RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 57


__ADS_3

Kiano tak ke kantor dan hanya mengirim pesan agar Ardi mengurus perusahaan kemudian melanjutkan pencariannya. Kiano mencocokkan waktu pesan dikirim oleh Kalista dengan posisi terakhir ponselnya tepat berada di hotel miliknya. Bibirnya menyungging senyuman jahat. Ia akan memberikan hukuman berat pada kedua wanita itu yang telah berani mengerjainya.


Ia segera meminta daftar tamu pada manajer hotelnya pagi ini dan dalam waktu singkat Kiano sudah menerimanya. Selanjutnya Kiano memeriksa satu persatu nama yang tertera pada laptopnya, perlahan ia mengerang frustasi, adik nakalnya itu sangat licik, benar-benar cerdas dibilang lain. Kiano mencoba menghubungi ponsel Kalista dan Chelsea bergantian tapi yang terdengar hanya suara operator.


Kini Kiano mencoba melacak ponsel Chelsea, ia curiga jika kepergiannya kali ini bersama dengan Randy walaupun ada Kalista bersamanya namun curiga tetap curiga karena Kalista tak mengenal Randy, bisa saja Chelsea beralasan bertemu dengan temannya.


Kiano berhasil mendapatkan aktifitas terakhir ponsel istrinya dan mengerutkan dahinya, pasalnya Chelsea mengirim pesan pada Seno dan meminta sejumlah uang pada sahabatnya itu.


'Ck, bener-bener wanita ini bikin malu aja, bisa-bisa Seno salah paham padaku. ' batin Kiano kesal.


Sementara di negeri Singa, Kalista dan Chelsea sedang beristirahat di sebuah hotel mewah, mereka benar-benar melupakan tanah air. Hari ini mereka memutuskan untuk beristirahat agar keesokan harinya bisa berburu barang-barang yang mereka inginkan.


Jika kedua wanita muda itu sedang tidur dengan tenang lain halnya dengan Kiano yang kini sedang bersama Seno, setelah mengetahui jika Chelsea meminta uang pada Seno, ia segera meluncur ke rumah sahabatnya itu.


"Tumben pagi-pagi sudah berkunjung, Chelsea mana ??" tanya Seno mencari-cari keberadaan adiknya.


"Itu dia, kamu transfer uang ke Chelsea ??"


"Yups, baru saja, nih notifnya. " Seno memperlihatkan layar ponselnya yang masih menyala.


"Lagian kami sebagai suami gak ngasih uang ke istri, pastilah dia meminta sama kakaknya walaupun adikku itu punya uang tapi dia itu senangnya morotin aku. " lanjut Seno mengomeli sahabatnya.


"Itu dia, saat ini Chelsea dan Kalista menghilang eh ,,, bukan tapi sengaja menghilangkan diri." Kata-kata Kiano sukses membuat Seno terlonjak kaget, sisa beberapa hari lagi mereka menikah tapi malah calon mempelainya menghilang bersama adiknya pula.


"Kamu sudah melacak keberadaan mereka ??"


"Makanya aku kesini karena kedua wanita itu mematikan ponselnya sejak keluar dari rumah. " balas Kiano.

__ADS_1


"Lacak kartu kredit mereka. Aku yakin kedua gadis itu tidak membawa uang tunai." ucap Seno yang mengetahui kebiasaan adiknya.


"Kamu mau membuatku jadi mafia ?? meretas transaksi perbankan ?? ogah. " balas Kiano yang memang sejak kecil dilarang oleh mommynya meretas sembarangan.


"Itu kalau kamu mau menemukan istrimu." ucap Seno enteng.


Seno tersenyum melihat ketimbang sahabatnya namun ia juga ingin mengetahui keberadaan calon istrinya.


"Sepertinya mereka tidak boleh sering-sering di pertemukan karena akan membuat pusing para suami. " lanjut Seno tak habis pikir dengan kelakuan kedua wanita itu.


"Atau kita blokir saja kartu kredit mereka. " ucap Kiano.


"Kamu pikir adikku itu hanya memiliki kartu kredit bank di tanah air ?? papa mertuamu itu menyiapkan rekening internasional untuk putri tunggalnya. Dan kalau Chelsea tahu kamu memblokir kartunya maka bersiaplah menderita." balas Kiano menoyor kepala sahabatnya.


"Retas aja, jangan sia-siakan kecerdasanmu, lagian mommy juga gak akan tahu. " Seni melancarkan bujukannya.


Kiano kemudian menggerakkan jari-jarinya diatas laptop dengan lincahnya dan hanya beberapa saat kemudian ia tersenyum namun saat berikutnya dahinya berkerut bingung.


"Ada apa ??!! kenapa kamu nampak bingung ??" tanya Seno penasaran.


"Ketemu tapi nihil. Kedua wanita itu gak melakukan transaksi padahal sudah siang, seharusnya kan mereka menggeser kartunya paling tidak sekali. " jawab Kiano.


"Fix ,,, Chelsea dan Kalista satu sio. Ternyata adikku itu bukan hanya cerdas menghitung tapi juga cerdas dibilang lain. Kedepannya jangan biarkan mereka duduk berdua tanpa pengawasan. " ucap Seno serius.


"Jadi kita harus bagaimana ??!!"


"Tongkrongi laptop jika terjadi transaksi kita langsung ciduk mereka. " seru Seno gemes pada adik dan calon istrinya.

__ADS_1


"Kamu gak ngantor ??" tanya Kiano melihat Seno malah duduk santai.


"Menemukan mereka lebih penting lagipula hari ini jadwalku hanya memeriksa beberapa berkas, kampus pun aman." jawab Seno.


Kedua pria tampan itu terdiam menatap laptop didepan mereka berharap salah satu dari mereka menggunakan kartu kreditnya. Hingga sore masih belum ada pergerakan. Kiano sudah mulai uring-uringan dan terus menyalahkan Seno yang memberikan uang pada Chelsea sementara Seno pun mengomeli sahabatnya tak terima disalahkan karena walaupun ia tak memberikan uang, adiknya itu tetap bisa belanja semaunya.


"Seandainya kamu gak ngasih uang, mungkin mereka gak akan kemana-mana. " Kiano menyalahkan Seno


"Gak ada pengaruhnya, ya. Uang 300 juta kecil bagi Sea walaupun aku gak transfer dia tetap akan pergi. Kamu mungkin membuatnya tersinggung. " Seno balik menuduh Kiano.


"Jangan asal nuduh, aku mencintainya mana mungkin aku membuatnya marah. " Kiano membela dirinya sendiri.


"Ada apa kalian ribut-ribut ?? suaranya sampai di teras teras lho. " bunda Seno tiba-tiba muncul di depan mereka.


"Gak apa-apa, bunda, kami hanya berdiskusi. " jawab Seno tak ingin membuat bundanya khawatir.


"Ya sudah, diskusinya jangan sampai lempar barang-barang. " ucap bunda sebelum meninggalkan kedua pria yang senewen mencari wanitanya.


Malam semakin larut, mata Kiano dan Seno sudah semakin berat. Mereka hampir saja tertidur saat netranya menangkap transaksi yang dilakukan oleh Chelsea.


"Singapura !!!" teriak keduanya bersamaan.


🎶🎶🎶🎶


Selamat pagi readers, othor datang lagi


Jangan bosan ya ,,,

__ADS_1


__ADS_2