
Kini mereka telah duduk bersama menunggu makanan yang telah di pesan oleh Rini di sebuah restoran yang terletak tak jauh dari kantor Kiano.
"Bagaimana kabar om sama tante ?" tanya Randy memulai percakapan
"Mereka sehat kak." jawab Chelsea apa adanya, ia sungguh menjaga sikapnya agar Kiano tak salah paham.
"Masih dirumah yang dulu, kan ??"
"Masih kak, mau tinggal dimana lagi. "
"Semoga pohon yang kita tanam saat kecil dulu masih ada. Rasanya kakak ingin mengulang masa-masa kecil kita dulu. Kamu masih ingat kan ?!!" ucap Randy antusias
'Enak bener mengingatkan masa kecil kita padahal dia sendiri melupakan semuanya. ' batin Chelsea merutuki Randy
"Maaf kak, seiring dengan waktu aku sudah melupakan semuanya. " balas Chelsea berbohong.
"Sayangnya kakak masih mengingat semuanya setiap detil yang kita lakukan bersama. " Randy menatap Chelsea dengan tatapan penuh kerinduan dan membuat Kiano mengepalkan tangannya.
"Itu hanya sedikit kisah dimasa kecil kak, tidak perlu dibawa-bawa dalam kehidupan kita yang sekarang." balas Chelsea berusaha bersikap normal.
Sejak Chelsea mengetahui jika Randy sudah menikah dan memiliki anak, ia sudah bertekad akan melupakan Randy dan menyerahkan seluruh hatinya pada suaminya apalagi Kiano adalah pria yang baik dan tidak aneh-aneh pada perempuan, sungguh ia akan menjadi wanita yang merugi jika menyia-nyiakan suaminya.
"Oh ya, beberapa hari yang lalu kakak bertemu kak Seno dan membicarakan banyak hal, ya kan ma ??"ucap Randy berbalik menatap istrinya yang saat ini sedang mengatur pelayan yang menata makanan mereka.
Rini hanya mengangguk sambil tersenyum mengiyakan suaminya. Walaupun dalam hati Rini sedikit penasaran dengan perubahan suaminya yang tiba-tiba banyak bicara namun mengetahui jika mereka adalah teman masa kecil membuatnya berpikiran positif. Kenangan masa kecil memang sulit di lupakan.
__ADS_1
"Kak Seno memang orangnya baik kak, bahkan saking baiknya ia menjodohkanku dengan sahabatnya karena takut jika aku menjomblo seumur hidup. Untungnya suamiku baik dan aku sangat mencintainya." balas Chelsea jengah dengan topik pembicaraan mereka.
Mendengar ucapan sang istri membuat hati Kiano bagaikan sebuah taman bunga yang bunganya bermekaran secara bersamaan, bahagia dengan pengakuan Chelsea apalagi di depan pria yang selama ini menghuni hatinya bahkan sempat memikirkan perpisahan setelah empat puluh hari tanpa cinta.
Kiano mencium pucuk kepala Chelsea dengan penuh cinta membuat Rini terngang, sungguh romantis mereka. Rini seketika membandingkan kehidupan pernikahannya dengan Randy yang tak pernah bersikap romantis seperti itu padanya bahkan saat ingin menuntaskan hasratnya pun pemanasannya hanya seadanya saja.
"Maaf kak, suamiku memang seperti ini." ucap Chelsea tak enak hati.
Hati Randy tiba-tiba terasa nyeri melihat kemesraan keduanya, tatapannya berubah sendu dan hal itu ditangkap oleh netra Kiano yang semakin yakin jika pria masa kecil istrinya itu sesungguhnya masih menyimpan rasa pada istrinya walaupun dia sudah memiliki istri dan anak.
'Bener-Bener pria serakah. 'batin Kiano marah.
"Gak masalah bu, justru bagus jika suami seromantis pak Kiano." balas Rini tertawa kecil menghibur hatinya yang miris membandingkan kehidupan rumah tangganya yang datar.
"Terima kasih bu Rini, anda sangat baik. " ucap Kiano seolah ingin menegaskan pada Randy agar jangan menyia-nyiakan istrinya dan memikirkan wanita lain.
"Bapak bisa aja. " balas Rini kikuk.
"Sepertinya aku harus belajar sama mbak Rini agar bisa melayani suami dengan baik." timpal Chelsea melirik Kiano.
"Gak perlu honey, kamu cukup selalu menemaniku setiap saat. " balas Kiano menyuapi Chelsea kemudian menyuap dirinya sendiri dengan sendok yang sama.
Pemandangan di depannya membuat hati Randy terbakar, ia tak rela pria lain mengambil posisinya. Namun ia tak bisa berbuat banyak karena dirinya sendiri yang mengingkari perjanjian masa kecil mereka. Apalagi Chelsea pun telah melupakan janji mereka kala itu.
Bayangan masa kecil, mereka kembali terlintas dalam benak Randy dimana saat itu mereka sedang duduk dibawah pohon karena kel2lahan bermain.
__ADS_1
flashback on
"Sisi, jika besar nanti kamu tunggu kakak ya ?"
"Kenapa harus menunggu kak Randy ??"
"Karena kakak yang akan menjadi suamimu. "
"Baiklah kak, tapi kak Randy jangan ingkar janji. "
flashbac off
" Pak Randy gak makan ??" tegur Kiano karena Randy hanya menatap makanannya
"O ,,, e ,,, maaf pak, keasyikan menghayal." ucap Randy gelagapan.
Dengan sangat terpaksa Randy ikut menikmati makan siangnya yang terasa seperti ribuan paku yang dikunyah lalu ia telan, terluka dan terasa sakit namun tak berdarah. Mata jeli Kiano dapat melihat semuanya dan tersenyum sinis.
πΆπΆπΆπΆ
selamat pagi dan selamat berakhir pekan.
terima kasih atas dukungannya
love you all π€π€
__ADS_1