang resepsionis. Tak butuh waktu lama untuk tiba pada lantai teratas gedung mewah itu.
Pintu lift terbuka dan ketiganya mengekori sang bos, sekretaris Fara telah menunggu mereka di depan lift setelah di beritahukan oleh Siska, dari bagian resepsionis.
"Selamat datang, pak ,,," ucap Fara sopan
"Terima kasih ,,," balas Riko mewakili Fauzan yang hanya diam
"Mari pak, bu ,,, saya antar ke ruang meeting sebentar lagi direktur kami datang. " ucap Fara kemudian melangkah terlebih dahulu.
Tak ada yang bersuara hanya suara sepatu mereka yang berada dengan lantai terdengar berirama memecah kesunyian. Fara yang biasanya sangat mudah akrab dengan orang lain namun kali ini tak berlaku baginya.
"Silahkan masuk pak, bu ,,," Fara membuka pintu ruangan lebar-lebar kemudian meninggalkan mereka.
Satria terlebih dahulu tiba di ruangan meeting karena Amara sedang menerima telepon.
__ADS_1
"Lho nak Fauzan ??!! bukannya pak Santoso yang akan meeting dengan kami ??" tanya om Satria heran.
"Maaf om, papa sudah ingin pensiun makanya semua diserahkan pada saya tapi om jangan khawatir saya paham kok kerjasama perusahaan kita." balas Fauzan sopan.
"Kok mereka kompakan, ya ??!!!" gumam Satria namun samar-samar terdengar ditelinga Fauzan.
"Apanya yang kompakan, om ??" tanya Fauzan ingin memperjelas apa yang ditangkap oleh ruang dengarnya.
Braaakkkk
Pintu terbuka dari luar dengan kasar sehingga semua yang berada dalam ruangan kaget dan menatap ke arah pintu.
"Maaf telah membuat anda menunggu. " ucap Amara berjalan ke arah mejanya tanpa melihat tamunya.
"Nona, kali ini kita akan meeting dengan penerus perusahaan PT Dwi_Zan. " ucap om Satria membuat Amara menatap ke arah tamunya.
"Kau !!!!" mata Amara melotot menyadari siapa yang akan rapat dengannya.
"Hai, ketemu lagi ,,," balas Fauzan tersenyum manis.
Senyuman Fauzan pada Amara membuat Delia kesal sekaligus penasaran apalagi mendengar Fauzan mengatakan ketemu lagi. Delia adalah sekretaris yang baru dua bulan bekerja diperusahaan yang disiapkan oleh pak Santoso karena sekretaris yang lama resign karena sudah menikah dan suaminya tak mengizinkan dia bekerja.
🎶🎶🎶🎶
Selamat pagi readers ,,,,
Jangan segan-segan memberikan VOTE, LIKE DAN KOMEN, YA
Terima kasih sebelumnya
__ADS_1