
Keesokan harinya Kiano dan Seno berangkat dengan menggunakan jet pribadi, mereka tak ingin membuang-buang waktu, keduanya ingin segera tiba di negara Singa itu. Keduanya ingin memberikan hukuman pada kedua wanita yang telah membuatnya seharian kesulitan mencarinya. Kiano yang semalaman tidur di rumah Seno tak dapat memejamkan matanya karena Chelsea tak ada disampingnya kini sedang mencoba menyibukkan dirinya yang sudah tak sabar ingin segera tiba di tujuan.
Akhirnya perjalanan mereka berakhir, Seno dan Kiano bergegas turun dari pesawat dan segera menghampiri taksi yang terparkir dan sedang menunggu penumpang.
"Kita cari hotel dulu untuk mandi dan sarapan agar tenaga cukup untuk mencari mereka. " usul Seno dan langsung disetujui oleh Kiano.
Sementara di salah satu hotel mewah, dua wanita cantik sedang menikmati sarapannya dengan santai sambil tertawa-tawa, mereka sungguh menikmati liburannya.
"Kak, aku bisa bayangkan keadaan mas Kiano saat ini. " Kalista terkekeh sambil mengunyah rotinya.
"Kakak justru khawatir mas Kiano akan mengamuk saat kita pulang. " balas Chelsea.
"Tenang kak, mas Kiano sangat mencintai Kakak, mana mungkin ia tega menyakiti istrinya sendiri. Mas Kiano memang datar dan dingin tapi sayang sama keluarga. " ucap Kalista apa adanya
"Cepat sarapan, kita lanjutkan shopping yang kemarin, hari ini kita berburu pernak pernik wanita." balas Chelsea tak ingin terlalu memikirkan suaminya yang pasti sudah kesal dan marah.
Keduanya kemudian segera menuntaskan sarapannya, kedua wanita itu sangat bersemangat jika menyangkut belanja-belanja. Sungguh Kalista mampu merubah Kakak iparnya yang semula tak terlalu memperdulikan shopping-shoppimg kini malah menjadi maniak shopping.
Kalista dan Chelsea kemudian keluar kamar dan langsung menuju pusat perbelanjaan. Sedangkan kedua pria yang kini tengah bersiap mencari mereka memutuskan memulai pencarian mereka dipusatkan perbelanjaan terdekat, sambil terus memperhatikan ponselnya, Kiano mengikuti langkah kaki sahabat sekaligus calon adik iparnya.
Sesaat kemudian Kiano tersenyum dan menyeret Seno menuju kasir karena Chelsea lagi-lagi menggesek kartunya.
Melihat wanita yang membuat mereka pusing berada didepan kasir dan tertawa-tawa tanpa beban menjadikan langkah mereka semakin cepat, Chelsea yang tanpa sengaja melihat suami dan kakak sepupunya menghampiri seketika memucat.
"Dek, kamu jangan berbalik, mas Kiano dan kak Seno berjalan kearah kita. " bisik Chelsea dan segera mengambil kartunya kemudian menyeret Kalista secepat mungkin.
__ADS_1
"Mau kemana kalian ???!!" Kiano menarik baju Chelsea sedangkan Seno segera menangkap tangan Kalista.
Kalista dan Chelsea menghentikan langkahnya dan saling melirik kemudian berbalik dengan wajah memelas.
"Honey, mas gak akan tertipu dengan wajahmu itu, tadi malah kalian tampak sangat menikmati dan tanpa beban, kenapa sekarang tiba-tiba memelas seperti ini ??" Kiano menaikkan sebelah alisnya.
"Kalian tau, seharian kami gak ngapa-ngapain, pekerjaan kantor terbengkalai hanya untuk mencari kalian. " Kini Seno mengomeli adik dan calon istrinya.
"Mas, gak enak diliat orang ngomong disini, lebih baik cari tempat makan dan kalian berdua boleh mengomel seharian. " usul Kalista dan langsung digeplak oleh Kiano.
"Jangan memukul calon istriku." sentak Seno mengusap lembut lengan Kalista
"Wooooiiiii ,,, baru calon, selamanya dia tetap adikku dan aku bebas memukulnya kalau dia bersalah apalagi mengajak istriku kabur." balas Kiano tak mau kalah.
"Astaga wanita ini benar-benar gak ada puasnya belanja." ucap Seno melihat Chelsea dan Kalista memasuki sebuah butik barang-barang branded.
Kembali keduanya memilih barang-barang yang akan mereka beli, kini mereka berdua tak lagi mempertimbangkan harga karenanya dua pria yang akan membayar belanjaan mereka. Berhasil memilih Kalista dan Chelsea tersenyum puas.
"Sudah cukup belanjanya ?? kompak Kiano dan Seno bertanya sambil bersedekap.
"Sebenarnya sih belum tapi melihat kalian yang sangat perhitungan, maka kami akan bayar sendiri dan menyudahi acara belanja-belanja ini. " ucap Chelsea mendramtisir keadaan.
"Iya, kak sebelum kita bangkrut lebih baik kita sudah dulu. Kita harus banyak-banyak menabung supaya nanti kita busa belanja ditempat lain , jangan di sini terus. Bosan. " celoteh Kalista dan diangguki oleh Chelsea.
"Gak ada lain kali !! kalian berdua terlalu bandel dan harus selalu diawasi." kompak Seno dan Kiano menatap tajam kedua makhluk langka ini.
__ADS_1
Kiano dan Seno menarik belanjaan wanitanya masing-masing dan memberikannya pada kasir kemudian mereka membayarnya. Kalista dan Chelsea tersenyum bahagia dan bertos ria. Walaupun mereka kedapatan namun tak rugi-rugi amat karena kali ini uang mereka tak berkurang sama sekali.
Setelah selesai membayar, Kiano menggandeng Chelsea meninggalkan Seno dan Kalista.
"Akan ada hukumannya atas perbuatanmu kaki ini, honey. " ucap Kiano lembut dan sedikit menggigit daun telinga Chelsea.
"Ssshhh mas, sakit. " keluh Chelsea mengusap telinganya.
"Aku menginginkanmu, honey ,,," ucapan Kiano yang disertai rem***n lembut pada pinggangnya membuat Chelsea merinding seketika.
"Gimana dengan Kalista ?? kami datang bersama dan harus selalu bersama mas, aku takut nanti mommy marah."
"Ada Seno yang mengurusnya. Kamu hanya perlu mempertanggungjawabkan perbuatanmu, honey. " Kiano mempercepat langkahnya keluar dari pusat perbelanjaan.
Sementara Kalista dan Seno pun keluar dari pusat perbelanjaan itu melewati pintu yang berbeda. Seno membawa Kalista 3ntah kemana.
πΆπΆπΆπΆ
Selamat pagiiiii
Selamat beraktifitas dan jaga kesehatan.
jangan lupa dukungannya
Love you all π€π€π€
__ADS_1