RUSUK SANG BILLIONAIRE

RUSUK SANG BILLIONAIRE
PART 61


__ADS_3

" Kita pulang sekarang ! mommy sudah seribu kali menelponku. " ucap Kiano saat mereka berkumpul di kamar yang ditempati oleh Chelsea dan Kiano


"Mommy marah ya, mas ??" tanya Chelsea khawatir.


"Gak, mommy gak suka marah hanya saja dia stress karena calon mempelainya gak ada kabar. " jelas Kiano serius


"Ck, padahal aku pamit kemarin. " ucap Kalista seraya membaringkan badannya.


"Astaga, kalian akad nikah hari minggu sekarang sudah kamis. Ayo pulang sekarang, aku gak mau mommy stress dan sakit." sentak Chelsea panik sehingga mengagetkan semua orang


"Beli tiket dulu kak." balas Kalista cengengesan melihat Chelsea panik.


"Gak perlu tiket, kami kesini dengan jet pribadi. Kami bukan kalian yang kemana-mana hanya dengan pesawat komersil." ucap Seno sombong.


"Ck, kakak jangan terlalu sombong karena sisa menghitung hari semua keuangan kakak akan berpindah tangan. " balas Chelsea memprovokasi Kalista.


Chelsea sangat bahagia kakak kesayangannya akhirnya menikah dengan adik iparnya sendiri yang walaupun gesreknya terkadang membuatnya malu sendiri namun baik hati dan yang paling penting ia bisa ditemani bekerjasama.

__ADS_1


"Jangan senyum-senyum seperti itu, kakak tahu isi kepalamu yang cerdasnya campuran. " Seno menyentil kepala adiknya gemes.


"Kakak jangan berpikir akan membawa Ista menjauh dari keluarganya karena daddy dan mommy pasti gak setuju. " balas Chelsea tak rela karena hanya Kalista yang bisa ia temani jalan.


"Tenang saja, kakak gak akan meninggalkanmu di rumah mewah itu. Kakak juga gak mau kalau kamu dianiaya oleh suamimu. "


"Ck, jangan mancing-mancing kalau gak mau menyesal. " timpal Kiano yang sejak tadi menyimak pembicaraan ketiganya.


Kalista dan Chelsea memilih meninggalkan kedua pria yang mulai berdebat menuju mobil yang sudah menunggu mereka. Kedua wanita cantik itu pusing mm ika harus mendengar perdebatan keduanya,tak ada yang mau mengalah.


"Kenapa kedua wanita itu hobbynya meninggalkan kita sih. " gerutu Seno menatap punggung Kalista dan Chelsea yang sudah masuk ke dalam mobil.


"Bener, mereka tidak boleh selalu bertindak semaunya. " balas Seno setuju.


Kedua sahabat itu kemudian memberikan menyusul para wanitanya masuk kedalam mobil yang akan mengantar mereka ke bandara. Beberapa menit berikutnya kedua pasangan itu tiba dibandara dan langsung menuju jet yang akan mengangkut mereka kembali ke tanah air.


"Waaahhh, keren mas ,,," ucap Kalista takjub

__ADS_1


"Norak !!" cibir Kiano menarik Chelsea agar duduk di sampingnya.


Kalista dan Chelsea yang posisinya duduk berhadapan saling melempar senyum dan saling menatap, Kiano dan Seno memperhatikan keduanya dan langsung menaruh curiga.


"Jangan berpikir yang aneh-aneh, sayang. " ucap Seno menatap Kalista lembut


"Maksudnya ??" Kalista tak mengerti maksud ucapan Seno.


"Senyuman kalian membuat kami khawatir dan curiga. " timpal Kiano menatap tajam adiknya.


"Aku dan Kalista tidak akan tersenyum lagi setelah ini." balas Chelsea menutup matanya karena kesal. Lagi pula ia capek selalu jalan. Kalista pun ikut menutup matanya dan memanfaatkan waktu untuk tidur sejenak.


Kiano meringis melihat Chelsea merajuk, bayangan derita si otong nanti malam melintas dalam benaknya. Seno yang mengerti isi kepala sahabatnya langsung tersenyum mengejek dan menjahili pria datar itu.


"Si otong bakalan berkeliaran diluar nih ,,,," Seno terkekeh melihat ekspresi Kiano yang mengenaskan, padahal dulu juga otongnya tak pernah digunakan selain pi**s.


Kiano tak menimpali ucapan sahabatnya, ia lalu mengangkat Chelsea masuk kedalam kamar yang tersedia pada jet pribadi itu. Sedangkan Seno hanya menatap calon istrinya yang tertidur disebelahnya, Seno kemudian menyeret kursi Kalista agar bisa berbaring.

__ADS_1


🎶🎶🎶🎶


Selamat siang, maaf sedikit telat upnya


__ADS_2